Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Lobster

Lobster

Ratings: (0)|Views: 19 |Likes:
Published by Zeta Zahida

More info:

Published by: Zeta Zahida on Oct 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/26/2014

pdf

text

original

 
15
ASPEK BIOLOGI UDANG EKONOMIS PENTINGOlehRianta Pratiwi
1)
 ABSTRACT 
BIOLOGICAL ASPECTS OF THE ECONOMICALLY IMPORTANT SHRIMPS.
 In Indonesia prawns and lobsters are the economical important of marine resources. Over the last decade, capture fishing has been declined, at the same time, the demand of lobster export is continually increasing. Base on these facts. Indonesian marine resourcesof Indonesia, especially shrimps, should be managed carefully and wisely. This paper discuss about some biological aspects of the economically important shrimps.
PENDAHULUAN
Potensi perikanan di Indonesia sangat berlimpah, namun sampai saat ini belumdimanfaatkan secara optimal untuk kesejahteraan rakyat, karena hasil perikananlaut tersebut terkuras oleh “ilegal fishing”yang nyaris sama dengan hutan yang gunduloleh “ilegal logging”. Untuk itu informasi perikanan sangat diperlukan demi penyelamatan potensi perikanan agar tetaplestari. Hasil perikanan (ikan, udang, kepiting,cumi-cumi dan lainnya) sebagai sumber makanan protein hewani tidak akan pernahterlepas dari konsumsi perikanan dunia.Indonesia yang memiliki garis pantaiterpanjang kedua di dunia (81.000 km) setelahKanada dan kekayaan alam laut yang besar dan beranekaragam telah menjadikanIndonesia sebagai salah satu negara yang berpotensi besar dalam bidang perikanan(SUBANI & BARUS, 2007). Namun, seiringdengan pertumbuhan populasi penduduk dunia, konsumsi hasil perikananpun semakinmeningkat dari tahun ke tahun, tetapi sepertihalnya kondisi perikanan dunia, kondisi perikanan tangkap Indonesia juga semakinmenurun dari tahun ke tahun, sehingga halini mendorong upaya peningkatan aktivitasdi bidang budidaya.Indonesia merupakan negara kepu-lauan terbesar di dunia, yang menyimpankekayaan sumberdaya alam laut yang besar  pula. Salah satunya adalah sumberdaya udangyang belum dieksplorasi secara optimal.Indonesia sebagai negara kepulauan,kedalaman lautnya relatif dangkal, sehinggamerupakan habitat yang baik bagi kehidupanudang.Udang dikenal sebagai komoditi penting dari sektor perikanan, karena
1)
Bidang Sumberdaya Laut, Pusat Penelitian Oseanografi-LIPI, Jakarta.
Oseana, Volume XXXIII, Nomor 2, Tahun 2008 : 1524ISSN 02161877
sumber:www.oseanografi.lipi.go.idOseana, Volume XXXIII No. 2, 2008
 
mempunyai nilai gizi yang tinggi. Umumnyaudang diekspor dalam bentuk beku dansebagai komoditi ekspor menduduki tempattertinggi, sehingga dapat dijadikan sebagaisumber devisa dan protein penunjangkonsumsi baik di dalam maupun di luar negeri.Potensi produksi udang di Indonesiadari tahun ke tahun terus meningkat. Sejak tahun 1998 potensi udang Indonesia rata-ratameningkat sebesar 7,4 persen per tahun(DIREKTORAT JENDRAL PERIKANAN, 2000).Sebagian besar produksi udang berasal darihasil eksploitasi di laut, karena peranan dan potensi perairannya juga mendukung bagi produksi udang secara umum.Dalam upaya meningkatkan produksiudang telah dilakukan upaya budidaya dengan pendayagunaan tambak kolam dan danau.Pengusahaan di daerah padat nelayanumumnya sudah tinggi atau tangkap lebih(
over exploited 
), banyak di jumpai di perairanPaparan Sunda (Selat Malaka, Timur Sumatera,Laut Jawa dan Kalimantan). Di kawasan Timur Indonesia pengusahaan udang masih dalamtaraf berkembang, kecuali untuk perairanArafura yang sudah cukup tinggi (SUMIONO,1998).Aktivitas budidaya udang yang tinggitetapi tidak dibarengi dengan usaha penyelamatan lingkungan perairanmengakibatkan usaha tambak udang menjadihancur akibat serangan hama dan penyakit.Kondisi ini melanda hampir seluruh kawasantambak di Indonesia. Tidak hanya itu,kerusakan lingkungan akibat kegiatan tambak udang (salah satunya adalah hancurnyaekosistem hutan mangrove dan habitatorganisme) menjadi tantangan yang sangat berat untuk pengembangan budidaya di masayang akan datang, oleh karena itu saatnyadisusun konsep pengembangan “budidayaudang ramah lingkungan” yang tidak hanyameningkat dalam produksi tetapi juga amandan ramah terhadap lingkungan.16Besarnya permintaan udangmengharuskan adanya informasi yang lengkapatau data potensi sumberdaya udang yangmutakhir (
up to date
), berkelanjutan danmenyeluruh dari perairan Indonesia. Informasitersebut sangat dibutuhkan oleh berbagai pengguna, khususnya nelayan dan pengusaha perikanan, dengan adanya informasi tersebutdaerah penangkapan (
 fishing ground 
) dapatdiketahui secara potensial, sehingga usaha penangkapan dapat dilakukan lebih baik.Menurut SETYONO (2006) besarnya permintaaan udang lobster, baik untuk pasar domestik, maupun ekspor di daerah Pacitan,Jawa Timur, maka pengusaha udang di daerahtersebut melakukan budidaya dengan cara pembenihan dan
restocking
untuk mengimbangi penangkapan lobster dari alam.Harga lobster yang cukup baik di pasaranmengakibatkan nelayan cenderungmeningkatkan usahanya menangkap dari alam.Pada awal 2006, harga lobster dengan berat300-400 g/ekor di tingkat nelayan berkisar antara Rp 170.000,- hingga Rp. 260.000,-/kg.Penangkapan yang semakin intensif tentuakan membahayakan populasi lobster di alam,apalagi ukuran yang belum layak (anakan pun) ikut dijaring (diambil) untuk dijual.Tulisan ini akan memberikan informasi tentang jenis-jenis udang ekonomi penting dan beberapa aspek biologinya.
JENIS-JENIS UDANG EKONOMI PENTING(NIAGA)
Ada 3 marga udang yang mempunyainilai ekonomi penting yaitu:
Penaeus
,
 Metapenaeus
dan
Panulirus
. Udang
Penaeus
dan
 Metapenaeus
merupakan komoditi ekspor  perikanan utama yang mempunyai potensicukup tinggi dan dagingnya gurih serta bergizi.Disamping itu udang tersebut sangat disukaikarena seluruh tubuhnya dapat dimanfaatkan
sumber:www.oseanografi.lipi.go.idOseana, Volume XXXIII No. 2, 2008
 
