Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Al-Hudud

Al-Hudud

Ratings: (0)|Views: 115|Likes:
Published by Rizky M Faisal

More info:

Published by: Rizky M Faisal on Oct 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/30/2014

pdf

text

original

 
15/10/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Al-Hududm.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/02/al-hudud/1/5
HOME BERITA TERBARU TENTANG KAMI FAQ DEKSTOP
Al-Hudud
October 2nd, 2013 by solihan
 Al-Hudûd 
adalah bentuk jamak dari
al-hadd 
;
mashdar 
dari
hadda – yahuddu – hadd[an] 
. IbnManzhur dalam
Lisân al-‘Arab
mengatakan, “
 Al-Hadd 
adalah pemisah di antara dua sesuatu agar tidak saling bercampur satu sama lain dan tidak saling melanggar. Bentuk jamaknya
hudûd 
Haddu kulli syay’[in] 
adalah akhir (ujung)-nya (
muntahâhu
) yang menolak dan menghalangi darimelampaui batas.
Hadd 
pencuri dan lainnya adalah apa yang menghalangi dirinya darimengulangi perbuatannya, juga menghalangi orang lain melakukan kejahatan itu. Bentuk jamaknya adalah
hudûd 
.” Abu Hafsh an-Nasafi dalam
Thalabah ath-Thalabah
dan Abu al-‘Abbas al-Fayyumi dalam
Mishbâh al-Munî
mengatakan bahwa makna asal dari
al-haddu
adalah
al-fashlu wa al-manu
(pemisahan dan halangan).Ibn Manzhur lebih jauh menjelaskan,
huûduLah
adalah sesuatu yang Allah jelaskanpengharaman dan penghalalannya; Allah perintahkanuntuk tidak dilanggar sedikitpun dandilampaui, selain dari apa yang telah diperintahkan atau dilarang, yang Allah larang untukdilanggar. Al-Azhari di dalam
mengatakan, “
Hudûd 
Allah ada dua bentuk.
Pertama
:
hudud 
yang Allah tetapkan untuk manusia dalam masalah makanan, minuman,pernikahan dan lainnya; di antaraapa yang dihalalkandan diharamkan, yang diperintahkan untukdijauhi dan dilarang untuk dilanggar.
Kedua
:
uqûbât 
yang ditetapkan terhadap orang yangmelakukan apa yang dilarang seperti
hadd 
pencuri, yaitu potong tangan dalam pencurianseperempat dinar atau lebih;
hadd 
orang berzina yang belum menikah yaitu cambukan seratuskali dan diasingkan setahun;
hadd 
orang yang sudah menikah jika berzina yaitu
dirajam
;
hadd 
orang yang menuduh orang lain berzina yaitu cambukan 80 kali. Disebut
hudûd 
karenamenghalangi perbuatan yang di situ ada sanksi jika dilakukan. Yang pertama disebut
hudûd 
karena merupakan akhir yang Allah larang untuk dilanggar (dilampaui).”Ibn al-Atsir dalam
 An-Nihâyah fî Gharîb al-Hadîts wa al-Atsâr 
berkata, “Penyebutan
al-hadd 
dan
VIDEO FOTO KEGIATAN
 
15/10/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Al-Hududm.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/02/al-hudud/2/5
al-hudûd 
di banyak tempat maknanya adalah keharaman-keharaman Allah dan sanksi-sanksi-Nya yang dikaitkan dengan dosa-dosa. Asal dari
al-hadd 
adalah halangan dan pemisah diantara dua perkara. Karena itu
hudûd asy-syar’i 
memisahkan antara halal dan haram. Diantaranya apa yang tidak boleh didekati seperti perbuatan-perbuatan keji yang diharamkan (
al-fawâhisy al-muharramah
). Allah SWT:
ﺎَھوُَرْﻘَﺗ
 
َﻼَﻓ
 
ِﱠ
ا
 
ُدوُدُﺣ
 
َكْِ
Itulah larangan Allah. Karena itu janganlah kalian mendekati larangan itu
(QS al-Baqarah [2]:187).Di antaranya adalah apa yang tidak boleh dilanggar seperti ketentuan waris tertentu dan poligamiempat orang. Di antaranya firman Allah SWT:
ﺎَھوُدَﺗْﻌَﺗ
 
