Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pengertian Hadits

Pengertian Hadits

Ratings: (0)|Views: 112|Likes:
Published by angkutan
Pengertian Hadits
Pengertian Hadits

More info:

Published by: angkutan on Oct 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/09/2014

pdf

text

original

 
PENGERTIAN HADITS
Hadits adalah perkataan dan perbuatan dari Nabi Muhammad SAW. Hadits sebagai sumber hukumdalam agama Islam memiliki kedudukan kedua pada tingkatan sumber hukum di bawah Al-Qur'an.
STRUKTUR HADITS
Secara struktur hadits terdiri atas dua komponen utama yakni sanad/isnad (rantai penutur) danmatan (redaksi).
 
SanadSanad ialah rantai penutur/perawi (periwayat) hadits. Sanad terdiri atas seluruh penuturmulai dari orang yang mencatat hadits tersebut dalam bukunya (kitab hadits) hinggamencapai Rasulullah. Sanad, memberikan gambaran keaslian suatu riwayat. Jika diambil daricontoh sebelumnya maka sanad hadits bersangkutan adalahAl-
Bukhari > Musaddad > Yahya > Syu’bah > Qatadah > Anas > Nabi Muhammad SAW
 
 
MatanMatan ialah redaksi dari hadits. Terkait dengan matan atau redaksi, maka yang perludicermati dalam mamahami hadits ialah:Ujung sanad sebagai sumber redaksi, apakah berujung pada Nabi Muhammad ataubukan.Matan hadits itu sendiri dalam hubungannya dengan hadits lain yang lebih kuat sanadnya(apakah ada yang melemahkan atau menguatkan) dan selanjutnya dengan ayat dalam AlQuran (apakah ada yang bertolak belakang).
KLASIFIKASI HADITS
Hadits dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria yakni bermulanya ujung sanad, keutuhanrantai sanad, jumlah penutur (periwayat) serta tingkat keaslian hadits (dapat diterima atau tidaknyahadits bersangkutan).1.Berdasarkan Ujung SanatBerdasarkan klasifikasi ini hadits dibagi menjadi 3 golongan yakni marfu' (terangkat), mauquf (terhenti) dan maqtu' :
 
Hadits Marfu' adalah hadits yang sanadnya berujung langsung pada Nabi Muhammad SAW(contoh: hadits sebelumnya)
 
Hadits Mauquf adalah hadits yang sanadnya terhenti pada para sahabat nabi tanpa adatanda-tanda baik secara perkataan maupun perbuatan yang menunjukkan derajat marfu'.Contoh: Al Bukhari dalam kitab Al-Fara'id (hukum waris) menyampaikan bahwa Abu Bakar,Ibnu Abbas dan Ibnu Al-Zubair mengatakan: "Kakek adalah (diperlakukan seperti) ayah".
 
Namun jika ekspresi yang digunakan sahabat seperti "Kami diperintahkan..", "Kami dilaranguntuk...", "Kami terbiasa... jika sedang bersama rasulullah" maka derajat hadits tersebuttidak lagi mauquf melainkan setara dengan marfu'.
 
Hadits Maqtu' adalah hadits yang sanadnya berujung pada para Tabi'in (penerus). Contohhadits ini adalah: Imam Muslim meriwayatkan dalam pembukaan sahihnya bahwa Ibnu Sirinmengatakan: "Pengetahuan ini (hadits) adalah agama, maka berhati-hatilah kamu darimanakamu mengambil agamamu".Keaslian hadits yang terbagi atas golongan ini sangat bergantung pada beberapa faktor lainseperti keadaan rantai sanad maupun penuturnya. Namun klasifikasi ini tetap sangat pentingmengingat klasifikasi ini membedakan ucapan dan tindakan Rasulullah SAW dari ucapan parasahabat maupun tabi'in dimana hal ini sangat membantu dalam area perkembangan dalamfikih .2. Berdasarkan keutuhan rantai/lapisan sanadBerdasarkan klasifikasi ini hadits terbagi menjadi beberapa golongan yakni Musnad, Munqati',Mu'allaq, Mu'dal dan Mursal.Keutuhan rantai sanad maksudnya ialah setiap penutur pada tiap tingkatan dimungkinkan secarawaktu dan kondisi untuk mendengar dari penutur di atasnya.Ilustrasi sanad : Pencatat Hadits > penutur 4> penutur 3 > penutur 2 (tabi'in) > penutur 1(Parasahabat) > Rasulullah SAW
 
Hadits Musnad, sebuah hadits tergolong musnad apabila urutan sanad yang dimiliki haditstersebut tidak terpotong pada bagian tertentu. Yakni urutan penutur memungkinkanterjadinya transfer hadits berdasarkan waktu dan kondisi.
 
