• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • 1
    CommentGo Back
Download
 
Tanggapan Al-Qur'an & Al-Hadits Tentang Musik 
1
Pengantar Penerjemah 
Sebuah fenomena menggelisahkan, kini tengah danbahkan sebenarnya sudah cukup lama bergulir di kalanganpemuda-pemudi Islam; yakni kegemaran mendengarkan lagudan musik. Sederet nama para penyanyi dan biduanita dalamdan luar negeri, singel maupun berbentuk grup musikmodern, tertata apik dalam hafalan muda-mudi Islam, bahkan juga kaum tua dan anak-anaknya. Melalui kegemaran itupulalah, berbagai budaya lain yang amat merusak merambatirelung-relung kehidupan generasi Islam yang sedalam-dalamnya. Hal itu lumrah, karena yang menjadi sorotan duniamusik, yang menjadi idola penggemar musik sekarang ini,tidak lain adalah para musikus, biduan dan biduanita kafir,yang notabene, selain kekafiran mereka yang sudahmerupakan musibah, mereka juga menganut budaya modernyang hingar bingar, penuh sensasi dan pertarungan reputasi,masih pula berbaur dengan seribu satu kemaksiatan yangterkadang sudah menjadi agama mereka!!Di sisi lain, banyak kalangan yang mengaku sebagaiseniman Muslim, merasa gerah melihat kesuksesan musisidan para penyanyi kafir di blantika musik dunia. Kegerahanitu -disisipi juga dengan kebodohan terhadap ajaran Islam-menggelitik keinginan sebagian mereka untuk tampil dengangaya musik kontroversial, yakni gaya musik Islami (demikianklaim mereka) atau lebih tepatnya musik bernuansa religius,modern dan sensasional, untuk bersaing dengan parapenyanyi dan musisi kafir, membelah permusikan dunia,sekali-gus mengembangkan syiar-syiar Islam. Begitu tekad
 
Tanggapan Al-Qur'an & Al-Hadits Tentang Musik 
2
mereka. Warna musik itu kemudian lebih dikenal dengankasidah, atau irama padang pasir.Secara sepintas lalu, bagi orang awam yang tidakterbekali ilmu Islam yang memadai dan jauh dari para ulama,kenyataan itu serasa sebagai kemajuan Islam dan kaumMuslimin. Tidak ada salahnya toh, kaum Muslimin jugaberkiprah di dunia musik, selama masih mengetahui batas-batas hukum syariat!Seharusnya, mereka diperkenalkan dengan sebuah kaidahagung di kalangan para ulama, yang seringkali dilontarkanoleh ulama besar zaman ini, Syaikh Muhammad Nashiruddinal-Albani
5
:
"Tidak ada kebenaran yang hanya bisa ditegakkandengan kebatilan
!"Lagu dan musik, pada asalnya adalah haram. Banyakdalil-dalil dari al-Qur`an, dan terutama juga hadits-haditsshahih serta penjelasan para ulama terkemuka, yangmembuktikan hal itu. Sehingga tidaklah mungkin, musik danlagu itu diimbuhi dengan label Islam, bagaimanapunwujudnya.Ada beberapa statement berbentuk pertanyaan yangmenggelitik, dari kalangan orang-orang awam yang jauh dariilmu dan para ulama. Di antaranya adalah: "Apakah Islamtidak mengenal seni dan hiburan? Apakah Islam bertentangandengan fitrah manusia yang suka kesenangan? Bukankah kitabisa berdakwah melalui seni?"Kita katakan, semua statement itu berasal dari rasa panik,karena tidak mampu keluar dari lingkungan kemaksiatan,sama sekali tidak bernilai ilmiah. Adapun pertanyaanpertama, bisa dilihat sebagai berikut:Seni dalam arti keindahan (bila benar definisinya sekedaritu), adalah bagian dari ajaran Islam. Islam menganjurkan
 
Tanggapan Al-Qur'an & Al-Hadits Tentang Musik 
3
keindahan, karena Allah itu indah dan suka keindahan,seperti tersebut dalam salah satu hadits shahih. Namuntidaklah pada tempatnya, kita menghalalkan yang haram,dengan alasan itu adalah bagian dari keindahan. Sama halnyadengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang enak.Imam an-Nawawi dalam
Riyadhus Shalihin
membuat satu babberjudul:
"Dibolehkannya mengkonsumsi makanan yang enak-enak."
Nabi juga menyukai madu, suka minum susu,menyukai daging kambing, kurma masak, dan makanan enaklainnya. Namun tidak mungkin kita mengatakan, "Kenapadaging babi itu haram, bukankah itu termasuk makananenak?"
Wal'iyadzu billah
. Tidak semua yang enak itu halal.Terkadang ia mengandung bahaya, psykis maupun fisik, yangtidak kita ketahui, sehingga Allah mengharamkannya.Demikian pula, tidak semua yang kita anggap indah adalahdianjurkan dan dibolehkan dalam Islam. Pasti banyakkemudaratan di balik indahnya lagu dan musik yang(mungkin) tidak kita ketahui, sehingga Allahmengharamkannya.Islam bertentangan dengan fitrah? Bila yang dimaksuddengan fitrah adalah kesucian aqidah, sebagaimana dalamhadits:
"Setiap Bani Adam dilahirkan dalam keadaan suci,"
makaIslam memang demikian. Tetapi kalau yang dimaksud denganfitrah adalah tabiat dasar manusia yang "zhalim dan bodoh,"tabiat dasar jiwa manusia "sesungguhnya jiwa itu selalumengajak kepada kejahatan," maka Islam jauh dari itu. Islammembolehkan hiburan dalam batas yang tidak diharamkan.Nabi sering bermain-main dengan Hasan dan Husain, bahkandengan Aisyah salah seorang istri beliau.Berdakwah dengan musik? Bagaimana pula denganberdakwah melalui minuman keras? Berdakwah melaluiperzinaan? Berdakwah melalui pemerasan? Tingkat
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
07 / 21 / 2010<span class="translation_missing">en_US, this_document_made_it_onto_the</span>Rising List!
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...