• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 3
    CommentGo Back
Download
 
CONTOH PROPOSALOLEH JAMRIDAFRIZAL
STUDI TENTANG PENGELOLAAN REKAM MEDIS PASIEN RUMAH SAKIT
PENDAHULUAN1. Latar Belakang
Dewasa ini kita berada pada era informasi yang ditandai dengan begitutergantungnya segala aspek kehidupan manusia terhadap informasi. Bahkan adasuatu pernyataan umum bahwa siapa yang ingin menguasai dunia, maka kuasailahinformasi. Betapa pentingnya informasi dijelaskan oleh Ira. A. Penn dalamMartono (1997) bahwa meskipun konsumsi pangan lebih banyak dari sebelumnya,namun lebih dari 50% tenaga kerja bekerja di kantor dan 80% di antaranya bekerja sebagai pengelola informasi.Sebagai akibat dari ketergantungan terhadap informasi, maka perananrekod juga ikut meningkat pula, karena rekod merupakan rekaman informasi.Dengan demikian pandangan kita terhadap rekod selayaknya tidak lagi hanyasebagai tumpukan kertas saja, melainkan sebagai sumber informasi. Karena padadasarnya rekod adalah rekaman informasi. Menurut Basuki (1999) alasan manusiamerekam informasi antara laian: (a) Alasan pribadi, merupakan rekaman yangmenyangkut kapasitas pribadi atau individu dan keluarga. (b) Alasan sosial.Manusia tidak hidup sendiri, dia hidup dalam sebuah kelompok. Manusiamerupakan bagian dari organisasi sosial yang berdasarkan minat bersama akanmenghasilkan rekaman tentang kegiatan mereka, baik sebagai perorangan maupunsebagai bagian organisasi sosial. (c) Alasan ekonomis. Seseorang atau sebuah badan yang memperoleh uang, mengelola dan membelanjakannya akanmenghasilkan data terekam yang berguna bagi perorangan ataupun badankorporasi, jadi untuk kepentingan pribadi atau kolektif. (d) Alasan hukum.Merupakan informasi yang terekam yang berkaitan dengan masalah hukum. (e)Alasan instrumental. Semua rekaman memiliki fungsi, namun banyak diantaranyadirancang untuk melaksanakan tugas tertentu. Ini terjadi karena rekaman sengajadibuat atau karena ada. (f) Alasan tujuan simbolis. Beberapa rekaman tidak terlalumemiliki kepentingan praktis, ada kalanya kepentingan simbolis.Salah satu aspek kehidupan manusia yang tergantung terhadap informasiadalah bidang kesehatan. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat dilakukanmelalui rumah sakit. Agar pembangunan kesehatan dapat lebih berdaya guna dan berhasil guna, diperlukan peningkatan dan pemanfaatan manajemen kesehatanmelalui manajemen rumah sakit. Sebuah rumah sakit memiliki fungsi utama untuk memberikan perawatan dan pengobatan yang sempurna kepada pasien baik pasienrawat inap, pasien rawat jalan, maupun pasien gawat darurat. Pemerintah dalamhal ini Departemen Kesehatan, melalui rumah sakit, bertanggung jawab akanmutu pelayanan rumah sakit yang diberikan kepada semua pasien. Pemerintahmendelegasikan tanggung jawabnya kepada staf di rumah sakit.Rumah sakit sebagai suatu lembaga organisasi juga memiliki rekodsebagai bahan pelaksanaan kegiatan administrasi pelayanannya. Sebagai suatulembaga yang melayani kesehatan masyarakat, suatu rumah sakit akan
 