Hadits Mursal. Bila penutur 1 tidak dijumpai atau dengan kata lain seorang tabi'inmenisbatkan langsung kepada Rasulullah SAW (contoh: seorang tabi'in (penutur2)mengatakan "Rasulullah berkata" tanpa ia menjelaskan adanya sahabat yang menuturkankepadanya).
 
Hadits Munqati' . Bila sanad putus pada salah satu penutur yakni penutur 4 atau 3
 
Hadits Mu'dal bila sanad terputus pada dua generasi penutur berturut-turut.
 
Hadits Mu'allaq bila sanad terputus pada penutur 4 hingga penutur 1 (Contoh: "Seorangpencatat hadits mengatakan, telah sampai kepadaku bahwa Rasulullah mengatakan...."tanpa ia menjelaskan sanad antara dirinya hingga Rasulullah).3. Berdasarkan jumlah penuturJumlah penutur yang dimaksud adalah jumlah penutur dalam tiap tingkatan dari sanad, atauketersediaan beberapa jalur berbeda yang menjadi sanad hadits tersebut. Berdasarkan klasifikasi inihadits dibagi atas hadits Mutawatir dan hadits Ahad.
 
Hadits mutawatir, adalah hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang dari beberapasanad dan tidak terdapat kemungkinan bahwa mereka semua sepakat untuk berdusta
 
bersama akan hal itu. Jadi hadits mutawatir memiliki beberapa sanad dan jumlah penuturpada tiap lapisan (thaqabah) berimbang. Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlahsanad minimum hadits mutawatir (sebagian menetapkan 20 dan 40 orang pada tiap lapisansanad). Hadits mutawatir sendiri dapat dibedakan antara dua jenis yakni mutawatir lafzhy(redaksional sama pada tiap riwayat) dan ma'nawy (pada redaksional terdapat perbedaannamun makna sama pada tiap riwayat)
 
Hadits ahad, hadits yang diriwayatkan oleh sekelompok orang namun tidak mencapaitingkatan mutawatir. Hadits ahad kemudian dibedakan atas tiga jenis antara lain :-
 
Gharib, bila hanya terdapat satu jalur sanad (pada salah satu lapisan terdapat hanyasatu penutur, meski pada lapisan lain terdapat banyak penutur)-
 
Aziz, bila terdapat dua jalur sanad (dua penutur pada salah satu lapisan)-
 
Mashur, bila terdapat lebih dari dua jalur sanad (tiga atau lebih penutur pada salah satulapisan) namun tidak mencapai derajat mutawatir.4. Berdasarkan tingkat keaslian haditsKategorisasi tingkat keaslian hadits adalah klasifikasi yang paling penting dan merupakan kesimpulanterhadap tingkat penerimaan atau penolakan terhadap hadits tersebut. Tingkatan hadits padaklasifikasi ini terbagi menjadi 4 tingkat yakni shahih, hasan, da'if dan maudu'
 
Hadits Shahih, yakni tingkatan tertinggi penerimaan pada suatu hadits. Hadits shahihmemenuhi persyaratan sebagai berikut:- Sanadnya bersambung;- Diriwayatkan oleh penutur/perawi yg adil, memiliki sifat istiqomah, berakhlak baik, tidakfasik, terjaga muruah(kehormatan)-nya, dan kuat ingatannya.-Matannya tidak mengandung kejanggalan/bertentangan (syadz) serta tidak ada sebabtersembunyi atau tidak nyata yg mencacatkan hadits.
 
Hadits Hasan, bila hadits yang tersebut sanadnya bersambung, diriwayatkan oleh rawi ygadil namun tidak sempurna ingatannya, serta matannya tidak syadz serta cacat.
 
Hadits Dhaif (lemah), ialah hadits yang sanadnya tidak bersambung (dapat berupa mursal,
mu’allaq, mudallas, munqati’ atau mu’dal)dan diriwayatkan oleh orang yang tidak adil atau
tidak kuat ingatannya, mengandung kejanggalan atau cacat.
 
Hadits Maudu, bila hadits dicurigai palsu atau buatan karena dalam rantai sanadnyadijumpai penutur yang memiliki kemungkinan berdusta.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->