Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
8Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Kondisi Limnologis Sungai Klawing Purbalingga Jateng

Kondisi Limnologis Sungai Klawing Purbalingga Jateng

Ratings:

4.5

(2)
|Views: 1,448 |Likes:
Published by anda_lase

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: anda_lase on Jul 23, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

05/14/2013

 
OMNI Akuatika, Vol. IV No. 7 November 2008 : 1-7
 Jurnal Penelitian Perikanan dan Kelautan, Unsoed 
KONDISI LIMNOLOGIS ZONA HILIR SUNGAI KLAWINGKABUPATEN PURBALINGGA JATENG SEBAGAI HABITAT IKANBACEMAN (
 Mystus nemurus
) DAN IKAN SENGGARINGAN (
 Mystus nigriceps
).
Asrul Sahri Siregar ,
1
Isdy Sulistyo1& Setijanto1
ABSTRACT
A study on the limnolocical condition (physicochemical properties and plankton) atthe downstream of the Klawing River had been studied in March December 2007. Anumber of five sites spread along the river has been chosen. The study was conducted sincethe downstream of the river inhabit by fish which are economically important (ex.
Mystusnemurus
,
Mystus nigriceps
,
 Barbus tambroides
). The method of this research is that of survey and sampling technique o
 purposive
 
 sampling 
was employed. The physicochemical properties of the waters were measured
ex situ
and
in situ
. The planktonwere taken using plankton net of no 25. The sampling and measurement had been takenmonthly. Water quality has been analysed by descriptive method based on PP No. 82Tahun 2001. The result of the study showed that the physicochemical properties of light penetration, turbidity, current velocity, dissolved oxygen, free carbondioxide, BiologicalOxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), nitrate, ammonia and phosphate fluctuated monthly, however the value of those are still in the normal range for the biotic life. The plankton observation showed that the composition of the genera and itsabundance were varied monthly.
Keywords: limnological condition, Klawing River, physicochemical properties, plankton, downstream
PENDAHULUAN
Penelitian tentang kondisi limnologis Sungai Klawing Kab. Purbalingga belum banyak dilakukan. Untuk keperluan pemantauan kondisi limnologis suatu ekosistem perairan mengalir seperti Sungai Klawing Kab. Purbalingga masih sering terbatas padaselang waktu tertentu saja, misalnya hanya pada musim kemarau atau penghujan saja.Padahal informasi tentang kondisi limnologis Sungai Klawing penting diketahuihubungannya dengan keberadaan ikan-ikan yang bernilai ekonomis tinggi, seperti ikan baceman (
Mystus nemurus
) dan ikan senggaringan (
Mystus nigriceps
). Pemantauan kondisilimnologis ini dilakukan di lima daerah yaitu daerah hilir dengan jumlah stasiun pengambilan sampel sebanyak 5 yang mewakili lingkungan sekitarnya.Berdasarkan uraian tersebut, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: bagaimana kondisi limnologis zona hilir Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga JawaTengah sebagai habitat ikan baceman dan ikan senggaringan?Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui kondisi limnologis zona hilir SungaiKlawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah sebagai habitat ikan baceman dan ikansenggaringan.Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih akurattentang kondisi limnologis zona hilir Sungai Klawing Kabupaten Purbalingga Jawa Tengahsebagai habitat ikan baceman dan ikan senggaringan, sehingga dapat digunakan sebagai bagian dasar dalam konservasi.
1
* Staf pengajar Jurusan Perikanan dan Kelautan Fak. Sains dan Teknik, Unsoed1
 
