Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
26Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengaruh Suhu Terhadap Nilai Konduktivitas

Pengaruh Suhu Terhadap Nilai Konduktivitas

Ratings: (0)|Views: 1,495 |Likes:
Published by hendy04

More info:

Published by: hendy04 on Jul 20, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

pdf

text

original

 
ANALISA PERPINDAHAN PANAS PADA PITOT TUBE 0856MG
Roy Indra Lesmana
Fakultas Teknik, Jurusan Teknik MesinUniversitas Jenderal Achmad Yani, Cimahi – BandungEmail: royindralesmana@gmail.com
 Abstrak 
Bongkahan es akan terbentuk pada ujung
 pitot tube
pesawat terbang. Diperlukan panas tertentu untuk dapat mencegah terbentuknya bongkahan es aga
 pitot tube
tetap berfungsi. Panas yang diperlukan dapat berubah sesuai yang diperlukan agar tidak merusak struktur pesawat. Diperlukan perhitungan secara konveksi dan konduksi untuk mengetahuirata-rata perpindahan panas dan temperatur pemanas
 pitot tube
.Kata Kunci:
 Pitot Tube
, Konveksi, Konduksi.
Notasi
=
Temperatur / Suhu [F]
=
 ρ 
Masa jenis [lbm/ft
3
]
=
ν 
Kinematik viskositas [ft
2
/s]
=
Konduktivitas thermal [Btu/hr.ft.F]
=
 pr 
Prandtl number 
=
 x
 jarak [ft]
=
h
koefisien perpindahan panas[Btu/hr.ft
2
.F]
=
q
rata-rata perpindahan panas [Btu/hr]
=
Re
Reynold number 
=
Kecepatan udara [ft/s]
=
 L
Panjang [ft]
=
w
Lebar [ft]
=
 A
Luas [ft
2
]Subscript
=
c
Konveksi
=
Konduksi
=
Aliran bebas
=
 s
Dinding
=
as
Pemanas
=
 L
Sepanjang
 pitot tube
=
Lokal
Pendahulun
 Pitot tube
0856MG dipasang pada pesawat Beechcraft 1900D. Pesawat initerbang biasanya pada ketinggian sampai25000 ft diatas permukaan laut dan padakecepatan 260 knots atau setara dengan 439ft/s.
 Pitot tube
 berfungsi sebagai alatnavigasi pesawat untuk dapat mengetahuiketinggian, kecepatan dan tekanan.Prinsip kerja
 pitot tube
yaitu denganmembandingkan tekanan antara tekanan totalyang didapat dari
 pitot tube
dan tekana statik yang didapat dari
 statik tube
. Dengan perbedaan tekanan yang didapat (tekanandinamik), sehingga bisa diketahui kecepatan pesawat dan berbagai parameter lain sesuaidengan tabel
 International Standard  Atmosphere (ISA)
.
Gambar 1. Pitot Tube
Terdapat beberapa fenomena ketika pesawat terbang pada ketinggian tertentu dankecepatan tertentu, yaitu dengan suhu yangsangat dingin sangat mudah terbentuknya es pada ujung-ujung bagian depan (
leading edge
) pesawat, salah satunya yaitu
 pitot tube.
Untuk mencegah terbentuknya es padamulut
 pitot tube
yang dapat mengganggufungsi dari
 pitot tube
tersebut, maka
1
|
Page
 
