Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
21Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Segmentasi Dan Integrasi Pasar_Studi Kasus Dalam Sistem Pemasaran Bawang Merah

Segmentasi Dan Integrasi Pasar_Studi Kasus Dalam Sistem Pemasaran Bawang Merah

Ratings:

4.0

(2)
|Views: 5,525|Likes:
Published by vicianti1482

More info:

Categories:Types, Research
Published by: vicianti1482 on Jul 22, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/21/2013

pdf

text

original

 
 
1
Jurnal Hortikultura, Tahun 1999, Volume 9, Nomor (2): 153-163.
SEGMENTASI DAN INTEGRASI PASAR: STUDI KASUS DALAM SISTEMPEMASARAN BAWANG MERAH
 
Witono Adiyoga, Mieke Ameriana dan Achmad Hidayat
Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Jl. Tangkuban Perahu 517 Lembang, Bandung - 40391
 
ABSTRAK. Adiyoga, W., M. Ameriana. dan A. Hidayat. 1998. Segmentasi dan integrasi pasar: Studi kasus dalamsistem pemasaran bawang merah
. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah segmentasi dan integrasi pasar bawang merahberkaitan dengan pemanfaatan informasi pasar dalam proses determinasi harga. Keragaan pemasaran bawang merahditelusuri melalui survai ke pasar di sentra produksi Brebes dan pasar utama di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta,Surakarta, serta survai penelusuran tataniaga dari Brebes ke Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta pada bulan September-Desember 1997. Hasil penelitian menunjukkan bahwa marjin tataniaga bawang merah tergolong fleksibel dan dalam jangkapendek dapat mendorong stabilitas baik harga di tingkat petani maupun bagian petani. Namun, struktur marjin ini ternyata jugamemberikan peluang bagi pedagang (terutama pengecer) untuk memperoleh keuntungan berlebih yang dibebankan kepadakonsumen. Pengujian hipotesis memberikan indikasi bahwa keragaan pasar bawang merah cenderung berada di antara duatitik ekstrim (segmentasi dan integrasi). Secara implisit, kondisi tersebut menggambarkan bahwa pemasaran bawang merahmasih belum efisien, karena informasi harga di pasar acuan tidak sepenuhnya dapat dimanfaatkan oleh pelaku pasar di tingkatlokal. Sementara itu, besaran relatif pengaruh segmentasi dan integrasi pasar yang digambarkan oleh indeks hubunganpasar menunjukkan bahwa Bandung memiliki derajat keterpaduan (dengan pasar acuan Jakarta) yang paling tinggidibandingkan dengan pasar lokal lainnya. Hasil penelitian ini mengimplikasikan perlunya: (a) perbaikan teknologi padaproses sortasi, grading, pengeringan dan pengepakan untuk meningkatkan produktivitas tenaga kerja agar biaya tataniagadapat dikurangi, dan (b) perbaikan akurasi informasi harga melalui perbaikan metode pengumpulan data dan perhitunganyang lebih teliti (atribut kualitas produk yang berbeda-beda perlu diperhatikan ).Kata kunci: Efisiensi pemasaran; Segmentasi pasar; Integrasi pasar, Informasi harga; Indeks hubungan pasar.
ABSTRACT. Adiyoga, W., M. Ameriana. dan A. Hidayat. 1998. Market segmentation and integration: A case study inshallot marketing system
. The objective of this study was to examine market segmentation and integration, in relation tothe utilization of market information that may affect shallot price determination. The performance of shallot marketing wasstudied through a survey to some markets in Brebes production center, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta andSurakarta, and a road check survey Brebes-Jakarta, from September to December 1997. Results show that the marketingmargin is referred to as flexible marketing margin, which in the short term may result in a more stable farm-gate prices andfarmer’s share. However, this margin structure also opens the possibility, especially for retailers, to gain excess profit that finallywill be passed along to consumers. Hypothesis testing on market segmentation and integration indicates that the shallotmarketing system is existed somewhere between the two extremes (segmentation and integration). This implies that shallotmarketing system is still inefficient, since price information in reference market has not been fully passed on in proportionalterms to local markets. Consequently, market participants are not able to fully utilize reference market price changes in theprocess of price determination. Further analysis to capture the relative magnitude of the two effects (market segmentationand market integration) shows that Bandung has a smaller index of market connection, implying a greater degree of marketintegration as compared to other local markets. This study also implies that there is an immediate need to: (a) improvetechnology in shallot sortation, grading, drying, and packing that can increase labor productivity, so that marketing costs canbe reduced, and (b) increase the acuracy of price information through the improvements of data collecting and accountingmethod (different quality attribute should be considered)Key word: Marketing efficiency; Market segmentation; Market integration, Price information; Index of market connection.
 