OMNI Akuatika, Vol. IV No. 7 November 2008 : 1-7
 Jurnal Penelitian Perikanan dan Kelautan, Unsoed 
METODE PENELITIAN DAN ANALISISMetode Penelitian
Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan metode survei. Pengambilan sampeldilakukan dengan metode
 purposive sampling 
. Lokasi penelitian Sungai Klawing dibagimenjadi 5 daerah pengambilan sampel, yaitu : Stasiun I terletak di daerah Pasren (DesaJetis), stasiun II di daerah Jetis (Desa Jetis), stasiun III di daerah Senon (Desa Bokol),stasiun IV di daerah Bantar Ori (Desa Kedung Benda), dan stasiun V di daerah Congot(Desa Kedung Benda), Pengambilan sampel diulang delapan kali dengan interval waktusebulan. Penelitian dilakukan dari bulan Januari - September 2007 di zona hilir SungaiKlawing Kabupaten Purbalingga.Parameter limnologis yang diamati dalam penelitian ini yaitu parameter fisik air meliputi suhu, kekeruhan, penetrasi cahaya, dan kecepatan arus; parameter kimia meliputi pH, oksigen terlarut, karbondioksida bebas, BOD, COD, nitrat, ammonia dan fosfat; parameter biologi meliputi keragaman dan kelimpahan plankton. Adapun metode analisislaboratorium yang digunakan bersumber pada APHA (2005), Alaerts,
&
Santika (1987)dan Sachlan (1982).
Analisis
Data parameter limnologis (fisik-kimia air dan plankton) yang diperoleh daridianalisis secara deskriptif komparatif dengan standar kualitas buat biota air tawar dariPeraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 dan pendapat ahli untuk beberapa parameter,seperti penetrasi cahaya, nitrat, dan fosfat.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Suhu air berkisar 23,0 – 29,0 ºC dengan rataan 26,27±1,58 ºC. Nilai rataan suhu air antar waktu relatif bervariasi. Hal ini disebabkan karena adanya perubahan musim penghujan menjadi kemarau. Menurut Sumawidjaja (1975), musim, waktu pengukuran,kedalaman dan kegiatan manusia di sekitar perairan, merupakan faktor yangmempengaruhi suhu air. Suhu sering menjadi faktor pembatas khususnya dalam pertumbuhan dan distribusi organisme akuatik karena organisme kurang mentolerir  perubahan suhu yang terjadi (Odum, 1971). Menurut Rochdianto (1995), kisaran suhu air yang cocok untuk usaha perikanan adalah 20 – 30 ºC. Berdasarkan kriteria tersebut, makadapat dinyatakan bahwa suhu air Sungai Klawing masih mendukung kehidupan ikan baceman dan ikan senggaringan serta pakan alaminya.Penetrasi cahaya yang diperoleh berkisar antara 4 – 72 cm dengan rataan 28,4±17,7cm. Nilai rataan penetrasi cahaya cenderung bervariasi antar bulan. Hal ini disebabkanmenurunnya nilai kekeruhan air sebagai faktor penentu nilai penetrasi cahaya di dalam perairan. Menurut Welch (1952), kekeruhan akan mempengaruhi penetrasi cahaya yangmasuk ke dalam perairan yang menyebabkan turunnya produktivitas perairan tersebut.Cahaya matahari merupakan sumber energi utama dalam ekosistem perairan (Effendi,2003). Menurut Asmawi (1983), nilai penetrasi cahaya yang cocok untuk usaha perikananadalah > 45 cm. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa nilai penetrasi cahaya Sungai Klawing, Kabupaten Purbalingga sudah kurang mendukungkehidupan ikan baceman dan ikan senggaringan serta pakan alaminya.Kekeruhan air yang diperoleh berkisar antara 1,6 135 NTU dengan rataan55,5±41,8 NTU. Nilai kisaran dan rataan kekeruhan cenderung menurun dari waktu pengambilan sampel 3 Maret 2007 hingga 8 September 2007. Hal ini disebabkan karenafaktor iklim penghujan yang menyebabkan tingginya tingkat erosi pada waktu
2
 