menghasilkan rekod yang disebut dengan rekam medis pasien. Di dalam rekammedis berisi informasi yang berhubungan dengan penyelenggaraan pengobatandan perawatan pasien yakni tentang penyakit, perawatan dan penanganan medis pasien.Keberadaan rekam medis sangat dipentingkan, rekam medis dapatdigunakan sebagai indikator dalam melihat kualitas pelayanan kesehatan, yangoleh Benjamin (1980) disebutkan bahwa pelayanan kesehatan yang baik secaraumum berarti memiliki rekam medis yang baik pula. Komisi gabungan dalammengakreditasi rumah sakit di U.S.A dan Canada telah menyeleksi rekam medissebagai ukuran yang digunakan dalam menentukan kualitas pelayanan kesehatanyang dilakukan suatu rumah sakit melalui staf kesehatannya.Departemen Kesehatan (1982) menyatakan bahwa pada beberapa negaramaju, Badan Organisasi Akreditasi Rumah Sakit, menganggap bahwa rekammedis sangat penting dalam mengukur mutu pelayanan medis yang diberikan olehrumah sakit beserta staf medisnya. Rekam medis merupakan milik rumah sakityang harus dipelihara karena sangat besar manfaatnya bagi pasien, bagi dokter,dan bagi rumah sakit. Rumah sakit bertanggung jawab untuk melindungiinformasi yang ada di dalam rekam medis terhadap kemungkinan hilangnyaketerangan, pemalsukan data yang ada di dalam rekam medis, ataupundipergunakan oleh orang yang semestinya tidak diberi izin.Pernyataan yang senada disebutkan pula oleh Boektiwetan (1996) bahwaseiring dengan pesatnya perkembangan ilmu kedokteran dan teknologi sertamembaiknya keadaan sosial ekonomi dan pendidikan mengakibatkan perubahansistem penilaian masyarakat yang menuntut pelayanan kesehatan yang bermutu.Dan salah satu parameter untuk menentukan mutu pelayanan kesehatan di rumahsakit adalah informasi yang terekam dalam rekam medisnya. Indikator muturekam medis yang baik adalah kelengkapan isinya, akurat, tepat waktu dan pemenuhan aspek persyaratan hukum.Rekam medis yang seharusnya dimanfaatkan sebagai sumber informasidalam proses pengambilan keputusan di rumah sakit, saat ini masih menghadapi permasalahan, yang disebabkan karena belum membudayanya penggunaaninformasi yang faktual oleh para manajer di rumah sakit (Kodyat, 1996). Rekammedis yang tidak lengkap dan tidak tepat waktu, merupakan kendala dalammenghasilkan informasi yang bermutu, dimana informasi medis merupakan bagian yang tak terpisahkan dari sistem informasi rumah sakit, yang bergunasebagai bahan dalam pengambilan keputusan serta perencanaan rumah sakitsecara menyeluruh (Rasjid, 1996). Permasalahan tersebut perlu dipecahkanmelalui peninjauan terhadap bagaimana pengelolaan rekam medis selama ini.Pengelolaan rekam medis yang sesuai dengan semestinya, akan menghasilkansuatu hasil dimana rekam medis tersebut dapat digunakan sebagai sumber informasi yang bermutu, yakni faktual, lengkap, dan tepat waktu.Rekam Medis suatu rumah sakit adalah merupakan rekod yang pengelolaannya harus disesuaikan dengan ketentuan, petunjuk dan pedoman yang berlaku pada pengelolaan rekod pada umumya. Beberapa ketentuan dan petunjuk yang ada dan berlaku di Indonesia yang dapat digunakan sebagai pedoman dalam pengelolaan rekod antara lain: (a Undang-undang nomor 7 tahun 1971 tentang
 
