• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Insyafilah,Harya!
Sebut saja Harya, meski bukan itu sebenarnya panggilannya. Nama ini hanyalah sepenggal dari namalengkapnya yang tak perlu saya sebutkan di sini, demimenghormati sosok pemilik nama yang memiliki andilsangat besar menyelamatkan kehidupan saya dari cintadunia yang berlebihan dan membimbing saya menujucinta ilahi nan haq.Barangkali ia tidak dapat mengingat sayasepenuhnya, tentang apa yang telah dilakukannyaterhadap saya. Sejak kelulusannya dari SMA Negeri 1Surakarta, ia langsung menenggelamkan diri dalamkesibukan belajar, masuk ke STAN, mencapai prestasi bagus, lalu ditempatkan di salah satu instansi pemerintah yang cukup bergengsi dan menjanjikan gajilumayan tinggi. Sejak itu pulalah ia membuang habiskenangan-kenangan masa lalunya di SMA.Namun bagaimanapun, saya tidak dapatmelupakannya. Bahkan apapun kebaikan yang sayausahakan, itu hanya akan menambah pahala yang turutmengalir kepadanya, dengan izin Allah. Dan sayasangat berharap dengan pahala itu pula ia akan kembalisejalan, kembali di jalan dakwah seperti dulu kala …dan tampil lebih tegar tentunya!Ini bermula sejak pertengahan Juli 1993. Untuk  pertama kalinya saya melangkah menyusuri koridosalah satu sekolah favorit di kota Berseri. Ada seorang
 
siswa berjalan sedikit tertatih-tatih dengan kruk,menyodorkan tangannya seraya mengucapkan salamkepada saya. Senyum dan tatap matanya yang begitutulus membuat saya merasa
enjoy
membalas salamnya.Itu baru kesan pertama, yang nyaris lewat begitu sajaandaikata saya tak berusaha me-
review
masa lalu saya.Setelah beberapa bulan, saya baru tahu bahwa Satrio,yang berjalan dengan kruk tadi, adalah salah satu pengurus rohis di sekolah ini, saat itu.Kesan selanjutnya baru nampak setelah episode penataran P4 yang penuh
 gojlokan
usai. Kakak-kakak kelas kini menampakkan keasliannya –ramah dan gaul-. Namun buat saya, itu amat wajar. Yang luar biasaadalah, kakak-kakak kelas banyak yang
turun ke bawah
ke kelas satu untuk menjalin silaturrahim.Mempersatukan hati dan hati yang tidak salingmengenal sebelumnya dengan ikatan kalimat persaksianorang yang menyerahkan dirinya kepada Yang MahaMenciptakan dan Mengembalikan.Harya adalah salah satu di antara kakak-kakak kelas yang secara rutin menyambangi kelas kami.Bersama dua kakak kelas lainnya, ia membimbinganak-anak kelas satu-tiga untuk mengenal siapa ituAllah, dan seberapa jauh pentingnya iman dan amalshaleh dalam kehidupan manusia. Apalagi kedua hal itufaktor penting yang menyelamatkan setiap hamba saatkembali ke hadirat-Nya.Cara Harya menurutku unik. Di antara ketiga kakak kelas yang menyambangi kelas kami, dialah yang paling lembut dan tenang. Dan kedekatannya terasalebih dekat di hati kami tanpa saya bermaksudmengurangi rasa respek saya terhadap dua kakak kelasyang menjadi partnernya dalam berdakwah di kelaskami- sehingga kami benar-benar merasa diperlakukan
 
layaknya seperti adiknya sendiri. Terkesan gede rasakahsaya berkomentar tentang dirinya? Saya rasa tidak.Setahu saya, kami semua diperlakukan sama.Kesan saya yang paling dalam adalah,kesabarannya
nggulowentah
1
saya yang saat ituterbilang bandel. Kalau kakak-kakak kelas datang pas jam istirahat, saya langsung kabur ke kantin! Takutdibujuk-bujuk sholat dhuha. Tapi setelah berkali-kalikabur, akhirnya saya jadi tidak tega sendiri.
 Lha wong 
mereka datang dengan maksud baik 
kok 
malah ditinggalkabur. Hidayah pun datang bagaikan air menetes.Akhirnya setiap pulang jajan di kantin, terkadangdengan pizzaa yang tengah kulumatkan di mulut, Haryatidak segan-segan mengajak saya berbincang dan bersantai di luar kelas. Pada suatu ketika, dia memberisaya pengalaman baru yang belum pernah saya alamidalam keluarga, seumur hidup saya. Dia memeluk sayadengan erat, namun terasa sekali kelembutan terpancar dari hatinya. Saya tersentak, namun ekspresiketerkejutan itu telanjur tenggelam oleh reaksi diamsaya. Saya tidak sampai hati berprasangka buru padanya. Mungkin ini cara Harya mengekspresikankedekatan seorang kakak terhadap adiknya. Sesaat perasaan saya berdesir. Seakan saya sangatmendambakan kehadiran figur kakak laki-laki dalamhidup saya, karena kedua kakak kandung sayasemuanya perempuan.Suatu ketika menjelang libur semester, Haryamenawarkan kegiatan dakwah untuk 
ishlah
2
diri kepadasaya. Bahkan dengan segala cara ia berusaha membujuk saya. Mulanya saya merasa berat dengan tawaran dia
1
Mendidik, -Jawa.
2
Perbaikan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...