Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
25Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Latar Belakang Dan Penganjur Sosialisme

Latar Belakang Dan Penganjur Sosialisme

Ratings:

3.0

(1)
|Views: 4,087 |Likes:
Published by fbp-fbp
Mengisahkan bagaimana asal mula faham sosialisme itu terbentuk dan secara perlahan menjadi sebuah sistem ekonomi dan ideologi. Disini juga mengisahkan akan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran faham sosialisme ini. Tulisan ini saya tulis ulang dari sumber yang tidak say aketahui, sebab saya suka akan isinya. Semoga tulisanini bermanfaat untuk pengetahuan. Oh ya...sejarah akan sosialis juga sering muncul dalam matakuliah, jadi saya upload bilamana ada teman-teman yang membutuhkannya.
Mengisahkan bagaimana asal mula faham sosialisme itu terbentuk dan secara perlahan menjadi sebuah sistem ekonomi dan ideologi. Disini juga mengisahkan akan tokoh-tokoh yang berpengaruh dalam penyebaran faham sosialisme ini. Tulisan ini saya tulis ulang dari sumber yang tidak say aketahui, sebab saya suka akan isinya. Semoga tulisanini bermanfaat untuk pengetahuan. Oh ya...sejarah akan sosialis juga sering muncul dalam matakuliah, jadi saya upload bilamana ada teman-teman yang membutuhkannya.

More info:

Published by: fbp-fbp on Jul 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/24/2013

pdf

text

original

 
LATAR ELAKANG DAN PENGANJUR SOSIALISME
Sosialisme muncul sebagai faham ekonomi dan kemasyarakaratan pada akhir abad ke-18 dan awal abadke-19 masehi di Eropa. Revolusi industri yang terjadi di Inggris telah memunculkan kelas baru dalammasyarakat, yaitu kaum borjuis yang menguasai sarana produksi karena penguasaan modal bertimbundi tangan mereka. Di sebelahnya sebagian besar masyarakat kota hidup sebagai buruh yang tenagakerjanya diperas dan semakin miskin. Kekayaan yang dihasilkan karena kerja keras kaum pekerja inihanya bisa dinikmati oleh kaum borjuis kapitalis yang jumlahnya tidak besar. Dari waktu ke waktukesenjangan sosial dan ekonomi semakin kentara. Ketika itulah individualisme tumbuh.Gereja sebagai lembaga sosial keagamaan yang masih berpengaruh ketika itu bersekutu pula dengankaum kapitalis dalam mengeruk kekayaan yang sebenarnya merupakan hak rakyat banyak, karenamereka yang sebenarnya bekerja keras. Sebagai akibat dari pesatnya perkembangan individualisme dankapitalisme ini hukum yang berlaku hanyalah hukum rimba. Undang-Undang dibuat semata-mata demikepentingan golongan borjuis (bandingkan dengan undang-undang yang dibuat VOC dan pemerintahHindia-Belanda di Indonesia, dan juga dengan keadaan sekarang). Secara ringkas, sosialismemerupakan reaksi terhadap keadaan ini.Sosialisme seperti telah dikemukakan, mula-mula muncul sebagai reaksi terhadap kondisi buruk yangdialami rakyat dibawah sisitem kapitalisme liberal yang tamak dan murtad. Kondisi buruk terutamadialamai kaum pekerja atau buruh yang bekerja di pabrik-pabrik dan pusat-pusat sarana produksi dantransportasi. Sejumlah kaum cendikiawan muncul untuk membela hak-hak kaum buruh danmenyerukan persamaan hak bagi semua lapisan, golongan, dan kelas masyarakat dalam menikmatikesejahteraan, kekayaan dankemakmuran. Mereka menginginkan pembagian keadilan dalam ekonomi.Diantara tokoh-tokoh awal penganjur sosialisme dapat disebut antara lain: St. Simon (1769-1873),Fourie (1770-1837), Robert Owen (1771-1858) dan Louise Blanc (1813-1882). Setelah itu baru muncultokoh-tokoh seperti Proudhon, Marx, Engels, Bakunin dan lain sebagainya.
St. Simon
dipandang sebagai bapak sosialisme karena dialah orang pertama yang menyerukan perlunyasarana-sarana produksi dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah/negara. Gagasannya merupakan benih
 
