Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
24Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perilaku Konsumen Rumah Tangga Dalam Membeli Produk Keripik Kentang

Perilaku Konsumen Rumah Tangga Dalam Membeli Produk Keripik Kentang

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 2,976 |Likes:
Published by vicianti1482

More info:

Categories:Types, Research
Published by: vicianti1482 on Jul 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/02/2013

pdf

text

original

 
 
1
Jurnal Hortikultura, Tahun 1999, Volume 9, Nomor (3): 266-274.
PERILAKU KONSUMEN RUMAH TANGGA DALAM MEMBELIPRODUK KERIPIK KENTANG
Witono Adiyoga, Ali Asgar dan Rachman Suherman
Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jl. Tangkuban Perahu 517, Lembang, Bandung-40391
 ABSTRAK. Adiyoga, W., A. Asgar dan R. Suherman. 1998. Perilaku konsumen rumah tangga dalam membeli produkkeripik kentang.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi menyangkut perilaku konsumen rumah tangga dalammembeli keripik kentang. Produk olahan keripik kentang yang digunakan sebagai obyek penelitian meliputi keripik kentangKarya Umbi - rasa asli dan Karya Umbi - rasa keju (produk industri skala kecil), Chitato (produk industri skala besar) sertaLay’s dan Pringle (produk impor). Kegiatan penelitian berupa survai konsumen dan panel konsumen secara bertahapdilaksanakan pada bulan Januari 1996 sampai dengan bulan April 1996 di Kecamatan Lembang dan Kotamadya Bandung.Hasil survai konsumen menunjukkan bahwa konsumen lebih memilih untuk membeli keripik kentang dibandingkan denganmakanan kecil lain yang hampir sejenis (misalnya, keripik singkong), karena konsumen cenderung mempersepsi keripikkentang memiliki citra produk yang lebih baik atau bergengsi. Frekuensi pembelian keripik kentang yang paling dominandilakukan konsumen adalah 1-2 kali/bulan, dalam bentuk digoreng-dikemas (siap santap). Semakin tinggi tingkatpendapatan, semakin sering konsumen membeli keripik kentang dalam kemasan > 200 g, serta semakin jarang konsumenmemperoleh keripik kentang dari pasar umum. Berkaitan dengan kandungan gizi, keputusan konsumen untuk membelikeripik kentang seringkali didasarkan pada suatu persepsi, bukan berdasarkan kenyataan yang sebenarnya. Sementara itu,analisis petunjuk kualitas yang dilakukan pada panel konsumen memberikan gambaran umum bahwa Chitato (produk skalabesar) adalah jenis keripik kentang yang paling disukai dibandingkan dengan Karya Umbi - asli dan keju, Lay’s dan Pringle. Aspek rasa merupakan petunjuk kualitas utama yang menjadi pertimbangan konsumen dalam memilih/membeli keripikkentang. Penelitian ini mengimplikasikan perlunya perhatian pengolah terhadap pemahaman persepsi dan pengembangancitra produk, khususnya untuk produk keripik kentang skala kecil.Kata kunci: Keripik kentang; Perilaku konsumen; Survai konsumen; Panel konsumen; Citra produk; Petunjuk kualitas.
ABSTRACT. Adiyoga, W., A. Asgar and R. Suherman. 1998. Household consumer behavior in purchasing potatochip products.
The objective of this study was to obtain information regarding household consumer behavior in purchasingpotato chips. Potato chips included in this study were Karya Umbi - original flavor, Karya Umbi - cheese flavor (representingsmall-scale produce), Chitato (representing large-scale produce), and Lay’s and Pringle (representing imported produce).Consumer survey and consumer panel were sequentially conducted in January through April 1996 in Kecamatan Lembangand Kotamadya Bandung. Results from consumer survey show that consumers prefer to purchase potato chips ascompared to other chip-products that have similar characteristics (e.g. cassava chips), because consumers tend to perceivethat potato chips have a better product image. Consumer purchasing frequency of potato chips is mostly 1-2 times/month, inthe form of fried-packed potato chips. The higher the income, the more frequent consumers purchase potato chips in apackage that weighs greater than 200 g, and the less frequent consumers buy potato chips directly from public market. Withregard to its nutritional value, consumer’s decision to purchase potato chips is frequently based on what they perceive to bereality, not on the basis of objective reality. Meanwhile, consumer panel indicates that Chitato is considered to be the mostpreferred potato chips as compared to Karya Umbi - original and cheese, Lay’s and Pringle. Taste is the main quality cueconsidered by consumers in choosing/buying potato chips. This study implies the importance of processors to put moreattention in understanding the whole notion of perception and carefully developing product image, especially for small-scaleproduce.Key words: Potato chips; Consumer behavior; Consumer survey; Consumer panel; Product image; Quality cues.
 
