Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Teknik Umum Dan Teknik Khusus Konseling

Teknik Umum Dan Teknik Khusus Konseling

Ratings: (0)|Views: 234 |Likes:
Teknik-teknik konseling
Teknik-teknik konseling

More info:

Published by: Fitria Intan Purwanti on Oct 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/26/2014

pdf

text

original

 
PROFESI KEPENDIDIKAN
Teknik Umum dan Teknik Khusus Bimbingan Konseling 
Disusun Oleh :
FITRIA INTAN PURWANTI 
 
1102642 / 2011 
 
PRODI PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKAJURUSAN TEKNIK ELEKTRONIKAFAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI PADANG2013
 
 Teknik Umum Konseling
Teknik umum merupakan teknik konseling yang lazim digunakan dalam tahapan-tahapankonseling dan merupakan teknik dasar konseling yang harus dikuasai oleh konselor. Untuk lebih jelasnya, di bawah ini akan disampaikan beberapa jenis teknik umum, diantaranya:1.
 
Perilaku AttendingPerilaku attending disebut juga perilaku menghampiri klien yang mencakupkomponen kontak mata, bahasa tubuh, dan bahasa lisan. Perilaku attending yang baik dapat :a.
 
Meningkatkan harga diri klien. b.
 
Menciptakan suasana yang amanc.
 
Mempermudah ekspresi perasaan klien dengan bebas.Contoh perilaku attending yang baik :a.
 
Kepala : melakukan anggukan jika setuju b.
 
Ekspresi wajah : tenang, ceria, senyumc.
 
Posisi tubuh : agak condong ke arah klien, jarak antara konselor dengan klien agak dekat, duduk akrab berhadapan atau berdampingan.d.
 
Tangan : variasi gerakan tangan/lengan spontan berubah-ubah, menggunakan tangansebagai isyarat, menggunakan tangan untuk menekankan ucapan.e.
 
Mendengarkan : aktif penuh perhatian, menunggu ucapan klien hingga selesai, diam(menanti saat kesempatan bereaksi), perhatian terarah pada lawan bicara.Contoh perilaku attending yang tidak baik :a.
 
Kepala : kaku b.
 
Muka : kaku, ekspresi melamun, mengalihkan pandangan, tidak melihat saat kliensedang bicara, mata melotot.c.
 
Posisi tubuh : tegak kaku, bersandar, miring, jarak duduk dengan klien menjauh,duduk kurang akrab dan berpaling.d.
 
Memutuskan pembicaraan, berbicara terus tanpa ada teknik diam untuk memberikesempatan klien berfikir dan berbicara.e.
 
Perhatian : terpecah, mudah buyar oleh gangguan luar.2.
 
EmpatiEmpati ialah kemampuan konselor untuk merasakan apa yang dirasakan klien, merasadan berfikir bersama klien dan bukan untuk atau tentang klien. Empati dilakukan sejalandengan perilaku attending, tanpa perilaku attending mustahil terbentuk empati.Terdapat dua macam empati, yaitu :a.
 
Empati primer 
 
Yaitu bentuk empati yang hanya berusaha memahami perasaan, pikiran dan keinginanklien, dengan tujuan agar klien dapat terlibat dan terbuka.Contoh ungkapan empati p
rimer :” Saya dapat merasakan bagaimana perasaan Anda”.” Saya dapat memahami pikiran Anda”.” Saya mengerti keinginan Anda”.
  b.
 
Empati tingkat tinggi,Yaitu empati apabila kepahaman konselor terhadap perasaan, pikiran keinginan serta pengalaman klien lebih mendalam dan menyentuh klien karena konselor ikut dengan perasaan tersebut. Keikutan konselor tersebut membuat klien tersentuh dan terbukauntuk mengemukakan isi hati yang terdalam, berupa perasaan, pikiran, pengalamantermasuk penderitaannya.Contoh ungkapan empati tingkat tinggi : Saya dapat merasakan apa yang Anda
rasakan, dan saya ikut terluka dengan pengalaman Anda itu”.
 3.
 
RefleksiRefleksi adalah teknik untuk memantulkan kembali kepada klien tentang perasaan, pikiran, dan pengalaman sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan nonverbalnya. Terdapat tiga jenis refleksi, yaitu :a.
 
Refleksi perasaan,Yaitu keterampilan atau teknik untuk dapat memantulkan perasaan klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.
Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan adalah ….”
  b.
 
Refleksi pikiran,Yaitu teknik untuk memantulkan ide, pikiran, dan pendapat klien sebagai hasil
 pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.Contoh : Tampaknyayang Anda katakan…”
 c.
 
Refleksi pengalaman,Yaitu teknik untuk memantulkan pengalaman-pengalaman klien sebagai hasil pengamatan terhadap perilaku verbal dan non verbal klien.
Contoh : ” Tampaknya yang Anda katakan suatu…”
 4.
 
EksplorasiEksplorasi adalah teknik untuk menggali perasaan, pikiran, dan pengalaman klien.Hal ini penting dilakukan karena banyak klien menyimpan rahasia batin, menutup diri,atau tidak mampu mengemukakan pendapatnya. Dengan teknik ini memungkinkan klienuntuk bebas berbicara tanpa rasa takut, tertekan dan terancam. Seperti halnya pada teknik refleksi, terdapat tiga jenis dalam teknik eksplorasi, yaitu :a.
 
Eksplorasi perasaan,Yaitu teknik untuk dapat menggali perasaan klien yang tersimpan.
Contoh :” Bisakah Anda menjelaskan apa perasaan bingung yang dimaksudkan….”
  b.
 
Eksplorasi pikiran,Yaitu teknik untuk menggali ide, pikiran, dan pendapat klien.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->