Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pemikiran Abdul Mannan

Pemikiran Abdul Mannan

Ratings: (0)|Views: 196 |Likes:
Published by Denise Nelson

More info:

Published by: Denise Nelson on Oct 16, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/08/2013

pdf

text

original

 
 Al-Q
ā
n
ū
n, Vol. 12, No. 2, Desember 2009
 
Telaah Kritis atas PemikiranEkonomi Islam Abdul Mannan
Fahrur Ulum
 
Abstract:
This article analyses the opinion of Abdul Mannanon certain main aspects of Islamic economy. They are thescope of Islamic economy, its several basic assumptions, itscharacteristics and its institutional framework. In hisendeavor to construct the science of Islamic economy, likeother Islamic economists, Abdul Mannan determines simplebasic economic functions which cover three functions;consumption, production, and distribution. A person’sconsumption attitude is influenced by his/her needs. AbdulMannan then divides human needs into three categories;necessities, comforts dan luxuries.In relation to prduction aspect, production system of anIslamic state must stand on objective criteria which ismeasurable in form of material welfare, and subjective onewhich is attainable in the light of shari’a. Meanwhile, in theaspect of distribution of income and wealth, there are someproposed policies to prevent the concentration of wealth in acertain group of people through the enactment of duties justified with Islamic law and those of voluntary distribution.Mannan’s opinions are admittedly fresh ideas, but there aresome ambiguities open to critiques.
Kata kunci:
ekonomi Islam, produksi, konsumsi, distribusi,dan
basic economic functions
 
A.
 
Pendahuluan
Isu-isu besar dalam ekonomi Islam diawali dari
TheFirst International Conference on Islamic Economics
di Mekkahpada tahun 1976. Sebelumnya, pada era 30-an hingga 60-an,ekonomi Islam masih merupakan kajian fikih muamalah ataulebih dekat lagi dengan
 fiqh al-buyu
. Selama masa-masatersebut, telah ada kajian yang spesifik pada ekonomi Islam,namun, isu yang dibahas lebih bersifat pendekatan ekonomi.
*
Penulis adalah dosen pada Fakultas Syariah IAIN Sunan AmpelSurabaya.
 
Fahrur Ulum 
Al-Q
ā
n
ū
n, Vol. 12, No. 2, Desember 2009
 
433
Bahkan, tidak jarang memakai alat analisis matematika danekonometrika.
1
Sementara itu, literatur ekonomi Islam dapat dengansederhana dibagi menjadi lima kelompok:
2
1.
 
Filsafat ekonomi Islam2.
 
Sistem ekonomi Islam, yang mencakup studi komparatifantara Islam dan isme-isme yang lain3.
 
Kritik Islam terhadap sistem ekonomi kontemporer4.
 
Analisis ekonomi menurut kerangka Islam, dan5.
 
Sejarah pemikiran ekonomi IslamUntuk melakukan analisis sebuah pemikiran ekonomiIslam modern yang bermakna, wilayah analisis harus dijelaskan.Hal ini dimaksudkan agar pembahasan dari analisa tersebut tidakbias. Selain itu, akan mempermudah untuk membatasi obyekpembahasan pada hal-hal yang urgen dan substansial yangmampu membedakan dengan pemikiran pakar yang lain.Terhadap hal yang demikian, telah dipilih sedikitnya limawilayah analisis, meliputi;1.
 
Pendekatan terhadap ekonomi sebagai suatu keseluruhan2.
 
Asumsi dasar3.
 
Kerangka institusional4.
 
Distribusi, dan5.
 
Produksi
1
Analisis matematika sebenarnya adalah analisis yang dipakai untukmemecahkan masalah matematika dan fisika. Namun demikian, dalamperkembangannya dipakai pula untuk memecahkan masalah ekonomi. LihatE.T. Whittaker and Watson,
 A Course in Modern Analysis
, fourth edition(Cambridge: Cambridge University Press, 1972), h. 3. Selain itu, biasanya paraekonom juga memberikan pendapat tentang ramalan kondisi perekonomianpada masa yang akan datang. Teknik yang paling sederhana untukmeramalkan fenomena ekonomi, misalnya GDP, inflasi, suku bunga, nilaitukar, adalah dengan teknik Autoregresive Moving Average (ARMA),Autoregresive Conditional Heterosedasticity (ARCH) dan GederalizedAutoregresive Conditional Heterosedasticity (GARCH). Baca selengkapnya dihttp://ekonometrik.blogspot.com.
2
Muhammad Nejatullah Siddiqi,
 Muslim Economic Thinking: a Survey of Contemporary Literature
(United Kingdom: Islamic Foundation, 1981), h. 32.
 
 
Telaah Kritis Pemikiran Ekonomi Islam Abdul Manan 
Al-Q
ā
n
ū
n, Vol. 12, No. 2, Desember 2009
 
434
Tulisan ini didasarkan pada sumber sekunder. Berbagaikarya yang tidak diterbitkan juga dianalisis. Namun demikian,secara pasti yang menjadi rujukan utama dalam melakukananalisis pemikiran Mannan adalah dari dua buku yang telahditerbitkan, yaitu
Islamic Economics: Theory and Practice
, Delhi, Sh.M. Ashraf, 1970 dan
The Making of Islamic Economiy
, Cairo, 1984.Namun, sebelumnya perlu dijabarkan paradigmaekonomi Islam sebagai landasan berfikir dalam setiap analisissehingga menghasilkan analisa yang lebih komprehensif,terstruktur dalam frame yang jelas serta kepastian arahpembahasan hingga penempatan kritik yang proporsional.
B.
 
Paradigma Sistem Ekonomi Islam
Thomas Khun mendefiniskan paradigma sebagaikerangka referensi atau pandangan dunia yang menjadi dasarkeyakinan atau pijakan suatu teori.
3
Sedangkan Faqih mengutippendapat Patton (1975) mendefinisikan pengertian paradigmahampir sama dengan Khun, yaitu sebagai “
a world view, a general perspective, a way of breaking down of the complexity of the real world.”
 (suatu pandangan dunia, suatu cara pandang umum, atau suatucara untuk menguraikan kompleksitas dunia nyata).
4
 Dengan pengertian itu, paradigma ekonomi Islam adadua.
Pertama
, paradigma umum, yaitu
‘aqi
dah isla
miyyah
yangmenjadi landasan pemikiran
(al-qa’idah fikriyah)
bagi segalapemikiran ekonomi Islam. Aqidah Islamiyah di sini dipahamibukan sekedar sebagai
‘aqi
dah ru
h
}
iyyah
(aqidah spiritual), yakniaqidah yang menjadi landasan aktivitas-aktivitas spiritual murniseperti ibadah, namun juga sebagai
‘aqi
dah siya
siyyah
(aqidahpolitis), yakni aqidah yang menjadi landasan untuk mengelolasegala aspek kehidupan manusia tanpa kecuali termasukekonomi.
Kedua
, paradigma khusus (cabang), yaitu sejumlah kaidahumum dan mendasar dalam syariah Islam yang lahir dari aqidah
3
Thomas Khun,
The Structure of Scientific Revolution,
(Chicago: TheUnivesity of Chicago Prerss, 1970), h. 48.
 
4
Mansour Faqih,
Sesat Pikir Teori Pembangunan dan Globalisasi
 (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2001), h. 39.
 

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->