Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
23Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kritik Islam Terhadap Strategi Penanggulangan Hiv-Aids Berbasis Paradigma Sekuler-liberal Dan Solusi Islam Dalam Menangani Kompleksitas Problematika Hiv-Aids

Kritik Islam Terhadap Strategi Penanggulangan Hiv-Aids Berbasis Paradigma Sekuler-liberal Dan Solusi Islam Dalam Menangani Kompleksitas Problematika Hiv-Aids

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,790 |Likes:
Published by faizatul rosyidah
Sebuah makalah yang mencoba memaparkan kritik Islam terhadap stranas penanggulangan HIV/AIDS 2007-2010 yang diderivasi dari Strategi UNAIDS dan WHO dalam menangani HIV/Aids yang dibangun atas paradigma sekuler-liberal. Disertai penjelasan solusi yang ditawarkan oleh Islam, dan bagaimana langkah mewujudkannya.
Sebuah makalah yang mencoba memaparkan kritik Islam terhadap stranas penanggulangan HIV/AIDS 2007-2010 yang diderivasi dari Strategi UNAIDS dan WHO dalam menangani HIV/Aids yang dibangun atas paradigma sekuler-liberal. Disertai penjelasan solusi yang ditawarkan oleh Islam, dan bagaimana langkah mewujudkannya.

More info:

Published by: faizatul rosyidah on Jul 19, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
KRITIK ISLAM TERHADAP STRATEGI PENANGGULANGAN HIV-AIDSBERBASIS PARADIGMA SEKULER-LIBERAL DAN SOLUSI ISLAM DALAMMENANGANI KOMPLEKSITAS PROBLEMATIKA HIV-AIDSFaizatul Rosyidah
1
HIV/AIDS adalah Penyakit Perilaku
HIV (
Human Imunodefisiensi Virus
) adalah virus penyebab lumpuhnyasistem kekebalan tubuh. Kumpulan gejala akibat lumpuhnya sistemkekebalan tubuh ini dikenal sebagai AIDS (
 Acquired Immune Deficiency Syndrome
). Selanjutnya penyakit ini dikenal dengan nama HIV/AIDS yangdidefinisikan sebagai salah satu penyakit yang ditularkan melalui hubunganseksual (
sexual transmited disease
),
1
karena hubungan seksual merupakanpenularan pertama dan utamanya.
2,3
 HIV/AIDS menjadi ancaman yang sangat serius bagi umat manusia saat ini.Karena, sekali seseorang terinfeksi HIV, ia akan menjadi pengidap HIV/AIDSseumur hidupnya. Dan pada fase AIDS, berbagai penyakit akan mudahmenjangkiti hingga berakhir pada kematian.
2,4
Selain itu, hingga saat ini,belum ditemukan obat ataupun vaksin, selain yang hanya sekedarmemperlambat perkembang-biakan virus.
5,6
 Infeksi HIV/AIDS pertama kali ditemukan di kalangan gay San Fransisco,tahun 1978. Dan pada tahun 1981, kasus AIDS yang pertama ditemukan dikalangan gay ini.
7
Selanjutnya AIDS merebak di kota-kota besar Amerikaseperti New York, Manhattan juga di kalangan homoseksual. Inilah yangmenjadi bukti bahwa penyakit berbahaya ini berasal dari kalanganberperilaku seks bebas dan menyimpang. Selanjutnya, budaya seks bebaspula yang menjadi sarana penyebaran virus HIV/AIDS secara cepat danmeluas di Amerika hingga ke seluruh penjuru dunia.
7
Peranan seks bebasdalam penularan HIV/AIDS ini dibenarkan oleh laporan survey CDC Desember2002 dan hal ini semakin jelas terlihat dari pola penularan HIV/AIDS keseluruh dunia.Pola pertama, ditemukan pada kalangan homoseksual, biseksual, danpencandu obat bius. Ini terjadi di Amerika Utara, Eropa Barat, Australia, NewZealand dan sebagian Amerika.
7
Hingga akhir tahun 2005 di Amerika Serikat,transmisi melalui kontak seksual tetap menempati urutan teratas (72%).
8
Pola kedua, ditemukan di kalangan heteroseksual dan ini terjadi di Afrika Tengah, Afrika Selatan, Afrika Timur, dan beberapa daerah Karibia. KasusAIDS pada daerah ini sejalan dengan adanya perubahan sosial dan maraknyaindustri prostitusi. Sementara pola ketiga ditemukan di Eropa Timur, daerahMediteranian Selatan, dan Asia Pasifik. Di sini penularan terjadi melaluikontak homoseksual dan heteroseks.
7
 Seks bebas sebagai sumber penularan pertama dan utama HV/AIDS, jugaterbukti di Indonesia. Kasus AIDS pertama ditemukan di Denpasar, Bali yangmerupakan surga bagi penikmat seks bebas. Penyakit ini ditemukan padaseorang turis Belanda dengan kecenderungan homoseksual yang kemudianmeninggal April 1987. Orang Indonesia pertama yang meninggal dalamkondisi AIDS juga dilaporkan di Bali, Juni 1988.
9,10
Selanjutnya, Indonesiadikategorikan sebagai negara dengan epidemi HIV/AIDS terkonsentrasi padakelompok perilaku seks bebas.
10
Hingga
 
