Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Urban Agro Untuk Ketahanan Pangan

Urban Agro Untuk Ketahanan Pangan

Ratings: (0)|Views: 1|Likes:
Published by Aditya Mahardhika

More info:

Published by: Aditya Mahardhika on Oct 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/16/2013

pdf

text

original

 
 
Urban Agro untuk Solusi Ketahanan Pangan
 
“Indonesia Terancam Jadi Negara Pengimpor Pangan” menjadi sebuah headline berita di INILAH.COM pada mei 2013 lalu. Hal ini dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan dan kepentingan properti lainnya yang mempunyai dampak signifikan terhadap ketahanan pangan dalam negeri. Menteri pertanian, Suwono,menambahkan “konversi lahan pertanian yang tiap tahun mencapai 100.000 hektar itu terusterang menghawatirkan. Karena persoalan ketahanan pangan kita, mau tidak mau harusdidukung oleh lahan yang produktif”.
 
Keadaan ini diperparah dengan tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia. Badan pusat statistik memperkirakan pertumbuhan penduduk di Indonesia semakin meningkat. Padatahun 2010 saja jumlah penduduk di Indonesia mencapai 237 juta jiwa. Hal ini tidak diimbangi oleh jumlah ketersediaan pangan nasional. Sebagaimana disampaikan olehMuhamad Sohibul Imam, wakil ketua DPR bidang koordinator “Pada 2011, volume impor  beras, jagung, gandum, kedelai, gula, susu, dan daging mencapai 11,6 juta ton senilai US$ 9,4miliar. Defisit pangan tahun 2011 mencapai 11,35 juta ton dengan nilai US$ 9,24 miliar karena ekspor hanya 250 ribu ton dengan nilai US$ 250 juta.” Hal ini juga didukung dataBPS yang menunjukkan impor beras Indonesia mencapai 2,75 ton dengan nilai US$ 1,5miliar atau 5% dari total kebutuhan dalam negeri, impor kedelai mencapai 60% dari totalkonsumsi dalam negeri sekitar 3,1 juta ton dengan nilai US$ 2,5 miliar, jagung sebesar 11%dari konsumsi 18,8 juta ton senilai US$ 1,02 miliar, gandum (100%, US$ 1,3 miliar), gula putih (18%, US$ 1,5 miliar). Oleh karena itu, diperlukan solusi untuk mengatasi masalahkelangkaan pangan ini.Teknologi pertanian dan perkebunan menjadi semakin kreatif dan inovatif untuk mengatasi kebutuhan pangan yang sangat tinggi. Hal ini dapat terlihat dengan hadirnya UrbanAgro sebagai salah satu bentuk solusi untuk membantu mengurangi ketergantungan impor masyarakat Indonesia akan sayur, buah dan bahkan padi. Pelaksanaan Urban Agro inidilakukan dengan memanfaatkan lahan–lahan luang disekitar rumah–rumah dan gedung
-
gedung pencakar langit di perkotaan. Ruang
-
ruang yang terbatas tersebut dapat disulapmenjadi lahan perkebunan yang dapat menghasilkan dan bernilai ekonomis tinggi. Teknologiurban agro juga terbilang cukup murah dan dapat diterapkan pada lahan – lahan kecil yangada diperkotaan pada umumnya. Untuk atap–atap hotel dan gedung tinggi lainnya dapatdimanfaatkan menjadi lahan untuk bercocok tanam dengan membuat rumah kaca. Sistim

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->