Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
HUKUM PERJANJIAN SYARIAH DAN PENERAPANNYA DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

HUKUM PERJANJIAN SYARIAH DAN PENERAPANNYA DALAM PERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA

Ratings: (0)|Views: 174 |Likes:
ANI NUGROHO
ANI NUGROHO

More info:

Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/19/2013

pdf

text

original

 
  Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 8, No 2, September 2013
 Hukum perjanjian syariah
.
...(Ani Nugroho) 96-102
ISSN :
2085-4757
 
96
PENDAHULUAN
Perjanjian atau perikatan dibuatsecara tertulis sebagai alat bukti bagi para pihak. Dalam fiqh muamallah pengertiankontrak perjanjian terdapat dalam bab pembahasan tentang akad, adapun pengertian akad (
al-
‘aqd 
) secara bahasadiartikan sebagai perikatan atau perjanjian.
1
Menurut para fuqaha
al-
‘aqd 
adalah perikatan yang ditetapkan melalui ijab danqabul berdasarkan ketentuan syara yangmenimbulkan akibat hukum terhadapobjeknya.
2
Akad adalah pertemuan ijabdan qabul yang dibenarkan syara, dansebagai pernyataan kehendak dua pihak 
1
Burhanuddin S, 2009,
 Hukum Kontrak Syariah
, Yogyakarta: BPFE, Yogyakarta, Hal.12.
2
 
Rachmad Syafe’i, 2004,
 Fiqh Muamallah
,Cet 2, Bandung : Pustaka Setia, Hlm.44.
atau lebih untuk melahirkan akibat hukum pada objeknya.
3
 Sehingga yang dimaksud denganhukum kontrak syariah adalah hukum yangmengatur perjanjian atau perikatan yangdibuat secara tertulis berdasarkan prinsip- prinsip syariah sebagai alat bukti bagi para pihak yang berkepentingan.
4
Bank BNIsyariah, bank Jabar, BRI syariah, Bank Danamon, BII, HSBC, Bank Bukopin padatahun 2000 serta sekitar 156 BPR Syariah.
5
 Lahirnya undang-undang no 21 tahun 2008tentang perbankan syariah serta undang-undang no 19 tahun 2008 tentang surat berharga syariah nasional memberikankepastian hukum adanya dukungan dari pemerintah terhadap eksistensi perbankan
3
Syamsul Anwar, 2007,
 Hukum PerjanjianSyariah
, Jakarta : Rajawali Press, Hlm.58.
4
 
 Ibid 
, Hal.12.
5
Data BI 17 Desember 2013.
HUKUM PERJANJIAN SYARIAH DAN PENERAPANNYA DALAMPERBANKAN SYARIAH DI INDONESIA
Oleh :
Ani NugrohoFakultas Hukum Universitas Palangka RayaAbstrak:
 
 Perkembangan perbankan syariah di Indonesia dilatarbelakangi denganberdirinya Bank Muamallat Indonesia (BMI) pada tahun 1992 yang diprakarsai oleh MUI dan pemerintah serta dukungan dari ICMI dan pengusaha muslim di Indonesia. Adapun keberadaan bank syariah tersebut diatur dalam undang-undang perbankan no tahun 1992 yang dirubah dengan undang-undang no 10 tahun 1998 serta PP no 72 tahun1992 tentang bank berdasarkan prinsip bagi hasil. Ditengah menjamurnya bank-bank konvensional di Indonesia, eksistensi bank syariah setelah terjadi krisis moneter menunjukkan keberadaannya mampu
 
bertahan. Hal ini dibuktikan dengan berdirinyabank IFI cabang syariah dan bank syariah mandiri pada tahun 1999.
 
Kata Kunci: Perjanjian syariah, perbankan syariah, penerapannya dalam praktek 
 
  Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 8, No 2, September 2013
 Hukum perjanjian syariah
.
...(Ani Nugroho) 96-102
ISSN :
2085-4757
 
97syariah di Indonesia. Yang mana dalam pelaksanaan dan sistemnya perlu dilakukan pengawasan yang bertujuan untuk menghindari melencengnya penerapan prinsip-prinsip syariah dalam penerapannya di perbankan syariah. Olehkarenanya dalam hal ini bagaimanakahakad-akad kegiatan dalam menerapkan perjanjian berlandaskan prinsip syariahyang dilakukan oleh bank syariah ?
PEMBAHASANPenerapan Hukum Perjanjian SyariahDalam Perbankan Syariah
Pasal 1 angka 7 Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2008 menyebutkan bahwa bank syariah adalah bank yangmenjalankan kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah dan menurut jenisnya terdiri atas bank umum syariahdan bank pembiayaan syariah. Adapun prinsip syariah adalah prinsip hukum Islamdalam kegiatan perbankan berdasarkanfatwa yang dikeluarkan oleh lembaga yangmemiliki kewenangan dalam penetapanfatwa di bidang syariah. Sedangkan pengertian akad disebutkan dalam angka13 yakni kesepakatan tertulis antara bank syariah atau unit usaha syariah dan pihak lain yang memuat adanya hak dankewajiban bagi masing-masing pihak sesuai dengan prinsip syariah.Kegiatan usaha bank umum syariahdijelaskan dalam pasal 19, meliputi :a.
 
Menghimpun dana dalam bentuk simpanan berupa giro, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakandengan itu berdasarkan akad
wadiah
 atau akad lain yang tidak bertentangandengan prinsip syariah. b.
 
Menghimpun dana dalam bentuk investasi berupa deposito, tabungan atau bentuk lainnya yang dipersamakandengan itu berdasarkan akadmudharabah atau akad lain yang tidak  bertentangan dengan prinsip syariah.c.
 