dipasangkan sebuah sistem yang dikenaldengan istilah
 Anti Icing System
. Prinsipkerja dari sistem ini yaitu dengan caramemberikan pemanas pada
 pitot tube
.Pemanas akan memberikan perlawanan suhuterhadap suhu yang berasal dari lingkungan(
ambient 
).
Gambar 2. Aliran udara pada Pitot Tube
Pada kali ini akan dilakukan perhitunganmengenai perpindahan panas yang terjadi pada beberapa ketinggian pesawat pada saatterbang, yaitu pada ketinggian 10000 ftsampai 25000 ft dengan skala kenaikan tiap1000 ft. Material yang digunakan
 pitot tube
0856MG tidak diketahui, maka pada analisaini material yang digunakan diasumsikanmenggunakan tembaga murni (
Copper Pure
)dengan nilai konduktivitas panasnya 224Btu/hr ft F (pada suhu 32 F).
Gambar 3. Penampang Pitot Tube
Pada gambar 3 diatas diperlihatkan pe-nampang
 pitot tube
secara sederhana. Pan- jang
 pitot tube
(L) dari pemanas ke ujung
 pitot tube
diketahui sebesar 0,65 ft. Jari-jaridalam (
) sebesar 0,0295 ft dan jari-jari luar (
 R
) sebesar 0,0328 ft. Pada analisa ini jugadapt dilihat besar suhu yang diperlukan pe-manas untuk mencegah terbentuknya es padaujung pitot tube.
Teori Dasar
Sistem perpindahan panas dibagi menjadi3 jenis, yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.Secara umum, ketiga jenis tersebutdibedakan berdasarkan media dalam upayamemindahkan energi panas. Konduksimenggunakan media padat, konveksimenggunakan media fluida, sedangkanradiasi menggunakan media gelombangelektromagnetik. Pada kasus ini, metodeyang digunakan adalah secara konduksi dankonveksi.Proses perpindahan panas secara konduksi bila dilihat secara atomik merupakan pertukaran energi kinetik antar molekul(atom), dimana partikel yang energinyarendah dapat meningkat dengan menumbuk  partikel dengan energi yang lebih tinggi.Untuk perpindahan panas secara konduksi,setiap material mempunyai nilaikonduktivitas panas (
) [Btu/hr ft F], yangmempengaruhi besar perpindahan panasyang dilakukan pada suatu material.
 L Aq
=
..
(1)Apabila kalor berpindah dengan cara ge-rakan partikel yang telah dipanaskan dika-takan perpindahan kalor secara konveksi.Bila perpindahannya dikarenakan perbedaankerapatan disebut konveksi alami (
 FreeConvection
) dan bila didorong, misal dengan
 fan
atau pompa disebut konveksi paksa(
 Forced Convection
). Besarnya per-pindahan panas secara konveksi tergantung pada :
Luas permukaan benda yang bersing-gungan dengan fluida (A).
Perbedaan suhu antara permukaan benda dengan fluida (
T), dan juga,
koefisien konveksi (h), yang tergantung pada:
viscositas fluida (µ)
kecepatan fluida (
v
)
 perbedaan temperatur antara permu-kaan dan fluida (
)
kapasitas panas fluida (Cp)
rapat massa fluida (
 ρ 
)
2
|
Page
 
h Lwq
c
=
...
(2)Aliran fluida pada plat datar dapatdigambarkan seperti pada gambar 4. Terda- pat dua jenis aliran yang mengalir pada platdatar yaitu laminar dan turbulen. Kedua jenisaliran ini berpengaruh terhadap besar per- pindahan panas yang terjadi.
Gambar 4. Aliran fluida pada plat datar
Untuk mengetahui perpindahan panas pada aliran laminar, harus diketahui panjangaliran laminar terlebih dahulu, dimana panjang aliran laminar tersebut dipengaruhioleh nilai kinematik viskositas (
v
), Reynoldnumber dan kecepatan aliran udara. NilaiReynold number pada aliran laminar bernilaisekitar 2x10
5
.
=
 x
cc
Re.
ν 
(3)Maka besar koefisien perpindahan panassecara konveksi untuk sepanjang aliranlaminar atau lokal adalah:
2/13/1
Re.664,0
ccc
pr  xh
=
(4)Untuk menghitung perpindahan panaskeseluruhan atau sepanjang L, maka harusditentukan dulu nilai Reynold number sepanjang plat (
 Re
 L
) dan koefisien perpin-dahan panas konveksi keseluruhan (
L
h
).
ν 
 L
 L
=
Re
(5)Koefisien perpindahan panas rata-ratasepanjang plat dengan mengabaikan koreksiviskositas menurut “Withakerdan untuk memepertahankan ketergantungan sifat-sifatfluida terhadap suhu, maka nilai koefsien perpindahan panas dapat diperoleh:
( )
9200Re.036,0
8,043,0
=
L L L
pr  xh
(6)
Identifikasi Masalah dan perhitungan
Pada analisa ini, pesawat dianggap diamdan udara mengalir dengan kecepatan pesa-wat. Pada
 pitot tube
, udara didalam lubang
 pitot tube
tidak mengalir, maka perhitungan perpindahan panas dalam lubang diabaikan,dan udara yang mengalir dipermukaan luar  pitot tube diasumsikan seperti udara yangmengalir pada plat datar. Kecepatan aliranudara yang terjadi diperkirakan sebesar 260knots atau sebesar 0,4 Mach, maka dari itu, perhitungan perpindahan panas yang terjaditidak menggunakan perhitungan pada alirankecepatan tinggi, dikarenakan perhitungan pada aliran kecepatan tinggi untuk alirandengan kecepatan lebih dari 0,5 Mach.Perpindahan yang terjadi pada
 pitot tube
,dapat digambarkan seperti pada gambar 5.Suhu ambient berpengaruh terhadap ujung pitot tube dan suhu dari pemanas juga berpengaruh terhadap pitot tube.
Gambar 5. Ilustrasi perpindahan panas
Untuk menjaga suhu pada ujung pitot tubedari pengaruh suhu ambient dan suhu pema-nas, besar rata-rata perpindahan panas secarakonveksi sama dengan besar perpindahan panas yang terjadi secara konduksi atau bisadi gambarkan secara matematik menjadi:
c
qq
=
(7)
3
|
Page

Activity (26)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Ari Wibowo liked this
Sarah Noviatri liked this
Astya Septarini liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->