 
2
Proses pengolahan kentang merupakan salah satu metode untuk mengurangi kehilangan hasillepas panen produk segar. Pengolahan kentang juga merupakan tahapan lepas panen yang ditempuhuntuk pengembangan diversifikasi produk dan peningkatan nilai tambah (Hampson, 1972). Beberapacontoh produk olahan kentang yang jenisnya cukup beragam diantaranya adalah tepung kentang(
 potato flour 
), kentang goreng (
french fries
), bubur kentang (
mashed potato
) dan keripik kentang(
 potato chips
). Di Indonesia, dua jenis produk olahan yang menunjukkan kecenderungan semakinpopuler dalam pola konsumsi masyarakat adalah kentang goreng dan keripik kentang. Kendalaketersediaan bahan mentah (varietas) yang cocok untuk kentang goreng menyebabkan sebagianbesar produk tersebut masih diimpor dalam bentuk
frozen french fries
(Ameriana et al., 1998).Sedangkan untuk keripik kentang, bahan baku yang digunakan masih mungkin disubstitusi olehvarietas (Granola) yang dominan diusahakan petani, sehingga industri keripik kentang, baik skalarumah tangga maupun skala besar, mulai berkembang sejak sepuluh tahun terakhir. Berkembangnyaindustri tersebut mengakibatkan semakin beragamnya jenis keripik kentang yang beredar di pasar,yaitu (a) keripik kentang industri skala kecil/rumah tangga, (b) keripik kentang industri skala besar, dan(c) keripik kentang asal impor. Hal ini memberikan indikasi bahwa pasar keripik kentang cukupkompetitif, sehingga pengembangan atau perluasan usaha harus memperhatikan dengan seksamaberbagai faktor yang menjadi pertimbangan konsumen dalam melakukan pembelian. Sementara itu,informasi hasil penelitian menyangkut perilaku konsumen, khususnya dalam pembelian produk olahansecara umum relatif masih terbatas ketersediaannya.Perilaku konsumen pada dasarnya merupakan keputusan yang diambil oleh konsumen dalammengalokasikan sumberdaya (uang, waktu, usaha) untuk mencari, membeli, menggunakan danmengevaluasi barang atau jasa yang diharapkan dapat memuaskan kebutuhannya (Bayton, 1978).Secara implisit, pengambilan keputusan tersebut akan menyangkut apa, mengapa, bagaimana, kapan,dimana dan seberapa sering konsumen membeli barang atau jasa. Konsumen adalah pengambilkeputusan yang sangat penting peranannya dalam menentukan keberhasilan pengembangan produk(
 product development 
). Keberhasilan komersial dari suatu industri pengolahan lebih ditentukan olehproduk apa yang akan dibeli konsumen dan bagaimana produk tersebut akan digunakan, dibanding-kan dengan apakah suatu produk dapat diproduksi atau tidak. Dengan kata lain, pemecahan masalahteknis produksi bukan merupakan prioritas yang tepat jika tidak diimbangi dengan antisipasi menyang-kut kendala, peluang dan potensi aspek pasar/konsumen (Blaylock & Smallwood, 1986).Penelitian konsumen terdahulu, walaupun dilakukan untuk berbagai segmen pasar (konsumenrumah tangga, lembaga dan industri), pada umumnya diarahkan untuk mengidentifikasi preferensikonsumen terhadap produk sayuran segar (Ameriana dkk., 1991; Soetiarso dkk., 1993; Soetiarso dan Ameriana, 1996; Ameriana dkk., 1998). Kerangka pendekatan yang digunakan berkaitan denganusaha pemahaman perilaku konsumen, pada dasarnya dapat pula diberlakukan untuk pengkajianterhadap produk olahan. Secara ringkas, pendekatan penelitian konsumen untuk produk olahan meli-batkan dua kajian pokok yang bersifat saling melengkapi, yaitu: (a) inventarisasi produk-produk olahanyang telah tersedia di pasar, dan (b) pengkajian/
assessment 
sikap konsumen terhadap produk-produktersebut (Best et al., 1991). Sesuai dengan konteks penelitian ini, analisis dan pembahasan lebihdititik-beratkan pada pengkajian konsumen.Target sasaran penelitian konsumen adalah untuk memperoleh informasi menyangkut: (a)tingkat kepedulian konsumen terhadap produk olahan tertentu, (b) frekuensi konsumen dalammembeli, (c) respon konsumen, baik positif maupun negatif, terhadap produk olahan tertentu, dan (d)masukan saran konsumen untuk perbaikan produk olahan tertentu (Hoyer, 1984). Lebih lanjutdikemukakan pula bahwa perilaku konsumen bersifat spesifik, berbeda dari satu individu ke individulainnya. Perilaku konsumen bahkan berbeda untuk setiap merek (
brand 
) dari jenis produk olahan yangsama. Informasi mengenai perilaku konsumen dapat digunakan oleh pengolah (
 processor 
) untukmengidentifikasi atribut produk (misalnya, rasa dan penampakan) yang disenangi atau tidak disenangikonsumen, sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan produk lebih lanjut.
 