 
2
Kontribusi pasar produk dalam proses pembangunan pertanian tercermin dari potensinya yangdapat (a) memberikan panduan/acuan alokasi sumberdaya untuk memaksimalkan nilai produksi dankepuasan konsumen, serta (b) mendorong pertumbuhan melalui promosi inovasi teknologi danpeningkatan penawaran/permintaan. Potensi ini tidak terlepas dari tingkat harga yang tercipta di pasar produk sebagai titik temu respon partisipan pasar terhadap permintaan dan penawaran. Pada dasarnya,harga produk merupakan rangkuman dari sejumlah informasi yang menyangkut ketersediaan sumber-daya, kemungkinan produksi dan preferensi konsumen (Buccola, 1989). Untuk sampai pada tingkat hargaproduk tertentu, pasar memberikan fasilitas dalam pengumpulan dan penyebaran informasi di atas, agar dapat digunakan untuk pengambilan keputusan ekonomis di masa datang. Walaupun demikian, perludiperhatikan bahwa alur kausalitas tersebut hanya dapat terjadi jika pasar mempunyai sifat persaingansempurna (tingkat harga yang terjadi merefleksikan biaya produksi sebenarnya). Selanjutnya, jikakonsumsi tidak menimbulkan pengaruh eksternal (positif/negatif) terhadap masyarakat secara umum,maka melalui pengaruhnya terhadap pengambilan keputusan ekonomis, pasar akan mendorongpencapaian alokasi sumberdaya yang optimal (Cochrane, 1967). Dengan demikian, peranan hargaberkaitan erat dengan keragaan pasar sebagai pusat informasi. Khusus untuk sayuran yang memiliki sifatmudah rusak, pengetahuan dan pemahaman tentang situasi, sifat dan perilaku pasar sangat diperlukan,terutama oleh petani produsen.Sistem pemasaran dikategorikan efisien apabila pasar-pasar yang terlibat dalam sistem tersebutmendaya-gunakan semua informasi yang tersedia. Dengan kata lain, jika suatu pasar memanfaatkaninformasi harga yang telah terjadi (
 past prices
) secara optimal, maka pasar tersebut dapat dikategorikanefisien (Leuthold & Hartmann, 1979). Dalam sistem pemasaran, perilaku penjual dan pembeli pada suatupasar tertentu selalu dipengaruhi oleh petunjuk harga dan kemungkinan substitusi dari pasar-pasar lain.Penyebaran dan pemanfaatan informasi antar pasar mengenai komoditas tertentu memungkinkan hargakomoditas bersangkutan bergerak secara bersamaan. Kondisi ini menunjukkan adanya integrasi antar pasar yang merupakan salah satu indikator sistem pemasaran yang efisien (Heytens, 1986).Dalam pemasaran bawang merah, khususnya di sentra produksi Brebes, penetapan hargadilakukan secara tawar menawar dengan mempertimbangkan harga pada tingkat penjual. Unsur monopoli atau monopsoni tidak teridentifikasi dalam struktur pasar komoditas bawang merah (InstitutPertanian Bogor & Badan Urusan Logistik, 1996). Sementara itu, penelitian deskriptif yang dilakukan olehKoster dan Basuki (1991) menunjukkan adanya kecenderungan (a) kesulitan petani untuk menjualproduknya secara langsung ke pasar pengumpul, (b) pedagang besar yang ada di pasar grosir tidakmemberikan keleluasaan kepada pedagang besar lainnya untuk melaksanakan aktivitas pemasaran dipasar yang sama, dan (c) bias terhadap petani atau pedagang besar. Secara implisit, penelitian inimenunjukkan tidak dipenuhinya kriteria
free entry 
(siapa saja dapat terlibat/berpartisipasi) untuk pasar persaingan sempurna. Terlepas dari kesimpulan struktur pasar yang agak bertentangan antara duapenelitian di atas (pasar persaingan sempurna vs. pasar yang kurang memenuhi kriteria
free entry 
),keduanya ternyata belum banyak mengungkap aspek keragaan dari pemasaran bawang merah.Kontribusi fluktuasi harga bawang merah terhadap tingkat inflasi ternyata cukup signifikan.Sebagai contoh, pada tahun 1995, kontribusi bawang merah terhadap inflasi mencapai 0,39% (InstitutPertanian Bogor & Badan Urusan Logistik, 1996). Besaran ini lebih tinggi dibandingkan dengan kontribusidaging sapi, sayuran maupun minyak goreng. Kontribusi terhadap inflasi yang tercermin dari fluktuasiharga bawang merah tidak saja disebabkan oleh adanya perubahan/pergeseran penawaran danpermintaan, tetapi juga dimungkinkan oleh adanya faktor-faktor antara (
transient factors
). Salah satufaktor diantaranya adalah perubahan evaluasi informasi pasar yang ditentukan oleh partisipan pasar setiap saat. Berdasarkan pengamatan perkembangan harga di pasar-pasar kota besar di Jawa Barat danJawa Tengah serta pasar di Jakarta, diduga pasar bawang merah memiliki derajat keterpaduan yang
 