sebagai penunjang kebutuhan ekonomimasyarakat, seperti kulitnya dapat dijadikancampuran pembuatan pelet, dagingnya dapatdiolah sebagai bahan makanan seperti fileudang, kerupuk, abon dan terasi. Udang
Penaeus
dikategorikan sebagai udang yangmempunyai nilai niaga utama, diikuti oleh
 Metapenaeus
yang merupakan udang pentingyang kedua, disusul oleh udang air tawar 
 Macrobrachium,
dan yang terakhir adalahudang karang
Panulirus
(TORO &SOEGIARTO, 1979).Udang
Penaeus
yang merupakanniaga utama terdiri dari
Penaeus monodon
(udang Windu/ Pacet),
Penaeus merguiensis
(udang Jerbung/Putih
), Penaeus indicus
(udang Kelong/ Poper),
Penaeus semisulcatus(
udang Bago/Kembang),
Penaeus orientalis(
udang Wangkang/Tajam)
 , Penaeuscanaliculatus (
udang Lurik)
 , Penaeuslatisulcatus (
udang Raja)
 
dan
Penaeusesculentus
(udang Loreng/Harimau Belang)
.
Udang
 Metapenaeus
ada 6 jenis yaitu:
 Metapenaeus monoceros
(udang Dogol/Api-api)
 , Metapenaeus affinis
(udang Pasir)
 , Metapenaeus ensis
(udang Berus)
 , Metapenaeus lysianassa (
udang Kuning/Brintik)
 , Metapenaeus brevicornis
(udangCendana)
 
dan
Metapenaeus dopsoni
(udangKapur)
.
Udang air tawar 
 Macrobrachium
hanyasatu jenis yaitu
Macrobrachium rosenbergii
(udang Galah)
 
sedangkan udang karang
Panulirus
ada 6 jenis:
Panulirus versicolor 
(udang Rejuma)
 , Panulirus polyphagus
(udangJarak)
 , Panulirus homarus
(udang Pantungatau udang Bireng)
 , Panulirus longicep
(udangBunga)
 , Panulirus ornatus (
udang Cemara/Ketangan)
 
dan
Panulirus penicilatus
(udangBatu). Usaha penangkapan udang-udangtersebut terutama di perairan: Papua, Maluku,Kalimantan, Sulawesi Selatan, Jawa danSumatera.
BIOLOGI UDANG EKONOMI PENTING(NIAGA)
Secara morfologi udang-udangekonomis penting dari suku Penaeidae(
Penaeus
spp. dan
 Metapenaeus
spp.) memiliki bentuk tubuh yang sama, yang terdiri dari 2 bagian yaitu, bagian depan dan bagian belakang. Bagian depan disebut bagian kepala,yang terdiri dari bagian kepala dan dada(
cephalothorax
). Bagian belakang, terdiri dari perut (
abdomen
) dan ekor (
telson
). Seluruhanggota badan terdiri dari ruas-ruas (
segmen
)yang keseluruhannya berjumlah 19 ruas, bagian cephalothorax terdiri dari kepala 5 ruasdan dada 8 ruas, serta bagian perut 6 ruas(Gambar 1). Keseluruhan tubuhnya ditutupioleh kerangka luar yang disebut denganeksoskleton dan terbuat dari khitin. Kerangkatersebut mengeras, kecuali pada sambungan-sambungan antar dua ruas. Sedangkan udangdari suku Palinuridae (
Panulirus
spp.) dikenal juga dengan sebutan udang karang ataulobster, berukuran tubuh lebih besar danmemanjang dengan cangkang yang tebal sertamelebar secara dorsoventral (Gambar 2)..17
sumber:www.oseanografi.lipi.go.idOseana, Volume XXXIII No. 2, 2008

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->