sekarang kondisi ini terusberlangsung.
11
 Ancaman serius HIV/AIDS semakin bertambah nyata. Jumlah penderitaHIV/AIDS meningkat sangat cepat, mengikuti deret ukur dan menimpa usiaproduktif. Mark Stirling, Direktur UNAIDS menyatakan bahwa HIV adalahepidemi mematikan dan terburuk yang pernah dihadapi manusia.
12
Betapatidak, setiap menit 4 orang berusia 15-24 tahun di dunia terinfeksi HIV.
13
Data UNAIDS menunjukkan bahwa sejak 5 Juni 1981, HIV membunuh lebihdari 25 juta manusia.
12
Sementara itu,
Centers for Disease Control and Prevention
(CDC) mencatat bahwa hingga Desember 2006, di dunia, terdapat
1
Pusat Studi Intelektual Muslimah (PSIM) Unair Surabaya
1
 
39,5 juta penderita HIV/AIDS, 37,2 juta adalah remaja, 2,3 juta usia kurangdari 15 tahun.
14
 Di Indonesia, menurut Ditjen P2MPL-Depkes RI, Subdit AIDS & PMS,hingga akhir September 2006, tercatat 11.604 kasus HIV/AIDS. Sebagaimanafenomena gunung es, diperkirakan kasus sebenarnya 90-120 ribu, dan 53%mengenai kelompok usia 20-29 tahun,
15
bahkan Ketua Masyarakat Peduli AIDSIndonesia, Prof. Dr. Zubairi Djoerban memperkirakan sudah 200 ribu kasusdan menegaskan telah terjadi ledakan HIV/AIDS di Indonesia.
16
Sementara itudiperkirakan jumlah yang rawan tertular HIV 13 juta hingga 20 juta,
6
ini padatahun tahun 2002, tentu sekarang jumlahnya jauh lebih besar. Begitumengkhawatirkan kasus HIV/AIDS di Indonesia, hingga baru-baru ini KPANmenyatakan status darurat dalam penyebaran HIV/AIDS.
17
 Demikianlah, seks bebas jelas telah menjadi sumber pertama dan utamapenularan HIV/AIDS. Hal ini penting diperhatikan, karena akhir-akhir inibanyak diopinikan bahwa penularan HIV/AIDS yang tertinggi adalah akibatpenggunaan jarum suntik tidak steril di kalangan pengguna jarum suntik atauIDU (
intravena drug user)
. Opini ini jelas telah mengabaikan bahayapenularan akibat perilaku seks bebas, termasuk perilaku seks bebas pada IDUakibat loss kontrol. Selain itu, adanya kelompok “baik-baik” yang tertularHIV/AIDS oleh pelaku seks bebas dan IDU, seperti suami yang suka jajanke istri, istri ke anak, pada hakekatnya berawal dari dibiarkan dandipeliharanya perilaku seks bebas di tengah masyarakat. Sungguh suatukebodohan yang menyesatkan, menyatakan bahwa “Masalah HIV hanyalahmasalah medis semata yang tidak berkaitan dengan perilaku seks bebas.”
18
 
