Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
bilbul

bilbul

Ratings: (0)|Views: 104|Likes:
Published by ediriyanto

More info:

Published by: ediriyanto on Oct 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/30/2014

pdf

text

original

 
1.2 Sistem Matema]tika Bilangan Bulat
Bersamaan dengan perkembangan zaman masyarakat memerlukan sistem bilangansupaya dapat memenuhi keperluan lain, yaitu mengurangi dan membagi. Dengandemikian mereka mempunyai tuntutan pekerjaan yang tidak sekedar berhitung tetapi hallain yang lebih luas. Pengurangan dua bilangan yang sama besar hasilnya tidak adadalam bilangan asli, karena itu perlu lambang bilangan baru yaitu 0. Dengan adanyatambahan lambang 0 ini diperoleh himpunan baru yang disebut himpunan bilangancacah, dan dinyatakan dengan W = {0, 1, 2, 3, ...}Perkembangan lebih lanjut muncul pertanyaan, bagaimana jika dalam suatu pengurangan bilangan pengurangnya lebih dari bilangan yang dikurangi? Untuk menjawab ini muncul lambang baru yang disebut bilangan negative, yaitu -1, -2, -3Dengan demikian diperoleh himpunan baru yang dinamakan himpunan bilangan bulatdan dinyatakan dengan Z = {...-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...}. Karena perkembangan kehidupanmanusia maka muncul permasalahan-permasalahan baru yang diikuti perkembangan pola pikir manusia sehingga muncul bilangan rasional, bilangan irrasional dan bilangankompleks. Ketiga jenis bilangan ini dibahas pada bab lain.Sekarang perhatikan himpunan semua bilangan bulat, yaitu Z = {...-3, -2, -1, 0, 1, 2, 3,...} operasi penjumlahan pada himpunan Z bersifat tertutup, yaitu apabila a dan b dua bilangan bulat sebarang maka hasil penjumlahan (a + b termasuk dalam Z. Oleh karmahasil kali dua bilangan bulat sebarang merupakan suatu bilangan bulat pula maka operasi perkalian pada himpunan Z bersifat tertutup pula. Jadi, himpunan semua bilangan bulatdengan operasi penjumlahan dan operasi perkalian membentuk suatu sistem yang biasadisebut sistem bilangan bulat.Suatu bilangan bulat dengan penjumlahan mempunyai unsur identitas, yaitu 0 (nol)sebab untuk sebarang bilangan bulat a, berlaku a + 0 = 0 + a = a. Misalnya, 5 + 0 = 0 + 5= 5, - 7 + 0 = 0 + (-7) = -7, 16 + 0 = 0 + 16 = 16, dan sebagainya. Secara umum, jika asuatu bilangan bulat maka -a juga suatu bilangan bulat sedemikian hingga a + (-a) = (-a)+ a = 0. Selanjutnya, -a disebut invers penjumlahan (lawan) dari a. Hal ini dapatdikatakan bahwa setiap bilangan bulat memiliki tepat satu unsur invers penjumlahan(lawan) yang termasuk dalam himpunan bilangan bulat.Jadi semua sifat yang dimiliki {N,+,x} dimiliki pula oleh {Z,+,x} bahkan {Z,+,x}mempunyai satu kelebihan sifat, yaitu adanya unsur invers pada operasi penjumlahan.
 
1.2.1 Penjumlahan bilangan negatif 
Contoh :1.Hitungan 9 + - 4(9 + -4) + -5 = 9 + (- 4 +- 5)= 9 + (-9) = 0Terlihat bahwa -5 merupakan invers penjumlahan (9 + -4). Padahal -5 jugamerupakan invers penjumlahan 5. Jadi 9 + -4 = 5.2.Hitungan 4 + -7(4 + -7) + 3 = 4 + (-7 + 3)= 4 + -4 = 0Terlihat bahwa 3 merupakan invers penjumlahan (4 + -7). Padahal –3 jugamerupakan invers penjumlahan 3. Jadi 4 + - 7 = 33.Hitungan 6 + 5(-6 + 5) + 1 =-6 + (5 + 1)=-6 + 6 = 0Terlihat bahwa 1 merupakan invers penjumlahan dari (-6 + 5). Padahal 1 jugamerupakan invers penjumlahan dari 1. Jadi (-6 + 5) = -1.
1.2.2Perkalian bilangan negatif 
Contoh1.Hitungan 2 x 3(2 x -3) + 6=(2 x -3) + (2 x 3)=2 x (-3 + 3)=2 x 0 = 0Ini menunjukkan bahwa (2 x –3) merupakan invers penjumlahan 6. Padahal -6 -6 = 0. Hal ini menunjukkan pula bahwa –6 merupakan invers penjumlahan 6.Karena 6 hanya mempunyai satu invers penjumlahan, maka 2 x -3 = -6.2.Hitungan 2 x - 3(-2 x -3) +- 6=(-2 x 3) + (2 x -3)=(-2 + 2) x 3=0 x 3 = 0Ini menunjukkan bahwa (-2 x –3) merupakan invers penjumlahan 6. Padahal 6 juga merupakan invers penjumlahan –6. Jadi –2 x –3 = 6 Berdasarkan contoh
 
diatas bolehkah disimpulkan bahwa
Untuk sebarang bilangan bulat a dan b berlaku- a x –b = a x b1.2.3Operasi penguranganDefinisi 1.9:Suatu bilangan bulat merupakan hasil pengurangan bilanganbulat q terhadap bilangan bulat p (ditulis p – q = r) jika r + q =p. (p – q = r + q = p)
Contoh :1.8 2 = 6 karena 6 + 2 = 82.3 – 6 = -3 karena –3 + 6 = 33.Hitunglah 5 – (-2)Misalkan 5 – (-2) = p,Maka (berdasarkan definisi) p + -2 = 5(p + -2) + 2 = 5 + 2 (hukum kanselasi) p + (-2 + 2) = 7 p + 0 = 7 p = 74.Hitunglah 5 - -8Misalkan 5 - -8 = p,Maka (berdasarkan definisi) p + -8 = 5(p + -8) + 8 = 5 + 8 (hukum kanselasi) p + (-8 + 8)=13 p + 0 =13 p =13Berdasarkan dua contoh terakhir diatas dibolehkan disimpulkan bahwa
Untuk sebarang bilangan bulat a dan b berlaku : a - (-b) = a + b1.3 Sistem Matematika Bilangan Bulat Selain Penjumlahan dan Perkalian
Kita dapat membuat operasi lain pada bilangan bulat, misalnya operasi o (dibaca"bundaran") dengan aturan sebagai berikut.Jika a dan b bilangan-bilangan bulat maka a o b = a + b – 2. Berdasarkan definisi(aturan) tersebut apakah himpunan bilangan bulat dengan operasi o membentuk suatusistem? Selanjutnya, kita akan menyelidiki sifat-sifat yang dimiliki oleh bilangan bulatdengan operasi o tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->