 
3
Keputusan positif yang diambil konsumen dalam pembelian produk keripik kentang akandirealisasikan dalam bentuk permintaan konsumen. Permintaan konsumen tersebut merupakan hasilakhir dari interaksi antara berbagai rangsangan (
stimuli 
) sosiologis, psikologis dan ekonomis yangmenerpa konsumen bersangkutan (Myers, 1987). Keberhasilan finansial dari sistem pengolahanditentukan oleh permintaan konsumen dan kemampuan sistem tersebut dalam mengantisipasi danmelakukan penyesuaian terhadap perubahan-perubahan permintaan. Oleh karena itu, informasimengenai perilaku konsumen dalam pembelian keripik kentang merupakan salah satu kebutuhanpenting untuk mengkoordinasikan kegiatan produksi dan pemasaran agar strategi pengembanganproduk yang paling efisien dapat dirancang.
BAHAN DAN METODE
 Kegiatan penelitian berupa survai konsumen (
consumer survey 
) dan panel konsumen(
consumer panel 
) secara bertahap dilaksanakan pada bulan Januari - April 1996 di KecamatanLembang dan Kotamadya Bandung. Dalam penelitian ini, kedua metode di atas digunakan sebagaipendekatan yang bersifat saling melengkapi. Keragaman produk keripik kentang yang tersedia dipasar diwakili oleh: (a) keripik kentang Karya Umbi rasa orijinal dan keju -- produk industri skalakecil/rumah tangga, (b) Chitato -- rasa orijinal, produk industri skala besar, dan (c) Lay’s dan Pringle --rasa orijinal, produk impor.Kegiatan survai diarahkan untuk memperoleh informasi mengenai tingkat kepedulian konsu-men (
consumer awareness
) terutama berkaitan dengan bagaimana konsumen mengkarakterisasi danmengambil keputusan untuk membeli produk keripik kentang (apa, mengapa, bagaimana, kapan,dimana dan seberapa sering konsumen membeli produk olahan tersebut). Responden kegiatan survaiini adalah ibu rumah tangga yang berdomisili di Kecamatan Lembang dan dipilih secara acak berlapisberdasarkan strata pendapatan bulanan. Ibu rumah tangga dipilih sebagai responden berdasarkanpertimbangan peranannya yang dominan dalam mengambil keputusan menyangkut pengeluarankonsumsi. Kecamatan Lembang dipilih secara sengaja berdasarkan pertimbangan kemudahan untukmengidentifikasi stratifikasi pendapatan responden. Jumlah responden secara keseluruhan adalahsebanyak 30 orang yang dipilih dari strata rendah (Rp. 130 000 - Rp. 310 000 per bulan), stratamenengah (Rp. 320 000 - Rp. 620 000 per bulan) dan strata tinggi (Rp. 630 000 - Rp. 1 140 000 per bulan), masing-masing 10 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan menggu-nakan kuesioner. Agar fokus survai tetap terjaga, maka pada saat wawancara, contoh kelima jenisproduk keripik kentang di atas juga diperlihatkan kepada responden.Kegiatan panel konsumen ditujukan untuk mempelajari tingkat penerimaan konsumen(
consumer acceptance
) menyangkut produk keripik kentang serta mengevaluasi persepsi konsumenmenyangkut parameter kualitas dan penampakan produk keripik kentang. Panel konsumen terdiri daridari 15 orang mahasiswa/mahasiswi Teknologi Makanan Universitas Pasundan Bandung yang dipilihberdasarkan pertimbangan familiaritasnya terhadap metodologi evaluasi yang digunakan, yaitu ujiorganoleptik. Parameter yang dievaluasi terdiri dari: warna, rasa, kerenyahan, aroma, penampakandan kemasan. Skor lima-skala digunakan untuk setiap parameter yang diukur, yaitu: 1 = dapatditerima, 2 = agak dapat diterima, 3 = biasa saja/tidak ada pendapat, 4 = agak tidak dapat diterima,dan 5 = tidak dapat diterima (Best et al., 1991).Data yang diperoleh dari survai konsumen rumah tangga dianalisis secara deskriptif,sedangkan data yang dihimpun dari panel konsumen dianalisis dengan menggunakan pendekatanstatistika parametrik.

Activity (24)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Yugo Mukti liked this
ithencute liked this
Hotna Oktaria liked this
naya_ko liked this
adalah cinta liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->