Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
183Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ilmu Kedokteran Forensik

Ilmu Kedokteran Forensik

Ratings:

5.0

(2)
|Views: 20,381|Likes:
Published by andimario

More info:

Published by: andimario on Jul 18, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOC, TXT or read online from Scribd
See More
See less

07/15/2013

pdf

text

original

 
Modul 1HUKUM KEDOKTERAN FORENSIK PENGERTIAN DASAR 1.Hukum kedokteran / Medical Law adalah Hukum mempelajari hubungan yuridisdimana seorang dokter merupakan bagian dari hokum ( Health Law ), antaraDokter dan pasien dan berhubungan dengan Hukum pidana.2.Hukum Kedokteran Forensik/ Hukum Kedokteran Kehakiman ( Forensik  Nadicine ) Ialah mempelajari Hukum Kedokteran Kehakiman dalam proses peradilan.3.Ilmu kedokteran Jiwa Kehakiman ( psychiatri Forensic ) Mempelajari Tentanggangguan Jiwa Hubungannya dengan pasal 44 KUHP.4.Hukum Kesehatan ( Health Law) ialah Hukum yang mempelajari berkaitan dengan pemberian perawatan dan penerapannya pada hokum perdata, pidana dan hokumadministras dan sebaginya.Hukum kesehatan Meliputi:1.Hukum kedokteran / Medical Law2.Hukum Kedokteran Kehakiman ( Forensik Nadicine ) / ( Legal Medicine )/( Medical Yurisprudenc. 1980an3.Hukum Keperawatan ( Nurse Law )4.Hukum Rumah Sakit ( Hospital Law ).5.Hukum Lingkungan ( Enveronmental Law )6.Hukum Keselamatan Kerja Law ( Savety Law )Istilah Kedokteran kehakiman terdapat pada pasal 133 KUHP. Negara – Negara Angola saxon menafsirkan Hukum Kedokteran dan KedokteranKehakiman di satukan yaitu
MEDIC – LEGAL
 Hakekat Ilmu Kedokteran Forensik Menyelesaikan kejahatan-kejahatan dengan pembuktian setepat-tepatnya , Abad pertengahan di kenal yang namanya “ Judicia Dei “ atau Keputusan Tuhan . kemudiandalam perkembangannya E. Ferry 1859 – 1927 ahli hokum Italia menemukan suatusystem pembuktian yang mana penentuannya ‘ guility’/not guility dilakukan oleh ilmuannon Hukum.Forensic berarti berhubungan dengan bidang kehakiman/ peradilan, jadi ilmu Kedokteranforensic ialah hokum yang berkaitan dengan penggunaan ilmu kedokteran gunamembantu proses pembuktian dalam hokum acara pidana.
 
Dalam proses pem,buktian di pengadilan Hakim harus berpedoman pada alta bukti sesuaidengan pasal 184 KUHP.
 Tugas Ilmu Kedokteran Forensik :1.Menurut Objek Pemeriksaana.Manusia yang masih hidupb.Mayatc.Benda-benda Tubuh2.Menurut bentuk Kerjaa.melakukan pemeriksaan dan mengemukakan hasilpemeriksaanb.mengemukakan hasil pendapat saja.c.Memberi nasihat tentang penyidikan.3.menurut tempat kerjaa.rumah sakit atau laboratoriumb.TKPc.Ruang kantor/ ruang siding4.menurut waktu pemeriksaana.pemeriksaan mula-mula oleh polisib.pemeriksaan lanjutan oleh jaksac.pemeriksaan di siding pengadilanBeberapa kejahatan yang memerlukan bantuan ilmu kedokteranforensic yaitu perzinahan/pemerkosaan,penganiayaan / pembunuhan,pengguguran kandungan dan keracunan.Dalam hal keadaan yang sangat mendesak di mana penyidik harusmemerlukan surat izin terlebih dahulu.tampa mengurangi ketentuanayat 1, penyidik dapat melakukan penyitaan hanya atas bendabergerak dan untik itu wajib melaporkan segera kepengadilansetempat guna mendapat persetujuan.
 
 Tentang Benda sitaan Pasal 39 KUHP- Pasal 40 KUHP tentangtertangkap tangan.Modul 2Barang BuktiBararng- barang yang telah di sita nantinya akn menjadi barang buktidi pengadilan , mengenai barangb bukti ini terdapat penjelasan padapasal 130 KUHP.Implementasi dari pasal di atas ialah bahwa barang bukti harus dibungkus rapih sedemikian rupa agar tidak tertukar dengan barangbukti lainnya jika nanti di perlihatkan di persidangan. Tata cara pemeriksaan mayat / tubuh manusia di atur dalam pasal 133KUHP yang menyebutkan bahwa :1.untuk kepentingan pengadilan seorang korban berwenangmengajukan permintaan keterangan ahli baik dari dokterkehakiman atau dokter lainnya.2.Permintaan keterangan ahli itu di ajukan dengan surat danisinya di sebutkan dengan tegas untuk pemeriksaan luka,mayat atau badan mayat.3.Mayat yang di kirim ke pada ahli kedokteran kehakimanharus di perlakukan dengan cara penuh rasa hormat dan diberi lebel yang memuat identitas mayat. Dengan di bericap jabatan di bagian lain tubuh mayat.Sebetulnya semua mayat harus di bedah, untuk menentukan sebabkematian, pemeriksaan luar di perlukan jika kelak perkaranya tidak di

Activity (183)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rhama Krishna liked this
Indra Nurullah liked this
Fitri Odang liked this
Mega Selvy liked this
umraini liked this
Galdhis Caresya liked this
Winda Ramadani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->