Fiqh Prioritas
Fiqh Prioritas
MUQADIMAHoleh Dr. Yusuf Al QardhawySEGALA puji bagi Allah, yang dengan nikmat-Nya, hal-hal yangbaik dapat terlaksana, yang memberikan petunjuk kepada kitasemua. Kita tidak akan mendapatkan petunjuk ke jalan yanglurus kalau Allah tidak memberikan petunjuk itu kepada kita.Salawat dan salam semoga terlimpahkan kepada junjungan,pimpinan, teladan, dan kekasih kita, Muhammad saw serta kepadaseluruh keluarganya, sahabatnya, dan kepada orang-orang yangmengikutinya dengan baik hingga hari kiamat kelak.Studi yang penulis sajikan di hadapan Anda sekarang inimerupakan sebuah topik yang kami anggap sangat penting, karenaia memberikan solusi terhadap tiadanya keseimbangan --darisudut pandang agama-- dalam memberikan penilaian terhadapperkara-perkara, pemikiran dan perbuatan; mendahulukansebagian perkara atas sebagian yang lain; mana perkara yangperlu didahulukan, dan mana pula perkara yang perludiakhirkan; perkara mana yang harus diletakkan dalam urutanpertama, dan perkara mana yang mesti ditempatkan pada urutanke tujuh puluh pada anak tangga perintah Tuhan dan petunjukNabi saw. Persoalan ini begitu penting mengingat keseimbanganterhadap masalah-masalah yang perlu diprioritaskan oleh kaumMuslimin telah hilang dari mereka pada zaman kita sekarangini.Sebelumnya, saya menyebut perkara ini dengan istilah "fiqhurutan pekerjaan"; namun sekarang ini dan sejak beberapa tahunyang lalu saya menemukan istilah yang lebih pas, yaitu "fiqhprioritas"; karena istilah yang disebut terakhir lebihmencakup, luas, dan lebih menunjukkan kepada konteksnya.Kajian ini sebetulnya dimaksudkan untuk menyoroti sejumlah
http://media.isnet.org/islam/Qardhawi/Prioritas/Muqadimah.html (1 of 3)20/10/2004 6:45:08
Leave a Comment