Kritik Islam Terhadap Strategi Penanggulangan HIV-AIDS berbasisSekulerisme-Liberalisme
Penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia secara umum mengadopsi strategiyang digunakan oleh UNAIDS dan WHO. Kedua lembaga internasional inimenetapkan beberapa langkah penanggulangan HIV/AIDS, antara lain:kondomisasi, Subsitusi Metadon dan Jarum Suntik Steril. Upayapenanggulangan HIV/AIDS versi UNAIDS ini telah menjadi kebijakan nasionalyang berada di bawah KPAN.
a.
Kondomisasi
 Kondomisasi (100% kondom) sebagai salah satu butir dari strateginasional tersebut yang telah ditetapkan sejak tahun 1994 hinggasekarang.
10,11
Kampanye pengunaan kondom awalnya dipopulerkan melaluikampanye ABCD. ABCD, yaitu A:abstinentia; B:be faithful; C:condom dan D:noDrug.
22
 Saat ini kampanye penggunaan kondom semakin gencar dilakukanmelalui berbagai media, seperti buklet-buklet,
23,24
melalui station TV nasional,seminar-seminar, penyebaran pamflet-pamflet dan stiker dengan berbagaimacam slogan yang mendorong penggunaan kondom untuk ‘
safe sex 
’.
25
 Kampanye kondom tak jarang dilakukan dengan membagi-bagikankondom secara gratis di tengah-tengah masyarakat seperti mall-mall dansupermarket. Kampanye tentang kondom juga telah masuk ke beberapaperguruan tinggi, sekolah-sekolah bahkan meskipun mengundang banyakpenolakan kini telah diluncurkan program ATM (Anjungan Tunai Mandiri)kondom. Hingga akhir Desember 2005 telah ada 6 lokasi ATM kondom di Jakarta yaitu di BKKBN pusat, RSPAD Gatot Subroto, Mabes TNI AD, poliklinikMabes Polri, Dipdokkes polda Metro Jaya, dan klinik Pasar Baru.
25
 Namun kenyataannya kondomisasi ini tidak terbukti mampu mencegahpenyebaran HIV/AIDS. Di saat budaya kebebasan seks tumbuh subur,ketaqwaan yang kian tipis (bahkan mungkin tidak ada), kultur yang kianindividualistis, kontrol masyarakat semakin lemah, kemiskinan yang kianmenghimpit masyarakat dan maraknya industri prostitusi, kondomisasi jelasakan membuat masyarakat semakin berani melakukan perzinahan apalagidengan adanya rasa aman semu yang ditanamkan dengan menggunakankondom.
 
2
 
Mengapa bersifat semu? Karena selain seks bebas akan tetap dimurkaiAllah swt meskipun menggunakan kondom, ternyata kondom sendiri terbuktitidak mampu mencegah transmisi HIV.
 
Hal ini karena kondom terbuat daribahan dasar latex (karet), yakni senyawa hidrokarbon dengan polimerisasiyang berarti mempunyai serat dan berpori-pori. Dengan menggunakanmikroskop elektron, terlihat tiap pori berukuran 70 mikron,
26
yaitu 700 kalilebih besar dari ukuran HIV-1, yang hanya berdiameter 0,1 mikron.
27
Selainitu para pemakai kondom semakin mudah terinfeksi atau menularkan karenaselama proses pembuatan kondom terbentuk lubang-lubang. Terlebih lagikondom sensitif terhadap suhu panas dan dingin,
28
sehingga 36-38%sebenarnya tidak dapat digunakan.
29
 
Dengan demikian, alih-alih sebagaipencegah, kondom justru mempercepat penyebaran HIV/AIDS. Hal ini terbuktiadanya peningkatan laju infeksi sehubungan dengan penggunaan kondom13-27% lebih.
30
 Di AS, kampanye kondomisasi yang dilaksanakan sejak tahun 1982bahkan terbukti menjadi bumerang. Hal ini dikutip oleh Hawari, D (2006) daripernyataan H. Jaffe (1995), dari Pusat Pengendalian Penyakit Amerika Serikat(US:CDC:United State Center of Diseases Control). Evaluasi yang dilakukanpada tahun 1995 amat mengejutkan, karena ternyata kematian akibatpenyakit AIDS menjadi peringkat no 1 di AS, bukan lagi penyakit jantung dankanker.
 