Ketentuan-Ketentuan Pokok Kearsipan. (b) Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 34 tahun 1979 tentang Penyusutan Arsip beserta penjelasannya.(c) Surat Edaran Kepala Arsip Nasional nomor SE/01/1981 tentang PenangananArsip Inaktif sebagai pelaksanaan ketentuan peralihan peraturan pemerintahtentang penyusutan arsip. (d) Surat Edaran Kepala Arsip Nasional nomoSE/02/1983 tentang Pedoman Umum untuk Menentukan Nilai Guna Arsip.Pengelolaan rekam medis selain harus mengacu pada ketentuan, petunjuk,dan pedoman seperti yang dijelaskan di atas, yaitu yang dikeluarkan oleh Arsip Nasional, juga harus mengacu pada ketentuan, petunjuk, dan pedoman yangdikeluarkan oleh Departemen Kesehatan, antara lain: (a) Peraturan PemerintahRepublik Indonesia nomor 10 tahun 1966 tentang Wajib Simpan RahasiaKedokteran. (b) Peraturan Menteri Kesehatan nomor 749a tahun 1989 tentangRekam Medis atau
Medical Records
. (c). Keputusan Direktur Jenderal PelayananMedis nomor 78 tahun 1991 tentang Petunjuk Pelaksanaan PenyelenggaraanRekam Medis di Rumah Sakit. (d) Surat keputusan Direktur Jenderal PelayananMedis nomor 1377 tahun 1990 tentang Pembentukan Tim Penyusunan RekamMedis di Rumah Sakit. (e) Surat Edaran nomor HK.00.06.1.5.01660 tentangPetunjuk Teknis Pengadaan Formulir Rekam Medis Dasar dan Pemusnahan ArsipRekam Medis di Rumah Sakit.Rumah Sakit Persahabatan adalah merupakan rumah sakit pemerintah,yang sejak Januari 2002 telah menjadi Perusahaan Jawatan (PERJAN), penyelenggaraannya secara teknis merupakan rumah sakit vertikal di bawahDepartemen Kesehatan RI. Rumah Sakit Persahabatan juga merupakan RumahSakit Pendidikan, dengan unggulan di bidang Respirasi. Rumah sakit tersebut beralamatkan di Jalan Persahabatan nomor 1 Jakarta Timur. Jumlah tempat tidur yang dimiliki sampai pada tahun 2001 adalah sebanyak 543 buah. Sampai padatahun 2001 Rumah Sakit Persahabatan merupakan rumah sakit pemerintah yangmemiliki jumlah tempat tidur terbanyak di seluruh rumah sakit pemerintah diwilayah Jakarta Timur. Dan nomor ketiga terbanyak di rumah sakit pemerintahseluruh wilayah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta, setelah Rumah Sakit Umum DR Cipto Mangunkusumo (1200 buah) dan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat GatotSubroto (933 buah), dilihat dari jumlah kepemilikan tempat tidurnya.Rumah Sakit Umum Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesiaadalah rumah sakit swasta. Pemilik dan penyelenggara Rumah Sakit UmumFakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia adalah Yayasan UniversitasKristen Indonesia. Rumah Sakit Umum Fakultas Kedokteran Kristen Indonesia juga merupakan Rumah Sakit Pendidikan, dengan unggulan di bidangTraumatologi. Rumah Sakit Umum Fakultas Kedokteran Universitas KristenIndonesia beralamatkan di Jalan Letjen. Soetoyo, Cawang Jakarta Timur. Jumlahtempat tidur yang dimiliki sampai pada tahun 2001 adalah sebanyak 216 buah.Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Rumah Sakit Umum Fakultas KedokteranUniversitas Kristen Indonesia merupakan rumah sakit swasta yang memilikifasilitas berupa tempat tidur, nomor kedua di wilayah Jakarta Timur, setelahRumah Sakit Mitra Keluarga (256 buah). Dan memiliki peringkat ke sembilandari seluruh rumah sakit swasta yang ada di Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta,setelah Rumah Sakit Sint Carolus (541 buah), Rumah Sakit Husada (498 buah0,
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...

<a title="View Studi Tentang Pengelolaan Rekam Medis Pasien RS on Scribd" href="Studi Tentang Pengelolaan Rekam Medis Pasien RS" style="margin: 12px auto 6px auto; font-family: Helvetica,Arial,Sans-serif; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 14px; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; -x-system-fon

yang diperlukan saat ini adalah sosilaisasi teknis dilapangan bgmn ppid dapat berjalan dan dimana struktur organisasinya

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...