OMNI Akuatika, Vol. IV No. 7 November 2008 : 1-7
 Jurnal Penelitian Perikanan dan Kelautan, Unsoed 
 pengambilan sampel 3 Maret 2007, lalu menurun nilai kekeruhannya seiring dengantingkat erosi hingga 8 September 2007. Hal ini sesuai pendapat Effendi (2003) yangmenyatakan bahwa kekeruhan pada sungai lebih banyak disebabkan oleh bahan-bahantersuspensi yang berukuran besar, yang berupa lapisan permukaan tanah yang terbawa olehaliran air pada saat hujan. Kekeruhan yang tinggi dapat mengakibatkan terganggunyasistem pernafasan dan daya lihat organisme akuatik, serta dapat menghambat penetrasicahaya ke dalam air (Effendi, 2003). Menurut Wardoyo (1981), nilai kekeruhan yangmendukung usaha perikanan adalah < 50 NTU. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dapatdinyatakan bahwa nilai kekeruhan Sungai Klawing sudah kurang mendukung kehidupan biota air termasuk ikan baceman dan ikan senggaringan serta pakan alami terutama padawaktu musim penghujan.Kecepatan arus yang diperoleh berkisar antara 0,07 – 1,21 m/dtk dengan rataan0,54±0,28 m/dtk. Nilai kisaran dan rataan kecepatan arus pada empat kali waktu pengambilan sampel awal memiliki nilai yang lebih tinggi dan cenderung menurun hingga8 September 2007. Hal ini menunjukkan bahwa empat waktu pengambilan sampel awal penelitian memiliki kecepatan arus yang lebih tinggi seiring dengan musim penghujanyang memiliki debit air yang lebih besar, dan sebaliknya mulai 3 Juni 2007 hingga 8September 2007 cenderung nilai kecepatan arus berkurang seiring dengan mulainya musimkemarau yang memiliki debit air yang kecil. Nilai pH yang diperoleh berkisar antara 6 – 7 dengan rataan 6,9±0,3. Nilai kisarandan rataan pH masing-masing waktu pengambilan sampel relatif sama. Hal ini disebabkanfaktor penentu nilai pH air yaitu kadar CO
2
bebas juga relatif sama untuk semua waktu pengambilan sampel. Menurut Mackereth
et al.
(1989)
dalam
Effendi (2003), nilai pH berkaitan dengan karbondioksida. Selain itu, pH perairan dipengaruhi kadarbahan organik yang ditunjukkan oleh nilai BOD. Nilai pH dapat dijadikan petunjuk untuk menyatakan baik atau buruknya suatu perairan (Odum, 1971). Menurut PP No. 82 (2001), kisaran pHyang baik untuk usaha perikanan adalah 6 – 9. Berdasarkan kriteria tersebut, maka dapatdinyatakan bahwa nilai pH Sungai Klawing, Purbalingga masih mendukung kehidupan biota air, termasuk ikan baceman dan ikan senggaringan serta pakan alami.Kadar O
2
terlarut berkisar antara 3,0 – 9,4 mg/L dengan rataan 7,2 ±1,3 mg/L.Kisaran dan rataan kadar O
2
terlarut untuk semua waktu pengabilan sampel relatif sama.Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yaitu arus dan kadarorganik (BOD). Adanya arussebagai ciri khas dari sungai merupakan penyebab tingginya kadar oksigen terlarut yangdiperoleh selama penelitian. Menurut Barus (2002), faktor arus air dan turbulensi air memegang peranan penting dalam kaitannya bagi proses penyerapan oksigen oleh air.Effendi (2003) menyatakan bahwa dekomposisi bahan organik dapat mengurangi kadar oksigen terlarut di dalam air. Namun, kadar BOD antar waktu pengambilan sampel relatif sama. Kadar O
2
terlarut merupakan salah satu unsur utama sebagai regulator pada prosesmetabolisme hewan air, terutama untuk proses respirasi (Odum, 1971). Menurut PP No. 82(2001), kadar O
2
terlarut yang mendukung usaha perikanan adalah > 3 mg/L. Berdasarkankriteria tersebut, maka dapat dinyatakan bahwa kondisi kadar O
2
terlarut Sungai Klawing,Purbalingga masih tergolong mendukung kehidupan biota air secara normal termasuk bagikehidupan ikan, termasuk ikan baceman dan ikan senggaringan serta pakan alami.Kadar CO
2
 bebas berkisar antara 0,7 - 8,6 mg/L dengan rataan 3,46 ±1,87 mg/L.Kadar CO
2
bebas antar waktu pengambilan sampel relatif sama. Hal ini disebabkan karenafaktor penentu besar kecilnya nilai CO
2
bebas di suatu perairan relatif sama besarnya, yaitukadarBOD. Effendi (2003) menyatakan bahwa dekomposisi bahan organik dapatmenghasilkan kadar CO
2
bebas di dalam air. Kadar CO
2
bebas dalam konsentrasi yangtinggi dapat bersifat menghambat penyerapan O
2
oleh darah di dalam tubuh ikan(Triyatmo, 1997). Menurut Wardoyo (1981), kadar CO
2
bebas yang mendukung usaha
3

Activity (8)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Danu D J Miko liked this
SubanaSolahudin liked this
Yogi Pamungkas liked this
d-yeah liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->