awal lahirnya sistem kapitalisme negara (state capitalism).
Fourie
, tokoh sosialis berikutnya, adalah orang pertama di Eropa yang merasa prihatin melihatpertarungan tersembunyi antara kaum kapitalis dan buruh. Dia mengusulkan kepada pemerintahPrancis agar membangun kompleks perumahan yang memisahkan kelompok-kelompok politik danekonomi, yang dapat menampung empat hingga lima ratus kepala keluarga. Ia menganjurkan hal iniuntuk menghentikan pertarungan dan pertentangan ekonomi antara kaum kapitalis dan buruh.Pandangan ini tidak mendapat tanggapan positif, sednagkan ajaran St. Simon banyak mendapatpengikut serta mendorong lahirnya Marxisme di kemudian hari.
Robert Owen
, seorang ahli ekonomi yang berpandangan sam adengan Fouriee. Tetapi pandangankurang bulat dibanding pandangan para pendahulunya. Ia mengajarkan pentingnya perbaikan ekonomiseluruh lapisan masyarakat dan penyelesaian masalah yang timbul antara kaum kapitalis dan buruh.Caranya melalui berbagai kebijakan yang dapat mengendalikan timbulnya kesenjangan ekonomi dankecemburuan sosial. Ia sendiri pernah menjadi manajer sebuah pabrik. Pengalamannya sebagai manajersangat mempengaruhi pemikiran ekonominya. Sekali pun demikian ide-idenya dianut banyak orang diInggris.
Louis Blanc
adalah tokoh yang revolusioner dan ikut membidangi meletusnya revolusi Prancis.Manurutnya salah satu kewajiban negara ialah mendirikan pabrik-pabrik yang dilengkapi dengan segalasarana dan bahan produksi , termasuk peraturan-peraturan yang mengikat. Elanjutnya jika pabrik itutelah berjalan dengan baik diserahkan kepengurusannya kepada buruh dan pegawainya untuk mengaturdan mengembangkan secara bebas. Organisasi dan manajemen pabrik sepenuhnya dibebankan kepadaburuh, begitu pula kewenangan memajukan produksi, mencari pasar dan pembagian keuntungan.Sosialisme yang diajurkan Louis Blanc disebut sosialisme kooperatif. Manurutnya kapitalisme akanhilang dengan sendirinya apabila gagasan-gagasannya itu diwujudkan. Sayang, seruannya itu kurangmendapat tanggapan khalayak. Bahkan ia ditentang keras oleh para politisi dan ekonom. Pada tahun1882 di Inggris berdiri kelompok Fabian Society yang menganjurkan sosialisme berdasarkan gilde.Tetapi pada akhir abad ke-19 sosialisme dan berbagai alirannya yang berbeda-beda mulai mendapatpenerimaan luas di Eropa. Ini disebabkan karena mereka tidak hanya melontarkan ide-ide dan
 
mengembangkan wacana di kalangan intelektual dan kelas menengah, tetapi juga terutama karenamengorganisir gerakan-gerakan bawah tanah yang radikal dan bahkan revolusioner.
Pierre J. Proudhon
(1809-1865) adalah penganjur sosialisme generasi kedua di Prancis setelahgenerasi St. Simon dan louis Blanc. Tetapi berbeda dengan para penganjur sosialisme lain yangcenderung menghapuskan hak-hak individual atas sarana-sarana produksi, termasuk hak petani untuk memiliki tanah garapan. Proudhon justru bersikeras memperjuangkan dipertahankan hak-hak individualsecara terbatas, termasuk hak petani untuk mengembangkan usahanya. Jadi ia menolak idekolektivisme penuh dari kaum sosialis radikal seperti Marx. Bagi Marx hak individual harus dihapus,termasuk hak kepemilikan tanah. Di samping itu kaum tani bukan golongan yang penting dalammasyarakat yang bergerak menuju masyarakat sosialis sejati.Marx berpendapat demikian karena faham dialekti materialismenya, yang menganggap bahwa sejarahbisa berubah hanya disebabkan oleh faktor-faktor produksi dan penguasaan sarana produksi oleh kaumproletar yang selama ini diperas oleh kaum kapitalis. Perbedaan pandangan antara Proudhon dan Marxinilah yang membuat gerakan sosialis internasional mengalami perpecahan pada akhir abad ke-19, dansosialisme pun pecah kedalam berbagai aliran seperti sosialisme demokrat, komunisme ala Marx,sosialisme anarkis ala Bakunin, Marxisme-Leninisme, sosialisme ala Kautsky, sosialisme Kristen, danlain-lain.Kecuali itu ketidak berhasilan sosialisme memperoleh pengikut yang signifikan pada masa awal, tidak pula berhasil melakukan perubahan mendasar dalam kehidupan masyarakat terutama disebabkankarena para penganjurnya berkampanye dikalangan elite dan intelektual. Khususnya dengan caramengubah sentimen moral mereka, padahal mereka-khususnya kaum borjuis kapitalis-dengan semangatindividualismenya yang tinggi tidak mengacuhkan masalah-masalah moral dan implikasi moral bagitindakan-tindakan mereka. Rasa keadilan jauh dari pandangan hidup mereka. Yang penting menimbunkekayaan sebanyak-banyaknya dengan “menghalalkan segala cara”.Karl Marx berbeda dengan penganjur sosialisme lain sebelumnya. Ia tidak membangun gerakan. Iatidak memberi ampun sama sekali terhadap hak-hak individual dalam pemilikan sarana produksi. Iaberpendapat bahwa kekayaan individual bukan sesuatu yang terhormat dan dapat mengangkat martabat

Activity (25)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Vicky Enam Satu liked this
Marliana Fauzia liked this
Marliana Fauzia liked this
Csr Fadly liked this
YoseHendraChotto liked this
estimulyani liked this
Zhakyr Etihad liked this
Rumadan Thum liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->