Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
7Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Beberapa Alter Nat If Pendekatan Untuk Mengukur Efisiensi Atau in-efisiensi Dalam Usahatani

Beberapa Alter Nat If Pendekatan Untuk Mengukur Efisiensi Atau in-efisiensi Dalam Usahatani

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 463 |Likes:
Published by vicianti1482

More info:

Categories:Types, Research
Published by: vicianti1482 on Jul 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/11/2014

pdf

text

original

 
 
1
Informatika Pertanian, Tahun 1999, Volume 8, 487-497
 
BEBERAPA ALTERNATIF PENDEKATAN UNTUK MENGUKUREFISIENSI ATAU IN-EFISIENSI DALAM USAHATANI
 
Witono Adiyoga
 
ABSTRACT
. The analysis of production is an integral part of policy making for implementing agriculturaldevelopment programs. The policy objective is often to identify possibilities for increasing output whileconserving resource use. The question involved is the extent to which existing farms have allocated their resources efficiently. Such question can be addressed within a framework of frontier production function. Thispaper is intended to provide a brief elaboration of alternative approaches for measuring efficiency or inefficiency. It is nearly impossible to judge that one approach is more superior than others. Eventually, thechoice among the approaches and models available must be made on the information about the quality of thedata, or how the data are generated, and above all, the purpose of the study.
Key words
: agricultural development policy; efficient resource-use; frontier production function.
ABSTRAK
. Analisis produksi merupakan bagian integral dari pengambilan kebijakan dalam melaksanakanprogram-program pembangunan pertanian. Kebijakan pembangunan pertanian pada dasarnya diarahkanuntuk mengidentifikasi berbagai kemungkinan peningkatan produksi yang tetap sejalan dengan usahakonservasi penggunaan sumberdaya. Pertanyaan yang timbul adalah sampai sejauh mana usahatani telahmengalokasikan sumberdaya yang dimilikinya secara efisien. Respon terhadap pertanyaan ini dapat diperolehmelalui penelitian-penelitian produksi yang memanfaatkan fungsi produksi "frontier". Makalah ini merupakanuraian singkat mengenai berbagai alternatif pendekatan yang dapat digunakan untuk mengukur efisiensi atauinefisiensi. Dari berbagai alternatif yang tersedia, sangatlah sukar untuk menilai bahwa pendekatan yang satulebih baik dibandingkan dengan pendekatan lainnya. Pada akhirnya, pendekatan yang dipilih harusdidasarkan pada informasi mengenai kualitas data dan cara pengumpulannya, serta disesuaikan dengantujuan, sasaran dan kegunaan penelitian bersangkutan.
Kata kunci
: kebijakan pembangunan pertanian; efisiensi penggunaan sumberdaya; fungsi produksifrontier.
 
