MODUL PRAKTIKUM
SMU ISLAM AL-AZHAR BSD
Orde reaksi ditentukan dengan mengukur waktu pelarutan total dari sepotong pitaMg dengan panjang tertentu dalam larutan HCl yang konsentrasinya telahdiketahui.Jika jumlah HCl yang digunakan sangat berlebih, maka selama reaksi berjalan,konsentrasi HCl tidak berubah. Akibatnya, kecepatan pelarutan Mg untuk konsentrasi asam yang sama akan tetap.Sebaliknya, jika konsentrasi HCl bervariasi, maka pelarutan Mg yang beratnyatetap akan bergantung pada konsentrasi asam yang digunakan.
III.
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. ALAT DAN BAHANa.
Labu erlenmeyer 250 mL 2 buahb.
Gelas ukur 100 mL, 2 buahc.
Stop watch, 1 buahd.
Gunting, 1 buahe.
HCl 2 Mf.
Aquadestg.
Pita Mgh.
Kertas amplas3.2. METODEa.
Gosok pita Mg dengan kertas amplas hingga mengkilat, kemudian potongmenjadi 5 bagian (@ 2 cm)b.
Masukkan HCl 0,6 M dalam labu erlenmeyer, kemudian masukan 1 pitaMg (2 cm) ke dalam labu tersebut dan segera tekan stop watch sebagaitanda reaksi dimulai.c.
Goyangkan labu sesekali supaya Mg tetap dalam keadaan bergerak.d.
Setelah seluruh Mg larut, hentikan stop watch dan catat waktu pelarutanMg.e.
Ulangi tahap b-d untuk konsentrasi HCl berikutnya.3.3. TABEL DATA PENGAMATANNO KONSENTRASI[HCl][HCl]
2
Waktu pelarutan Mg (t) Laju ReaksiVr
∼
1/t1 0,6 M ……M2 0,8 M ……M
3 1,0 M ……M
4 1,2 M ……M
5 1,4 M ……M
Leave a Comment