3.
Pengawet
, yaitu BTP yang dapat
mencegah menghambat fermentasi, pengasaman atau peruraian lain pada makanan yang disebabkan oleh pertumbuhan mikroba4.
Antioksidan,
yaitu BTP yang dapat mencegah atau menghambat proses oksidasi lemak sehingga mencegah terjadinya ketengikan.5.
Antikempal
, yaitu BTP yang dapat mencegah mengempalnya (menggumpalnya)makanan yang berupa serbuk seperti tepung atau bubuk.6.
Penyedap rasa dan aroma, penguat rasa,
yaitu BTP yang dapat memberikan,menambah atau mempertegas rasa dan aroma.7.
Pengatur keasaman
(pengasam, penetral, dan pendapar), yaitu BTP yang dapatmengasamkan, menetralkan, dan mempertahankan derajat keasaman makanan.8.
Pemutih
dan
pematang tepung
, yaitu BTP yang dapat mempercepat proses pemutihandan atau pematang tepung sehingga dapat memperbaiki mutu pemanggangan.9.
Pengemulsi
, pemantap dan pengental, yaitu BTP yang dapat membantu terbentuknya danmemantapkan sistem dispersi yang homogen pada makanan.10.
Pengeras
, yaitu BTP yang dapat memperkeras atau mencegah melunaknya makanan.11.
Sekuestran
, yaitu BTP yang dapat mengikat ion logam yang ada dalam makanan,sehingga memantapkan warna, aroma, dan tekstur.Selain BTP yang tercantum dalam Peraturan Menteri tersebut, masih ada beberapa BTPlainnya yang biasa digunakan dalam makanan, misalnya:l.
Enzim
, yaitu BTP yang berasal dari hewan, tanaman atau mikroba, yang dapatrnenguraikan secara enzimatis, misalnya membuat makanan menjadi lebih empuk, lebihlarut, dan lain-lain.
2. Penambah gizi,
yaitu bahan tambahan berupa asam amino, mineral atau vitamin, baik tunggal maupun campuran, dapat meningkatkan nilai gizi makanan.
3. Humektan,
yaitu BTP yang dapat menyerap lembab air sehingga mempertahankan kadar air dan makanan.
Sifat, Kegunaan dan Keamanan BTP
Dari beragam jenis BTP seperti yang telah disebutkan di atas sebenarnya hanya beberapayang penggunaannya pada makanan lebih sering dibandingkan dengan BTP lainnya. Olehkarena itu sifat dan keamanan BTP yang sering digunakan tersebut dijelaskan di bawah ini.
Pewarna
Penambahan bahan pewarna pada makanan dilakukan untuk beberapa tujuan, yaitu:• Memberi kesan menarik bagi konsumen• Menyeragamkan warna makanan• Menstabilkan warna• Menutupi perubahan warna selama proses pengolahan• Mengatasi perubahan warna selama penyimpanan.Penggunaan pewarna yang aman pada makanan telah diatur melalui peraturan MenteriKesehatan yang mengatur mengenai pewarna yang dilarang digunakan dalam rnakanan,