 
2
PENDAHULUAN 
Kemampuan sektor pertanian untuk memberikan kontribusi secara langsung terhadappertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rumah tangga tani tergantung pada tingkat pendapatanusahatani dan surplus yang dihasilkan oleh sektor itu sendiri. Dengan demikian, tingkat pendapatanusahatani, disamping merupakan penentu utama kesejahteraan rumah tangga petani, juga munculsebagai salah satu faktor penting yang mengkondisikan pertumbuhan ekonomi. Tingkat pendapatanusahatani ini sangat ditentukan oleh efisiensi petani untuk mengalokasikan sumberdaya yangdimilikinya ke dalam berbagai alternatif aktivitas produksi. Jika petani tidak menggunakan sumber-daya langka tersebut secara efisien, maka akan terdapat potensi yang tidak/belum tereksploitasiuntuk meningkatkan pendapatan usahatani dan menciptakan surplus. Sebaliknya jika petanibertindak sangat efisien dalam mengalokasikan sumberdayanya, maka tambahan kontribusi sektor pertanian hanya dapat diperoleh melalui usaha pengembangan berorientasi pertumbuhan (
growth-oriented development 
) dari sektor bersangkutan. Dengan demikian, identifikasi efisiensi penggunaandan alokasi sumberdaya di tingkat petani merupakan isu penting yang menentukan eksistensiberbagai peluang di sektor pertanian berkaitan dengan potensi kontribusinya terhadap pertumbuhanekonomi dan peningkatan kesejahteraan rumah tangga tani (Weersink, Turvey & Godah, 1990).Dalam teori dasar mikroekonomi, teknologi produksi dinyatakan sebagai fungsi transformasi/produksi yang mendefinisikan pencapaian output maksimal dari berbagai kombinasi input. Dengandemikian, fungsi transformasi tersebut menggambarkan suatu batas atau frontier produksi. Jikafrontier produksi diketahui, maka in-efisiensi teknis dari suatu usahatani dapat diestimasi melaluiperbandingan posisi usahatani tersebut, relatif terhadap frontiernya (Lass & Gempesaw, 1992).Pada prakteknya, frontier produksi harus dibangun secara empiris berdasarkan observasi tingkatpenggunaan input dan observasi pencapaian output yang tersedia. Berbagai metode telahdikembangkan untuk mengestimasi fungsi frontier dan mengukur deviasi dari fungsi tersebut secaraempiris. Menurut Kalaizandonakes, Wu & Ma (1992) berbagai metode pendekatan yang berkem-bang dapat dikategorikan berdasarkan: (1) spesifikasi frontier -- parametrik atau non-parametrik, (2)cara mengkomputasi frontier -- programasi matematis atau prosedur statistika, dan (3) caramenginterpretasi penyimpangan dari frontier -- sebagai in-efisiensi atau kombinasi antara in-efisiensidengan “noise” statistik. Elaborasi menyangkut kelemahan dan kekuatan dari berbagai alternatif pendekatan ini dapat memberikan acuan dalam pemilihan metode pengukuran in-efisiensi yangakan digunakan.
LANDASAN TEORITIS IN-EFISIENSI 
Isu in-efisiensi pada dasarnya timbul dari anggapan bahwa petani dan usahatani berperilakumemaksimalkan keuntungan. In-efisiensi dapat diinterpretasikan sebagai suatu titik atau tahapandimana tujuan dari pelaku ekonomi belum secara penuh dimaksimalkan. Kemungkinan seorangpelaku tidak dapat mencapai tujuan maksimalnya adalah sesuatu yang bersifat umum. Dengan katalain, in-efisiensi sebenarnya merupakan bagian yang tidak terlepaskan dari kehidupan. Dalammengelola usahataninya, petani mungkin saja melakukan penyimpangan-penyimpangan yangmenimbulkan konsekuensi-konsekuensi. Dinamika sektor pertanian yang ditandai oleh adanyaperubahan lingkungan teknis dan ekonomis secara terus menerus, akan menyulitkan petani dalammenyesuaikan keputusan-keputusan alokatifnya agar tetap respon terhadap perubahan lingkunganproduksi serta tetap menjaga efisiensi alokasi penggunaan sumberdayanya. Pada kondisi seperti ini
 
