Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
59Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Komunikasi Terapeutik

Konsep Komunikasi Terapeutik

Ratings: (0)|Views: 24,908|Likes:
Published by babazaenab

More info:

Published by: babazaenab on Jul 17, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
See More
See less

04/15/2013

 
 July 8, 2009 by Anang Rachyudi Mahasiswa E lerning UNPADBANDUNG, Dosen Pembimbing Yth Bapak Iyus
Assalamualaikum,Wr.Wb
.
1
.
Latar Belakang
Saat ini perkembangan keperawatan di Indonesia telah mengalamiperubahan yang sangat pesat menuju perkembangan keperawatansebagai profesi. Proses ini merupakan proses perubahan yangsangat mendasar dan konsepsional, yang mencakup seluruh aspekkeperawatan baik aspek pendidikan, pengembangan danpemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta kehidupankeprofesian dalam keperawatan
.
Perkembangan keperawatan menuju keperawatan profesidipengaruhi oleh sebagai perkembangan keperawatan profesionalseperti: adanya tekanan perkembangan ilmu pengetahuan danteknologi keperawatan. Oleh sebab itu jaminan pelayanankeperawatan yang berkualitas hanya dapat diperoleh dari tenagakeperawatan yang profesional. Dalam konsep profesi terkait erattiga nilai sosial yaitu: pengetahuan yang mendalam dan sistematis,keterampilan teknis dan kiat yang diperoleh melalui latihan yanglama dan teliti, dan pelayanan/angsuran kepada yang memerlukanberdasarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan teknis tersebutdengan berpedoman pada filsafat moral yang diyakini, yaitu etikaprofesi serta konsep-konsep dalam berkomunikasi
.
2
.
Masalah
Dalam profesi keperawatan, komunikasi sangat penting antaraperawat dengan perawat, dan perawat dengan klien, khususnyakomunikasi antar perawat dengan klien dimana dalam komunikasiitu perawat dapat menemukan beberapa solusi dari permasalahanyang sedang dialami klien, dan komunikasi ini dinamakan dengankomunikasi terapeutik. Akan tetapi dalam pelaksanaan komunikasiterapeutik ini ada fase-fase, tehnik-tehnik, dan faktor-faktor, sertaproses komunikasi terapeutik tersebut dalam perawatan sehinggapelayanan/asuhan keperawatan dapat berjalan dengan baik sertamemberikan tingkat kepuasan pada klien
.
3
.
Tujuan
Dengan memberikan materi ini diharapkan mahasiswa dapatmemahami serta dapat menerapkan tentang konsep komunikasiterapeutik yang berkenaan dengan fase-fase, tehnik-tehnik, danfaktor-faktor, serta prosesnya dalam perawatan
.
4
.
Metode
Pengambilan bahan materi ini menggunakan metode studi pustakadengan cara membaca buku-buku yang berkaitan dengan materikonsep dasar komunikasi, khususnya pada fase-fase, tehnik-tehnik,dan faktor-faktor, serta prosesnya dalam perawatan
.
 
URAIAN MATERIKONSEP DASAR KOMUNIKASI
1
.
Fase – fase komunikasi terapeutik1
.
 Tahap Persiapan (Prainteraksi
)
 Tahap Persiapan atau prainteraksi sangat penting dilakukan sebelumberinteraksi dengan klien (Christina, dkk, 2002). Pada tahap iniperawat menggali perasaan dan mengidentifikasi kelebihan dankekurangannya. Pada tahap ini perawat juga mencari informasitentang klien. Kemudian perawat merancang strategi untukpertemuan pertama dengan klien. Tahap ini harus dilakukan olehseorang perawat untuk memahami dirinya, mengatasikecemasannya, dan meyakinkan dirinya bahwa dia siap untukberinteraksi dengan klien (Suryani, 2005
.)
 Tugas perawat pada tahap ini antara lain
:
1
.
Mengeksplorasi perasaan, harapan, dan kecemasan. Sebelumberinteraksi dengan klien, perawat perlu mengkaji perasaannyasendiri (Stuart, G.W dalam Suryani, 2005). Perasaan apa yangmuncul sehubungan dengan interaksi yang akan dilakukan. Apakahada perasaan cemas? Apa yang dicemaskan? (Suryani, 2005
.)
2
.
Menganalisis kekuatan dan kelemanhan sendiri. Kegiatan inisangat penting dilakukan agar perawat mampu mengatasikelemahannya secara maksimal pada saat berinteraksi denganklien. Misalnya seorang perawat mungkin mempunyai kekuatanmampu memulai pembicaraan dan sensitif terhadap perasaan oranglain, keadaan ini mungkin bisa dimanfaatkan perawat untukmemudahkannya dalam membuka pembicaraan dengan klien danmembina hubungan saling percaya (Suryani, 2005
.)
3
.
Mengumpulkan data tentang klien. Kegiatan ini juga sangatpenting karena dengan mengetahui informasi tentang klien perawatbisa memahami klien. Paling tidak perawat bisa mengetahuiidentitas klien yang bisa digunakan pada saat memulai interaksi(Suryani, 2005
.)
4
.
Merencanakan pertemuan yang pertama dengan klien. Perawatperlu merencanakan pertemuan pertama dengan klien. Hal yangdirencanakan mencakup kapan, dimana, dan strategi apa yang akandilakukan untuk pertemuan pertama tersebut (Suryani, 2005
.)
2
.
Tahap Perkenalan
Perkenalan merupakan kegiatan yang dilakukan saat pertama kalibertemu atau kontak dengan klien (Christina, dkk, 2002). Pada saatberkenalan, perawat harus memperkenalkan dirinya terlebih dahulukepada klien (Brammer dalam Suryani, 2005). Denganmemperkenalkan dirinya berarti perawat telah bersikap terbukapada klien dan ini diharapkan akan mendorong klien untukmembuka dirinya (Suryani, 2005). Tujuan tahap ini adalah untukmemvalidasi keakuratan data dan rencana yang telah dibuat
 
