siswa berjalan sedikit tertatih-tatih dengan kruk,menyodorkan tangannya seraya mengucapkan salamkepada saya. Senyum dan tatap matanya yang begitutulus membuat saya merasa
enjoy
membalas salamnya.Itu baru kesan pertama, yang nyaris lewat begitu sajaandaikata saya tak berusaha me-
review
masa lalu saya.Setelah beberapa bulan, saya baru tahu bahwa Satrio,yang berjalan dengan kruk tadi, adalah salah satu pengurus rohis di sekolah ini, saat itu.Kesan selanjutnya baru nampak setelah episode penataran P4 yang penuh
gojlokan
usai. Kakak-kakak kelas kini menampakkan keasliannya –ramah dan gaul-. Namun buat saya, itu amat wajar. Yang luar biasaadalah, kakak-kakak kelas banyak yang
turun ke bawah
ke kelas satu untuk menjalin silaturrahim.Mempersatukan hati dan hati yang tidak salingmengenal sebelumnya dengan ikatan kalimat persaksianorang yang menyerahkan dirinya kepada Yang MahaMenciptakan dan Mengembalikan.Harya adalah salah satu di antara kakak-kakak kelas yang secara rutin menyambangi kelas kami.Bersama dua kakak kelas lainnya, ia membimbinganak-anak kelas satu-tiga untuk mengenal siapa ituAllah, dan seberapa jauh pentingnya iman dan amalshaleh dalam kehidupan manusia. Apalagi kedua hal itufaktor penting yang menyelamatkan setiap hamba saatkembali ke hadirat-Nya.Cara Harya menurutku unik. Di antara ketiga kakak kelas yang menyambangi kelas kami, dialah yang paling lembut dan tenang. Dan kedekatannya terasalebih dekat di hati kami –tanpa saya bermaksudmengurangi rasa respek saya terhadap dua kakak kelasyang menjadi partnernya dalam berdakwah di kelaskami- sehingga kami benar-benar merasa diperlakukan
Leave a Comment