َﻼَﻓ
 
ِﱠ
ا
 
ُدوُدُﺣ
 
َكْِ
Itulah hukum-hukum Allah. Karena itu janganlah kalian melanggar hukum-hukum itu
(QS al-Baqarah [2]: 229).Semua itu adalah makna
al-hadd 
dan
hudûd 
menurut bahasa.Berikutnya para fukaha menggunakan sebutan
al-hadd 
dan
al-hudûd 
dengan makna yang lebihkhusus untuk menyebut jenis ‘
uqubat 
tertentu. Ibn Taimiyah di dalam
 As-Siyâsah asy-Syar’iyah
menjelakan, “Sekelompok
ahlul ‘ilmi 
menjelaskan, bahwa yang dimaksud dengan
hudûdullâh
adalah apa yang diharamkan karena menyangkut hak Allah. Kata
al-hudûd 
dalam Al-Quran danas-Sunnah maknanya adalah pemisah antara halal dan haram: semisal yang akhir halal dan yangawal haram. Dikatakan tentang yang awal:
Itulah hukum-hukum Allah. Karena itu janganlahkalian melanggar hukum-hukum itu
(TQS al-Baqarah [2]: 229). Dikatakan pada yang kedua:
Itulah larangan Allah. Karena itu janganlah kalian mendekati larangan itu
(TQS al-Baqarah [2]:187). Adapun penyebutan ‘
uqubat 
yang telah ditetapkan sebagai
hadd 
adalah tradisi yang baru(
‘urf[un] hâdits[un] 
).”Makna istilah itu kemudian menjadi dominan ketika disebut kata
al-hadd 
dan
al-hudûd 
, danmenjadi makna
syar’i 
kata
al-hadd 
dan
al-hudûd 
.Para fukaha mendefinisikan
al-hudûd 
secara
syar’i 
dengan ungkapan sedikit berbeda satu samalain. Al-Khathib asy-Syarbini di dalam
 Al-Iqnâ’ Hall Alfâzh Abî Syujâ’ 
menyebutkan,
al-hudûd 
secara
syar’i 
adalah ‘
uqubat 
(sanksi) yang telah ditetapkan dan wajib sebagai penghalang daripelaksanaan apa yang mewajibkan
hadd 
. Al-Bahuti di dalam
 Ar-Rawdh al-Murbi’,
 juga az-Zarqani di dalam
Syarh az-Zarqâni ‘alâ Muwatha’ Mâlik 
, mengartikan
al-hudûd 
adalah sanksiyang telah ditetapkan secara
syar’i 
pada kemaksiatan untuk mencegah adanya kemaksiatansemisalnya. Abu al-Hasan al-Mawardi di dalam
 Al-Hâwî al-Kabîr 
mendefinisikan
al-hudûd 
adalahsanksi-sanksi (‘
uqubat 
) yang Allah jadikan untuk mencegah hamba melakukan apa yang dilarang
 
15/10/13Hizbut Tahrir Indonesia » Blog Archive » Al-Hududm.hizbut-tahrir.or.id/2013/10/02/al-hudud/3/5
dan mendorong mereka melaksanakan apa yang diperintahkan. Menurut Abdurahman al-Malikidi dalam
Nizhâm al-‘Uqûbât,
secara istilah
al-hudûd 
adalah sanksi yang telah ditetapkan secara
syar’i 
pada kemaksiatan untuk mencegah adanya kemaksiatan semisalnya. Adapun as-Sarakhsi dalam
 Al-Mabsûth
mendefinisikan
al-haddu
(
al-hudûd 
) adalah sebutanuntuk sanksi (‘
uqubat 
) yang telah ditetapkan, wajib, sebagai hak Allah SWT. Abu al-Hasan al-Mawardi di dalam
al-Hâwî al-Kabîr 
menjelaskan penggunaan sebutan
hudûd 
itu:Penyebutannya sebagai
hudûd 
ada dua takwil.
Pertama
: karena Allah SWT telah membatasi danmenentukan kadarnya sehingga tidak boleh seorang pun melampaui, menambahi ataumenguranginya. Ini adalah pendapat Abu Muhammad bin Qutaibah.
Kedua
: karena itumenghalangi perbuatan yang mewajibkan adanya sanksi itu, diambil dari
hadd ad-dâr 
(batasrumah) sebab menghalangi keikutsertaan orang lain di dalamnya.Dengan menggabungkan semua definisi tersebut,juga dengan memperhatikan sifat
al-hudûd 
,dapat disusun defisini yang menyeluruh dan tepat, yakni
al-hudûd 
adalah
sanksi yang telahditetapkan pada kemaksiatan, yang wajib, sebagai hak Allah untuk menghalangi kemaksiatanitu dilakukan
.Definisi ini sekaligus menjelaskan karakteristik
al-hudûd 
, di antaranya:
Pertama
, ungkapan
sanksi yang telah ditetapkan
, hal itu membedakannya dari
‘uqubat 
dalam bentuk
ta’zir 
.
‘Uqubat 
dalam bentuk
ta’zir 
tidak ditentukan kadar dan bentuknya; hal itu diserahkan pada ijtihad Khalifahatau
qadhi 
. Bentuk dan kadar 
al-hudûd 
telah ditentukan di dalam al-Kitab dan as-Sunnah.
Kedua
, ungkapan
yang wajib
, karena bentuk dan kadar sanksi itu telah ditentukan maka wajibterikat dengannya.
Ketiga
, ungkapan
sebagai hak Allah
, ini membedakannya dari
 jinâyat 
atau
qishash
. Sebab,meski ditetapkan jenis sanksi dan kadarnya,
 jinayat 
atau
qishash
terjadi pada hak sesamamanusia dan di situ ada hak pemaafan dari korban atau ahli warisnya. Di dalam
al-hudûd 
tidakada syafaat (pengampunan), keringanan, pengurangan, atau pemaafan dari siapapun; baik darikorban atau penguasa. Di situ juga tidak boleh ada perdamaian. Rasul saw. bersabda:
َﱠ
ا
 
ﱠدﺎَﺿ
 
ْدَﻘَﻓ
 
ِﱠ
ا
 
ِدوُدُﺣ
 
ْنِﻣ
 
ّدَﺣ
 
َنوُد
 
ُﮫُﺗَﻋﺎَﻔَﺷ
 
ْتَﺎَﺣ
 
ْنَﻣ
Siapa yang syafaat (pengampunan)-nya menghalangi hadd di antara hudûd Allah maka iatelah menentang Allah
(HR Abu Dawud, Ahmad, al-Hakim dan al-Baihaqi).
Keempat 
, disebut
hudûd 
karena mencegah orang, baik pelakunya atau orang lain, darimengulangi atau melakukan kemaksiatan serupa. Kemaksiatan yang disepakati termasuk
hudûd 
ada enam: zina dan
liwath
,
qadzaf 
(menuduh orang berzina), meminum khamr, pencurian, murtad,dan
hirabah
yakni bughat. Masing-masing telah ditentukan
had 
-nya dan hukum-hukumnyadijelaskan secara rinci di dalam syariah.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->