Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Isu Global

Isu Global

Ratings:
(0)
|Views: 4|Likes:
Perang Dingin dan Indonesia
Perang Dingin dan Indonesia

More info:

Published by: Eirene Yulian Adelin on Oct 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/10/2015

pdf

text

original

 
I. Pendahuluan
Perang Dingin (Cold War) ditandai dengan pembagian blok yang kontra antaraBlok Timur pimpinan Uni Soviet yang berhaluan komunis dengan blok Barat pimpinanAmerika Serikat yang menganut kapitalisme. Hubungan internasional pada kurun waktusejak berakhirnya Perang Dunia II tak lepas dari kerangka Perang Dingin.Dominasi Uni Soviet dan Amerika Serikat terhadap para sekutunya menyebabkanhubungan internasional sangat dipengaruhi kepentingan kedua negara adidaya. Tidak mengherankan muncullah blok-blok aliansi yang lebih didasarkan pada persamaanideologis. Hampir semua langkah diplomatik dipengaruhi oleh tema-tema ideologis yangkemudian dilengkapi dengan perangkat militer.Pertentangan sistem hidup komunis dan liberal ini sedemikian intensifnyasehingga pada akhirnya perlombaan senjata tak dapat dihindarkan lagi karena dengan jalan menumpuk kekuatan nuklir itulah jalan terakhir menyelamatkan ideologinya.Menurut Juwono Sudarsono (1996), secara resmi apa yang dikenal sebagai PerangDingin berakhir pada kurun waktu 1989-1990 dengan runtuhnya Tembok Berlin pada 9 November 1989 serta menyatunya Jerman Barat dan Timur pada 3 Oktober 1990.Perkembangan itu disusul dengan bubarnya Uni Soviet pada 25 Desember 1991 bersamaan dengan mundurnya Mikhail Gorbachev sebagai kepala negara.Setelah berakhirnya Perang Dingin yang ditandai antara lain runtuhnya Tembok Berlin dan bubarnya Uni Soviet, Amerika Serikat menjadi satu-satunya negara adidaya.Artikel ini berusaha mengeksplorasi tema-tema yang muncul dalam hubunganinternasional setelah Perang Dingin. Munculnya tema-tema baru atau berlanjutnya tema-tema lama dalam kerangka hubungan antar bangsa tak hanya mengubah cara pandangnegara besar terhadap negara kecil tetapi juga dalam tingkat tertentu bisa menggeser poladiplomasi antar negara.1
 
II. Posisi Internasional
Memahami posisi internasional berbeda dengan memahami perilaku politik tiapnegara. Untuk memahami perilaku politik tiap negara, kita harus memahami konsep danmetode politiknya seperti telah dijelaskan. Sedang untuk memahami posisi internasional,kita harus memahami hubungan internasional yang ada.Posisi internasional adalah struktur hubungan-hubungan internasional yang berpengaruh, atau keadaan yang melingkupi negara pertama dan negara-negara yang bersaing dengannya.Untuk memahami posisi internasional itu, harus dipahami 4 (empat) tipologinegara berikut :1.Negara pertama (
al-daulahal-ula
), yaitu negara yang paling berpengaruh terhadap politik internasional, seperti AS sekarang.2.Negara pengikut (
al-daulah al-tabi’ah
), yaitu negara yang terikat dengan negaralain dalam politik luar negerinya dan sebagian masalah dalam negerinya.Misalnya, Mesir terhadap AS; dan Kazakhstan terhadap Rusia.3.Negara satelit (
al-daulah allati fi al-falak 
), yaitu negara yang politik luar negerinya terikat dengan negara lain dalam ikatan kepentingan, bukan dalamikatan sebagai pengikut. Misalnya Jepang terhadap AS; Australia terhadap ASdan Inggris; Kanada terhadap AS, Inggris, dan Perancis; dan Turki terhadapInggris dan AS.4.Negara independen (
al-daulah al-mustaqillah
), yaitu negara yang mengelola politik dalam dan luar negerinya sesuai kehendaknya sendiri atas dasar kepentingannya sendiri. Misalnya Perancis, Cina, dan Rusia.Selain itu, untuk memahami posisi internasional kita juga harus memahamiKonvensi dan UU Internasional yang berlaku di dunia. HT mengingatkan, bahwa UUInternasional sekarang, asal-usulnya adalah tradisi negara-negara Kristen Eropa padaabad ke-16 M yang berusaha menghadang ekspansi jihad Khilafah Utsmaniyah. Jadi,sebutan "internasional" itu sebenarnya dusta dan penipuan.2
 
Motif-motif yang mendorong konflik internasional juga harus dipahami dalamrangka memahami posisi internasional. Hanya ada dua motif konflik :
 Pertama
, cintakepemimpinan dan kebanggaan.
 Kedua
, dorongan di balik manfaat-manfaat material.Cinta kepemimpinan (
hubb al-siyadah
) bisa berupa cinta kepemimpinan terhadap umatdan bangsa, seperti halnya Nazisme Jerman dan Fasisme Italia. Bisa juga berupa cintakepemimpinan terhadap ideologi dan penyebaran ideologi, sebagaimana halnya negaraKhilafah selama hampir 1300 tahun.3

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->