 
3
cukup tinggi, walaupun perkembangan harga di pasar lokal juga cukup berpengaruh terhadapdeterminasi harga di pasar bersangkutan. Searah dengan konteks permasalahan yang dihadapi,penelitian ini bertujuan untuk menelaah segmentasi dan integrasi pasar bawang merah berkaitan denganpemanfaatan informasi pasar dalam proses determinasi harga.
METODOLOGI PENELITIAN
 Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah adaptasi dari analisis struktur, perilakudan keragaan. Sesuai dengan konteks kajian yang dilakukan, penekanannya adalah pada analisiskeragaan (pendekatan yang digunakan untuk menjembatani struktur formal teori ekonomi denganpengamatan empiris) pasar bawang merah. Keragaan pemasaran bawang merah ditelusuri melalui survaike pasar di sentra produksi Brebes dan pasar utama di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta,Surakarta, serta survai telusuran tataniaga (
road check survey 
) dari Brebes ke Pasar Induk Kramat Jati,Jakarta pada bulan September-Desember 1997. Kajian ini juga memanfaatkan data harga harian untukperiode Juni-Oktober 1997 dan harga bulanan bawang merah yang mencakup periode 1985-1996.Dalam analisis ini, harga di pasar Jakarta dianggap sebagai harga pasar acuan karena Jakartamerupakan daerah konsumsi terbesar.Penggunaan analisis korelasi bivariat dalam pengukuran integrasi pasar banyak mendapat kritikkarena beberapa penelitian terdahulu (Lele, 1967; Jones, 1968) membuktikan bahwa pendekatantersebut dianggap kurang akurat dan mengundang kesalahan interpretasi. Koefisien korelasi yang tinggiantara dua pasar dapat mengindikasikan tidak adanya hubungan fisik, sedangkan koefisien korelasi yangrendah dapat saja terjadi antara dua pasar yang memiliki pola hubungan perdagangan kompleks (Harriss,1979; Heytens, 1986). Menanggapi kritik tersebut, Ravallion (1985) mengembangkan suatu modeldinamis untuk menghindari bahaya inferensial penggunaan model bivariat. Model persamaan regresi(
autoregressive distributed lag model 
) yang digunakan adalah sebagai berikut:α
i
(L)P
it
= ß
i
(L)P
t
+ θ
i
(L)X
it
+ µ
it
(1)P
it
= harga di pasar lokal i (Bandung, Semarang, Surakarta danP
t
= harga di pasar acuan (Jakarta) pada saat t.X
it
= peubah musiman atau lainnya di pasar i pada saat t.i = 1, 2, ........k. t = 1, 2, ........n.α
i
(L), ß
i
(L) dan θ
i
(L)adalah polinomial dari operator 
lag
(L
i
P
t
= P
t-1
) dandidefinisikan sebagai berikut:α
i
(L) = 1 - α
i 1
L - ... - α
i n
L
n
.ß
i
(L) = ß
i0
+ ß
i1
L + ... + ß
im
L
m
.θ
i
(L) = θ
i0
+ θ
i1
L + ... + θ
in
L
n
.Persamaan (1) harus dispesifikasi ulang agar memenuhi persyaratan estimasi ekonometrik, sehinggadapat digunakan secara empiris. Melalui beberapa langkah penyederhanaan, persamaan (1) dapatdituliskan sebagai berikut:(P
it
- P
it-1
) = (α
i -1
)(P
it
- P
t-1
) + ß
i0
(P
t
- P
t-1
) + (α
i
+ ß
i0
+ ß
i1
- 1)P
t-1
+ θ
i
X + µ
it
(2)

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->