Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemba Has An

Pemba Has An

Ratings: (0)|Views: 5 |Likes:

More info:

Published by: Daniel Setiadi Lokasurya on Oct 15, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/15/2013

pdf

text

original

 
Pembahasan
 
1. Penentuan tetapan kalorimeter
 
Percobaan pertama bertujuan untuk menentukan tetapan kalorimeter dengan menggunakanair panas dan air dingin. Air panas dan air dingin dengan volume yang sama dicampurkandalam kalorimeter diaduk, dan diamati temperaturnya. Berdasarkan catatan suhu yangdidapatkan pada percobaan, suhu campuran air dingin dan air panas berkisar antara 33 oC
 – 
 35 oC.
 
Pada percobaan penentuan tetapan kalorimeter ini di dapatkan peningkatan suhu saat penambahan bahan lain yakni air panas. Sebelum ditambah dengan air panas, suhu air dalamkalorimeter sebesar 30 oC. Dan ketika ditambahkan air panas, temperatur air naik menjadi35 oC. Pada percobaan ini terjadi proses secara eksotermik karena sistem melepaskan kalor.Hal tersebut dapat dilihat pada data hasil pengamatan yang menunjukkan penurunan suhusistem (Campuran) yang mula-mula sebesar 35 oC turun perlahan-lahan menjadi 33 oC.
 
Jika kalorimeter tidak menyerap kalor dari campuran air, maka kalor yang diberikan oleh air  panas sama dengan kalor yang diserap oleh air dingin. Tetapi karena kalorimeter juga ikutmenyerap kalor, maka kalor yang diserap oleh kalorimeter adalah selisih kalor yangdiberikan oleh air panas dikurangi dengan kalor yang diserap oleh air dingin (q3 = q2
 – 
q1).Harga tetapan kalorimeter diperoleh dengan cara membagi jumlah kalor yang diserap olehkalorimeter (q3) dengan penghangatan perubahan suhu pada kalorimeter.
 
C =
q3∆T
 
C = tetapan kalorimeter (J/K)
 
q = kalor yang diserap (J)
 
ΔT
= perubahan suhu (K)
 
Berdasarkan perhitungan diperoleh tetapan kalorimeter sebesar 52 J/K 
 
2. Penentuan Kalor Pelarutan Etanol Dalam Air
 
Kalor atau panas pelarutan dari etanol dapat diperoleh dengan caramencampurkan zat tersebut ke dalam kalorimeter yang berisi air dingin, sehingga akan bereaksi dan akan timbul suatu reaksi yang disertai dengan perubahan suhu, dan pelepasansejumlah kalor. Perubahan kalornya tergantung ada konsentrasi awal dan akhir larutan yangterbentuk.
 
Dalam percobaan ini, dihasilkan panas pelarutan,sehingga temperatur campuran air denganetanol meningkat. Adapun peningkatan suhu campuran terjadi karena adanya kalor pelarutanyaitu kalor yang menyertai pelarutan etanol dalam air.
 
3. Penentuan Kalor Penetralan HCl dan NaOH
 
Inti dari percobaan ini adalah menentukan kalor pada reaksi HCl dan NaOH. Mula-mulalarutan HCl dimasukkan kedalam kalorimeter dan dicatat temperaturnya, kemudian larutan NaOH yang temperaturnya sama dengan temperatur HCl tadi dicampurkan dengan HCl.Setelah diamati terjadi perubahan suhu HCl sebelum dan sesudah dicampurkan dengan NaOH.
 
Pada peercobaan terjadi reaksi antara asam klorida (HCl) dan basa natrium hidroksida(NaOH) yang menghasilkan garam dengan air. Reaksi tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan berikut :
 
HCl(aq) + NaOH(aq)
NaCl(aq) + H2O(l)
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->