Menyalurkan pembiayaan bagi hasil berdasarkan akad
mudharabah
, akad
musyarakah
atau akad lain yang tidak  bertentangan dengan prinsip syariah.d.
 
Menyalurkan pembiayaan berdasarkanakad
murabahah
, akad
 salam
, akad
istishna
atau akad lain yang tidak  bertentangan dengan prinsip syariah.e.
 
Menyalurkan pembiayaan berdasarkanakad
qard 
atau akad lain yang tidak  bertentangan dengan prinsip syariah.f.
 
Menyalurkan pembiayaan penyewaan barang bergerak atau tidak bergerak kepada nasabah berdasarkan akad
ijarah
/ sewa beli dalam bentuk 
ijarahmuntahiya bittamlik 
atau akad lain yangtidak bertentangan dengan prinsipsyariah.g.
 
Melakukan pengambilalihan utang berdasarkan akad
hawalah
atau akadlain yang tidak bertentangan dengan prinsip syariah.Kegiatan penghimpunan danatersebut adalah :
Giro berdasarkan prinsip
wadiah.
 
Merupakan simpanan dana nasabah.
Wadiah
merupakan titipan nasabah yangtidak memberikan wewenang kepada penerima titipan untuk menggunakan benda yang dititipkan. Penerima titipan berhak untuk mendapatkan upah untuk itu.Bagi bank yang menjadi pihak yangmenerima titipan dengan seijin nasabahnyasebagai pihak yang menitipkan, bank dapatmenggunakan dana milik nasabah denganmenjamin, bahwa bank akanmengembalikan dana itu secara utuh. Bank memiliki tanggung jawab atas segalaresiko yang terjadi pada dana tersebut.
 
  Jurnal Ilmu Hukum, Jilid 8, No 2, September 2013
 Hukum perjanjian syariah
.
...(Ani Nugroho) 96-102
ISSN :
2085-4757
 
98Dalam kondisi titipan seperti ini, titipannyadisebut dengan
wadi’ah yad adh
-dhamanah
. Sedangkan untuk titipan yang penerima titipan tidak berhak untuk menggunakan benda titipan disebut dengan
wadi’ah
yad al-amanah
. Dari proses
wadi’ah yad adh
-dhamanah
ini, tentunya bank tidak memperoleh upah dari nasabahatas jasa titipannya, tetapi ia berhak mendapatkan semua keuntungan yangdiperoleh dari hasil penggunaan dananasabah tersebut. Sedangkan bagi nasabah,selain ia mendapatkan jaminan keamananterhadap dananya, biasanya ia memperolehintensif dari bank. Pemberian intensif oleh bank tidak diperjanjikan diawal akad dan jumlahnya tidak ditetapkan terlebih dulu.
6
 
Tabungan berdasarkan prinsip
wadiah/ mudharabah 
1.
 
Tabungan adalah simpanan dananasabah di bank yang dapat diambilsewaktu-waktu oleh nasabah denganmenggunakan buku tabungan atau alatlainnya tetapi tidak menggunakan cek.Prinsip
wadi’ah
pada tabungandigunakan sama halnya dengan produk giro yang telah diuraikan diatas.2.
 
Prinsip mudharabah pada tabunganadalah antara nasabah dan bank mengadakan akad mudharabah, yaitunasabah menyimpan sejumlah danakepada bank untuk dikelola oleh bank.Dalam hal ini, hasil yang diperoleh dari pengelolaan dananya akan dibagikankepada nasabah sebagai pemilik dana(
 shahibul maal 
) dan bank sebagai pengelola dana (
mudharib
). Besar bagihasil (
nisbah
) tersebut telah disepakatidi awal akad.
7
 
6
Gemala Dewi, 2006,
 Hukum Perikatan Islamdi Indonesia
, Jakarta : kencana Prenada MediaGroup, Hlm.155.
7
 
 Ibid 
, Hlm.156.
Deposito berdasarkan prinsip
mudharabah 
 
Deposito berjangka merupakan penyimpanan dana oleh nasabah kepada bank dengan ketentuan waktu penarikandana adalah dalam jangka waktu tertentusejak penyetoran dananya, seperti 30 hari,90 hari, dan sebagainya. Dalam hal ini, perikatan yang digunakan adalahmudharabah. Nasabah sebagai shahibulmaal dan bank sebagai mudharib salingterikat untuk melakukan bagi hasil sesuaidengan nisbah yang telah ditentukan diawal akad.
8
 Kegiatan penyaluran dana adalah :Prinsip jual beli :
 Murabahah :
Yaitu jual-beli denganadanya tambahan dari harga asal. Nasabahyang memiliki kebutuhan benda tertentudapat mengajukan permohonan kepadaBank Syariah untuk membeli bendatersebut. Benda yang telah dibeli oleh bank, kemudian akan dijual kembalikepada nasabah dengan harga yang lebihtinggi dari harga asal. Kelebihan harga initentunya didasarkan pada kesepakatandiantara keduanya. Pembayaran yangdilakukan oleh nasabah biasanya dalam bentuk angsuran, meskipun tidak dilaranguntuk membayar secara tunai. Sistem ini biasanya dilakukan untuk pembiayaan barang-barang investasi seperti melalui
letter of credit 
(L/C) dan pembiayaan persediaan sebagai modal kerja.
9
 
 Istishna
: Bank sebagai penjual (
 shani
’)
mendapat pesanan dari nasabah sebagai pembeli (
mustashni
’) dengan cara
8
 
 Ibid 
, Hlm.156.
9
 
 Ibid 
, Hlm.156-157.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->