Selain itu, kondom memang dirancang hanya untuk mencegahkehamilan, itupun dengan tingkat kegagalan mencapai 20%.
25
 Selain kondom untuk pria, saat ini di Indonesia juga dipopulerkankondom perempuan.
31,32
Ada yang berupa diafragma, yaitu kantong plastikberbentuk tabung yang dimasukkan ke dalam vagina. Diakui, kondom iniberisiko tinggi gagal mencegah kehamilan,
33
apalagi untuk mencegahpenularan HIV. Adapun kondom perempuan yang berupa hidrojel, selainmasih diragukan keampuhannya mencegah penularan HIV, juga berpotensimenimbulkan berbagai hal yang mempermudah penularan HIV, sepertiperadangan.
34
 Mencermati uraian di atas, jelaslah bahwa kondomisasi, apapunalasannya, sama saja dengan menfasilitasi seks bebas yang merupakansarana penularan utama HIV/AIDS. Dan HIV/AIDS je as-jelas membahayakankehidupan. Sehingga, tidak heran setelah program kondomisasi dijalankankasus HIV/AIDS justru semakin meningkat pesat. Dengan demikian,kondomisasi sama saja dengan penghancuran terselubung umat manusia.
 b.
Subsitusi Metadon dan Pembagian Jarum Suntik Steril
 Penyebaran HIV/AIDS yang sangat cepat akhir-akhir ini diperkirakankarena penggunaan jarum suntik secara bergantian dikalangan IDU yang jumlahnya semakin banyak. Hal ini dijadikan alasan untuk mensahkantindakan memberikan jarum suntik steril dan subsitusi metadon bagipenyalahguna NARKOBA suntik.Saat ini, strategi subsitusi metadon dalam bentuk Program TerapiRumatan Metadon (PTRM) dan pembagian jarum suntik steril telah menjadisalah satu layanan di rumah-rumah sakit, puskesma-puskemas dan di klinik-klinik VCT (
voluntary Counseling and Testing)
.
 
DepKes menyediakan 75 rumahsakit untuk layanan CST (
Care Support and Treatmen
),
11
tercatat 18Puskesmas percontohan, 260 unit layanan VCT yang tersebar di seluruhIndonesia.
15
 Melalui layanan ini, para penasun (pengguna NARKOBA suntik) dapatdengan mudah memperoleh jarum suntik dan metadon dengan harga cukupmurah, yaitu sekitar Rp7500/butir. Kehidupan para penasun yang lebihteratur, tidak melakukan tindak kriminal selalu diopinikan untukmembenarkan upaya ini.
35
Namun benarkah upaya ini akan mengurangi risikopenularan HIV/AIDS? Jawabannya jelas tidak, mengapa?Subsitusi adalah mengganti opiat (heroin) dengan zat yang masihmerupakan sintesis dan turunan opiat itu sendiri, misalnya metadon,buphrenorphine HCL, tramadol, codein dan zat lain sejenis.
 
Subsitusi padahakekatnya tetap membahayakan, karena semua subsitusi tersebut tetapakan menimbulkan gangguan mental,
36
termasuk metadon. Selain itu
3

Activity (23)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Chaidir Leonardo added this note
kenapa KONDOM jadi permasalah............pencegahan HIV melalui kondom jgn di kaitkan dengan meksud menghalalkan zina.....tapi perspektifnya UNTUK MEMUTUSKAN PENULARAN.....mari kita kaji kondom menurut Islam.........Kita semua sepakat ZINA HARAM..........................Pencegahannya hanya dengan Ilmu penegtahuaan dan tingkatkan keimanan.
Luxvera liked this
Fandhy'e Mpc added this note
betul betul
Fatona Agung liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->