Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
4Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
ETIKA

ETIKA

Ratings: (0)|Views: 903 |Likes:
Published by abing88

More info:

Published by: abing88 on Jul 21, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2010

pdf

text

original

 
ETIKA, AGAMA, DAN SISTEM EKONOMI
 I. ETIKA
Jika ilmu ekonomi modern cenderung memisahkan ajaran
efisiensi
dari ajaran
etika
yaitu ajaran benar-salah, atau ajaran adil-tidak adil, maka
ekonomika eti
(
ethical economics
) memaksakan penyatuan keduanyasebagaimana diteliti mendalam oleh Max Weber.
 By economic ethic he meant, as he did in his first study (The Protestant  Ethic), not ethical and theological theories but the practical impulses toward action that derive from religion
 Teresa Lunati dalam buku
Ethical Issues in Economics
(Macmillan,1997) secara lugas membedakan
economic man
vs
ethical man
,
Neoclassicalfirms
vs
ethical firms
, dan
Neoclassical markets
vs
ethical markets
sebagai berikut Moral values and norms such as altruism, cooperation, solidarity, trust,honesty, truth – telling, obligation, duty, commitment, fairness, equality, arethe main values of ethical man, of ethical firms, and ethical markets.Kaitan erat antara
etika
dan
sistem ekonomi
menjadi makin jelasterlihat melalui peranan
idiologi
, untuk memberi dan sebagai pembenaran(
 justification
) dari sistem ekonomi yang diterapkan.
The pre-reguisites for an economic system is a set of 
rules
 , an
idelogy
to justify them, and a
conscience
in individual which makes him strife to carrythem out 
 Di Indonesia jika Pancasila kita terima sebagai ideologi bangsa makasistem ekonomi nasional tentu mengacu pada Pancasila, baik secara utuh(gotong royong, kekeluargaan) maupun mengacu pada setiap Silanya:1.Ke-Tuhanan Yang Maha Esa: Perilaku setiap warga Negara digerakkanoleh rangsangan ekonomi, sosial, dan
moral
;2.Kemanusiaan yang adil dan beradab: Ada tekad seluruh bangsa untumewujudkan
kemerataan nasional
;3.Persatuan Indonesia:
Nasionalisme
ekonomi;
 
4.Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan /perwakilan:
Demokrasi Ekonomi
;dan5.Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia: Desentralisasi dan
OtonomiDaerah
.
 Economic Ethic is “The practical impulses for (economic) actionwhich are founded in the psychological and pragmatic contexts of religion.”
Kemampuan Ilmu Ekonomi Neoklasik 
ala
Paul Samuelson menguasai pemikiran ekonomi dunia adalah karena penyebarannya menggunakanmetode-metode agama.
Samuelson migt be judged a large scientific failure and a great religious and economic success. Beneath the surface of their economictheorizing, economist are engaged in an act of religious messages. Correctlyunderstood these messages are seem to be promises of the true path to a salvation in this world to a new heaven on earth.
Pada masa orde Baru, Pancasila pernah hampir menyaingi agama d.h.iagama Islam, sehingga TAP tentang P4 tahun 1978 diprotes oleh sejumlah partai-partai Islam. Namun pada akhir orde baru terbukti ”Sistem EkonomiPancasila” gagal diterima dan masyarakat malah berbalik merasa ”alergi”menggunakan istilah Pancasila sebagai acuan sistem ekonomi, dan acuan itudigeserkan ke
Sistem Ekonomi Kerakyatan
.
II. AGAMA
 Buku Max Weber The
Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism
(1904-5) menggambarkan hubungan erat antara (ajaran-ajaran) agama danetika kerja, atau antara penerapan ajaran agama dengan pembangunanekonomi. Weber mulai dengan analisis ajaran agama Kristen Protestan, danmenjelang akhir hayatnya dibahas pula (sosiologi) agama Cina (1915,Taoisme dan Confucianisme), India (1916, Hindu dan Budha), dan Yudaisme(1917).
 
Yang menarik, meskipun Weber merumuskan kesimpulannya setelahmempelajari secara mendalam ajaran-ajaran agama besar di dunia ini, namun berulang kali dijumpai kontradiksi-kontradiksi.
The church did influence people’s attitudes toward the economy but mostly in a negative manner because the economic mentality it furthered wasessentially traditionalistic. The church like hierocracy more generally hascasually encouraged a ”non-capitalistic and partly anti-capitalistic”(mentality
 Dalam ekonomi Islam etika agama kuat sekali melandasi hukum-hukumnya. Namun juga disini banyak keberhasilan ekonomi malahandidasarkan pada penyimpangan ajaran-ajarannya. Maka terkuaklah ”rahasia”kontradiksi. Kapitalisme berhasil di kalangan umat Kristen karena perintah- perintah agama dikesampingkan, dan sebaliknya umat Islam miskin karena banyak firman Allah ditinggalkan.Etika dan Perilaku Ekonomi. Etika sebagai ajaran baik-buruk, benar-salah, atau ajaran tentang moral khususnya dalam perilaku dan tindakan-tindakan ekonomi, bersumber terutama dari ajaran agama. Itulah sebabnya banyak ajaran dan paham dalam ekonomi Barat menunjuk pada kitab
 Injil 
(
 Bible
), dan etika ekonomi Yahudi banyak menunjuk pada
Taurat 
. Demikian pula etika ekonomi Islam termuat dalam lebih dari seperlima ayat-ayat yangdimuat dalam Al-Quran. Namun jika etika agama Kristen-Protestan telahmelahirkan semangat (spirit) kapitalisme, maka etika agama Islam tidak mengarah pada Kapitalisme maupun Sosialisme. Jika Kapitalismemenonjolkan sifat individualisme dari manusia, dan Sosialisme padakolektivisme, maka Islam menekankan empat sifat sekaligus yaitu:1.Kesatuan (
unity
)2.Keseimbangan (
equilibrium
)3.Kebebasan (
 free will 
)4.Tanggungjawab (
responsibilit 
y)

Activity (4)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
Nyonya Crab liked this
mouwks liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->