Copyright:
Attribution Non-commercial
The Doc NAME should be Chill Out Folks! MUST READ. DO READ PLEASE, also INDONESIAN people.
Ooops! Wewewewe...salah LAGI grammar-nye, kudunya itu...
(More)
The Doc NAME should be Chill Out Folks! MUST READ. DO READ PLEASE, also INDONESIAN people.
Ooops! Wewewewe...salah LAGI grammar-nye, kudunya itu I was just finished downloading, adalah: I just finished bla-bla-bla....TANPA WAS. Pengung tenan aku.... lha, udah bau tanah kata wong wong mBetawi..
bai-de-we, udah NUDUH NUDH may nagcoun Pra-Pilpres pihak lain (ya kan cuma kubu Mega-Bowo et JK-Win to? Lha womg aku ga ikut ndaftar jadi calon INDEPENDEN kok, ya bukan aku lah yg dituduh mau NGACO!
Baru baru ini, yang NUDUH itu lalu NGAJAK rekonsiliasi, MINTA MAAF kek, pake INFO intelejen GOMBAL mukio! Ane hidup DUA PULUH ENAM taon dengan (alm ayah kami) maestro intel nasional! Jadi, geli kepingkel pingkel tenan dengerin DISINFO macam itu ) morning brief kepala, kalo di Amrik Directur CIA, ke End-User, ya GWB di White Houselah). Lh wong belasan taon yl selaku pejanat cukup senior, aku baca juga Laporan Intel ga lucu... lha wong di CNN aku dah ngliat, di brief itu ditulus TELAT pula.......
Cah sma saja bisa bikin info macam itu. TIDAK SELURUH INFO INTEL itu BENAR! Mau BUKTINYA? Baca, the Ten Downing Street Letter re INVASI ke IRak dsb.... penyakit CIA kok nular ya?
Mbokya macam Pak Harto dulu, merasa -- kuulangi - MERASA bahwa waktu itu May.Jen. SARWO EDHI WIBOWO yg sangat populer mau nyaingin beliau, beliau lantas NJOTAK (baca Surat Terbukaku di sini kepada Pres. SBY selaku Capres Menang 2004) sang eks Kumendan RPKAD itu. Tapi Pak Harto SANGAT FAIR.
Ketika merasa pula dicuekin Pak Harto, pak Sarwo Edhy melakukan konfirmasi, face-to-face MENGHADAP Pak Harto di CENDANA.
Pak Sarwo bertanya, kira kira begini: "Bapak marah dengan saya?""
Pak Harto yang TIDAK KAGETAN, TIDAK UJLAG-UJLUG, TIDAK PANIKAN itu kalem, beliau perlihatkan sebuah DOKUMEN yang ada tandatangan Pak Sarwo. Lha langsung dijawablah oleh sang jenderal bintang dua itu, "Pak itu TANDATANGAN saya diPALSUkan. Saya difitnah oleh..." .ga usah kusebutlah, jenderal amat sangay ANTI ISLAM yg MEMFITNAH Pak SArwo Edhie itu. Lha wong jenderal bintang empat itu sudah wassalam mendahului Pak Harto. Lha gimana ga ANTI ISLAM?
Ketka jenderal ANTI ISLAM itu kumendan RPKAD, setiap PAGI pukul empat seluruh perwira dan anak buah digojlog latihan gerak badan atau exercise di lapangan di Cijantung itu sejak pukul 4 pagi Maksudnya, biar perwira dan non-perwira Muslim TIDAK SHALAT Subuh!!!
Juga, seluruh pamen di kantornya, dulu di MERDEKA BARAT, DILARANG membawa SAJADAH ke kantor, kata jenderal ANTI ISLAM tapi dielu-elukan sebagai prejurit jagoan itu, "Ini KANTOR bukan MASJID!" secara sagat ketus, macam profil wajahnya yang GA PERNAH SENYUM itu!
Lha yang ceritera ini KOLONEL, alm PAMANku adik kandung alm. ayah kami kok. Itu paman SEANGKATAN dan SEKAMAR dengan itu jenderal ANTI-ISLAM ketika ikuti diklat perwira di Bandung!
Ketika itu, sang kolonel TNI-AD (Itjen AD) menjelang pensiun, oleh Dephankam diorbitkan masuk Fraksi ABRI di DPR, tapi ketika sampai ke meja sang jenderal ANTI ISlam itu, langsung DICORET! Sebab, dia tahu si kolonel sangat amat JUJUR itu ADI KANDUNG Jussac, MR --yang sangat dimusuhi oleh sang jenderal ANTI ISLAM itu. Kalo seumur, tak kamplengi itu jenderal! Aaparat intel sang jenderal ANTI ISLAM itu, dulu, sudah pangsiun dari DPR-RI pu, surat surat pribadi al. ayah kami di Kotak Pos DIBUKA secara ILEGAL oleh mereka!
Potong jari kelingkingku LAGI, yang pernah putus kesambar BERETTA di Amrik dulu, disambung (enam jam operasi mikro) lagi, jika aku mengada ada tentang jenderal ANTI-ISLAM itu dan kisah dengan alm. paman kami sang kolonel adik kandung Jussac MR. Lha gimana dia pernah ikut perang Revolusi 1948/59 Clash I & II, lha wong UMUR dia dan sang kolonel adik alm ayah kami, DI BAWAH umur alm. ayah kami yang Eks, TP-Brigade XVII TNI melawan Belanda??? Itu jenderal TIDAK PERNAH ikut perang tsb! Ya nasib baiklah yang membawa dia menjadi tentara nasional, dan akhirnya mencapai posisi puncak jenderal!
Jika pernah di TP-TNI, di sektor mana k
(Less)
Add a Comment