dengan keadaan klien saat ini, serta mengevaluasi hasil tindakanyang lalu (Stuart, G.W dalam Suryani, 2005
.)
 Tugas perawat pada tahap ini antara lain
:
1
.
Membina rasa saling percaya, menunjukkan penerimaan, dankomunikasi terbuka. Hubungan saling percaya merupakan kunci darikeberhasilan hubungan terapeutik (Stuart, G.W dalam Suryani,2005), karena tanpa adanya rasa saling percaya tidak mungkin akanterjadi keterbukaan antara kedua belah pihak. Hubungan yangdibina tidak bersifat statis, bisa berubah tergantung pada situasidan kondisi (Rahmat, J dalam Suryani 2005). Karena itu, untukmempertahankan atau membina hubungan saling percaya perawatharus bersikap terbuka, jujur, ikhlas, menerima klien apa adanya,menepati janji, dan menghargai klien (Suryani, 2005
.)
2
.
Merumuskan kontrak pada klien (Christina, dkk, 2002). Kontrak inisangat penting untuk menjamin kelangsungan sebuah interaksi(Barammer dalam Suryani, 2005). Pada saat merumuskan kontrakperawat juga perlu menjelaskan atau mengklarifikasi peran-peranperawat dan klien agar tidak terjadi kesalah pahaman klienterhadap kehadiran perawat. Disamping itu juga untuk menghindariadanya harapan yang terlalu tinggi dari klien terhadap perawatkarena karena klien menganggap perawat seperti dewa penolongyang serba bisa dan serba tahu (Gerald, D dalam Suryani, 2005).Perawat perlu menekankan bahwa perawat hanya membantu,sedangkan kekuatan dan keinginan untuk berubah ada pada diriklien sendiri (Suryani, 2005
.)
3
.
Menggali pikiran dan perasaan serta mengidentifikasi masalahklien. Pada tahap ini perawat mendorong klien untukmengekspresikan perasaannya. Dengan memberikan pertanyaanterbuka, diharapkan perawat dapat mendorong klien untukmengekspresikan pikiran dan perasaannya sehingga dapatmengidentifikasi masalah klien
.
4
.
merumuskan tujuan dengan klien. Perawat perlu merumuskantujuan interaksi bersama klien karena tanpa keterlibatan klienmungkin tujuan sulit dicapai. Tujuan ini dirumuskan setelah kliendiidentifikasi
.
Fase orientasi, fase ini dilaksanakan pada awal setiap pertemuankedua dan seterusnya, tujuan fase ini adalah memvalidasikeakuratan data, rencana yang telah dibuat dengan keadaan kliensaat ini, dan mengevaluasi hasil tindakan yang lalu. Umumnyadikaitkan dengan hal yang telah dilakukan bersama klien (Cristina,dkk, 2002
.)
3
.
Tahap Kerja
 Tahap kerja ini merupakan tahap inti dari keseluruhan proseskomunikasi terapeutik (Stuart, G.W dalam Suryani, 2005). Padatahap ini perawat dan klien bekerja bersama-sama untuk mengatasimasalah yang dihadapi klien. Pada tahap kerja ini dituntut

Activity (59)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Suwarni Abubakar liked this
Nuuna Chinot liked this
florentinustupen liked this
Si Bungsu liked this
Dede Lumataw liked this
Fika Kharisma liked this
Si Minjul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->