Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
''Žižek!'' Adalah Superego, atau Hanya Subyek yang Pup Lancar yang Bisa Radikal - Cak Tarno 080510

''Žižek!'' Adalah Superego, atau Hanya Subyek yang Pup Lancar yang Bisa Radikal - Cak Tarno 080510

Ratings: (0)|Views: 9|Likes:
Keunikan, kejenakaan, kevulgaran, bahkan ke-menjijikkan-an Žižek dalam teori maupun teorisasinya seringkali justru malah menjadikannya sebuah ikon budaya-pop ketimbang seorang teoritisi budaya-pop. Alhasil, Eksentrisisme Žižek menghadiahinya banyak penggemar. Di Indonesia (baca: Jakarta) pun nampaknya demikian—setidaknya sepengetahuan saya, seringkali nama Žižek disebut dan dikutip tanpa menyadari konteks, syarat dan konsekuensinya. Akibatnya, pengutipan nama Žižek ini akhirnya hanya menjadi simbol untuk menunjukkan “radikal,” “keren,” “posmarxis,” atau yang agak intelek sedikit, “up-to-date perkembangan ilmu.” Žižek seakan-akan telah menjadi semacam superego di kalangan intelektual (yang merasa) kiri radikal yang secara tidak disadari menyuruh kita untuk menganalisis (hampir) seluruh fenomena secara Žižekian. Tidak ada yang salah dengan ini, namun hal ini rawan menjadikan Žižek sebagai suatu makanan yang disebutnya, meminjam Hegel, “pengetahuan absolut,” lalu menelannya bulat-bulat dan mencernanya demi kesehatan dan kemantapan performa tubuh. Bagi Žižek, bukannya membawa kesehatan, hal ini malah membuat orang tersebut ... sembelit.
Keunikan, kejenakaan, kevulgaran, bahkan ke-menjijikkan-an Žižek dalam teori maupun teorisasinya seringkali justru malah menjadikannya sebuah ikon budaya-pop ketimbang seorang teoritisi budaya-pop. Alhasil, Eksentrisisme Žižek menghadiahinya banyak penggemar. Di Indonesia (baca: Jakarta) pun nampaknya demikian—setidaknya sepengetahuan saya, seringkali nama Žižek disebut dan dikutip tanpa menyadari konteks, syarat dan konsekuensinya. Akibatnya, pengutipan nama Žižek ini akhirnya hanya menjadi simbol untuk menunjukkan “radikal,” “keren,” “posmarxis,” atau yang agak intelek sedikit, “up-to-date perkembangan ilmu.” Žižek seakan-akan telah menjadi semacam superego di kalangan intelektual (yang merasa) kiri radikal yang secara tidak disadari menyuruh kita untuk menganalisis (hampir) seluruh fenomena secara Žižekian. Tidak ada yang salah dengan ini, namun hal ini rawan menjadikan Žižek sebagai suatu makanan yang disebutnya, meminjam Hegel, “pengetahuan absolut,” lalu menelannya bulat-bulat dan mencernanya demi kesehatan dan kemantapan performa tubuh. Bagi Žižek, bukannya membawa kesehatan, hal ini malah membuat orang tersebut ... sembelit.

More info:

Published by: Hizkia Yosie Polimpung on Oct 14, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/14/2013

pdf

text

original

You're Reading a Free Preview
Pages 2 to 9 are not shown in this preview.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->