 
3
petani sebenarnya secara terus menerus berada pada keadaan disekuilibrium. Dinamika perubahanlingkungan strategis yang dihadapi petani juga mensyaratkan kriteria efisiensi yang lebih diarahkanpada keragaan sistem (termasuk di dalamnya petani dan sistem penunjang usahatani), bukansemata-mata difokuskan secara sempit kepada rasionalitas petani.Konsep utama dalam teori ekonomi produksi adalah fungsi produksi. Fungsi produksi, f(x),menjelaskan transformasi input menjadi output dan menggambarkan output maksimal yang dapatdiperoleh dari berbagai vektor input. Pada tingkat teknologi tertentu, suatu usahatani menggunakann input, x
(x
1
, ..... x
n
)', yang dibeli pada harga tetap w
(w
1
, ....., w
n
)' > 0, untuk memproduksiinput tunggal y , yang dapat dijual pada harga tetap p > 0.Memenuhi persyaratan tertentu, fungsi ini secara ekivalen dapat pula digambarkan olehfungsi biaya, c (y, w)
min
x
{ w'x | f (x)
y, x
0 }. Fungsi ini mendefinisikan biaya minimal yangdiperlukan untuk memproduksi tingkat output tertentu y, pada tingkat harga input w. Implikasi yangtimbul dari penggunaan fungsi biaya untuk mendeskripsikan teknologi secara akurat adalahspesifikasi dari fungsi biaya tersebut harus ekivalen dengan spesifikasi fungsi produksi. Fungsi biayadapat dikatakan sebagai dual dari fungsi produksi karena semua informasi ekonomis yang relevandengan teknologi bersangkutan dapat diperoleh dari fungsi produksi.Teknologi produksi yang efisien dapat pula digambarkan oleh fungsi keuntungan
π
(p,w)
 max
y,x
{ p y - w' x | f(x)
y, x
0, y
0 }, menunjukkan keuntungan maksimal yang dapat diperolehpada tingkat harga output p dan harga input w. Seperti halnya fungsi biaya, fungsi keuntunganmerupakan representasi matematis dari pemecahan masalah optimisasi, khususnya menyangkutmaksimisasi keuntungan.Ketiga fungsi di atas mencirikan perilaku memaksimalkan keuntungan dari seorang produ-sen yang efisien dan menempatkan batasan/limit nilai-nilai yang memungkinkan untuk peubah-peubah tak bebas bersangkutan. Dengan demikian fungsi f (x), c (y, w) dan
π
(p, w) dapatdikategorikan sebagai “
frontier 
”.Misalkan suatu usahatani melaksanakan kegiatannya berdasarkan rencana produksi,(y
0
,x
0
). Rencana ini dikategorikan efisien secara teknis jika y
0
= f (x
0
), namun diklasifikasikaninefisien secara teknis jika y
0
< f (x
0
). In-efisiensi teknis terutama disebabkan oleh penggunaaninput berlebih, yang mengimplikasikan w' x
0
 
c ( y
0
, w). Konsekuensinya, usahatani tersebut tidakdapat memaksimalkan keuntungan, sehingga (p y - w' x)
 
π
( p, w).Dengan asumsi bahwa f dapat didiferensiasikan (
differentiable
), rencana (y
0
, x
0
) dikate-gorikan efisien secara alokatif jika
i
(x
0
) /
 j
(x
0
) = w
i
/ w
 j
, namun diklasifikasikan in-efisien secaraalokatif jika f 
i
(x
0
) /
 j
(x
0
)
w
i
/ w
 j
. Dalam kasus ini, biaya tidak dapat diminimalkan karenausahatani tersebut menggunakan input dalam proporsi yang kurang tepat, sehingga w' x
0
 
c (y
0
,w). Konsekuensinya, usahatani tersebut tidak dapat memaksimalkan keuntungan, sehingga (p y
0
 - w' x
0
)
 
π
( p, w).Jika suatu usahatani dapat berlaku efisien baik secara teknis maupun alokatif, maka w' x
0
=c ( y
0
, w). Sementara itu, suatu usahatani dikategorikan in-efisien secara teknis dan alokatif jika w'x
0
 
>
c ( y
0
, w). Perbedaan yang mungkin timbul antar usahatani dapat disebabkan oleh in-efisiensiteknis atau in-efisiensi alokatif, atau bahkan kombinasi diantara keduanya. Penggunaan input x
0
akan memotong atau menyinggung permintaan input yang meminimalkan biaya, x ( y
0
, w), jika danhanya jika usahatani bersangkutan efisien secara teknis dan alokatif. Sedangkan kombinasi antarain-efisiensi teknis dan alokatif dapat menyebabkan x
i0
 
>
x
 j
( y
0
, w) untuk sebagian input, tetapi juga dapat mengakibatkan x
 j0
 
x
0
( y
0
, w) untuk input lainnya.

Activity (7)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads
chaiyalutju liked this
atinscribd liked this
Novi Hardiani liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->