1980 dan berlanjut hingga awal tahun 2000, fenomena tesebut dimasukkan sebagai bahan perhatian dalam biaya operasi dan pemeriksaan sistem industri. Dari fenomena tersebut, banyak institusi mempelajari dan memecahkan masalah ini dengan penelitian-penelitianuntuk mengurangi bahaya korosi tersebut. Penulisan ini ditujukan untuk sebagai bahan perhatian kembali kepada pelaku indutriawan, dosen dan pendidik secara khususnya danorang-orang yang berkompeten terhadap bidang, kimia, korosi dan ilmu pengetahuan alam pada umumnya, bagaimana bahayanya korosi bakteri di lingkungan bebas baik air, udara dantanah di sekitar kita.
MIKROBA KOROSI
Mikroba merupakan suatu mikroorganisme yang hidup di lingkungan secara luas padahabitat-habitatnya dan membentuk koloni yang pemukaanya kaya dengan air, nutrisi dankondisi fisik yang memungkinkan pertumbuhan mikroba terjadi pada rentang suhu yang panjang biasa ditemukan di sistem air, kandungan nitrogen dan fosfor sedikit, konsentrat sertanutrisi-nutrisi penunjang lainnya. Mikroorganisme yang mempengaruhi korosi antara lain bakteri, jamur, alga dan protozoa. Korosi ini bertanggung jawab terhadap degradasi materialdi lingkungan. Pengaruh inisiasi atau laju korosi di suatu area, mikroorganisme umumnya berhubungan dengan permukaan korosi kemudian menempel pada permukaan logam dalam bentuk lapisan tipis atau biodeposit. Lapisan film tipis atau biofilm. Pembentukan lapisantipis saat 2 – 4 jam pencelupan sehingga membentuk lapisan ini terlihat hanya bintik-bintik dibandingkan menyeluruh di permukaan. Lapisan film berupa biodeposit biasanyamembentuk diameter beberapa centimeter di permukaan, namun terekspos sedikit di permukaan sehingga dapat meyebabkan korosi lokal. Organisme di dalam lapisan depositmempunyai efek besar dalam kimia di lingkungan antara permukaan logam/film ataulogam/deposit tanpa melihat efek dari sifat bulk electrolyte. Mikroorganisme dikatagorikan berdasarkan kadar oksigen yaitu :
1.
Jenis anaerob, berkembang biak pada kondisi tidak adanya oksigen
2.
Jenis Aerob, berkembang biak pada kondisi kaya oksigen.
3.
Jenis anaerob fakultatif, berkembang biak pada dua kondisi.
4.
Mikroaerofil, berkembang biak menggunakan sedikit oksigenFenomena korosi yang terjadi dapat disebabkan adanya keberadaan dari bakteri. Jenis- jenis bakteri yang berkembang yaitu :
1.
Bakteri reduksi sulfatBakteri ini merupakan bakteri jenis anaerob membutuhkan lingkungan bebas oksigenatau lingkungan reduksi, bakteri ini bersirkulasi di dalam air aerasi termasuk larutanklorin dan oksidiser lainnya, hingga mencapai kondisi ideal untuk mendukung