bumi : "Iya...iya...hamba juga setuju pada pendapat Matahari Paduka Yang Mulia.Hanya manusia saja yang merusak tatanan kosmos Paduka, hamba pun merasa malusebenarnya dihinggapi tubuh hamba oleh manusia. Tapi ya bagaimana lagi, itu sudahmenjadi tugas hamba. Walaupun hamba jijik, tapi hamba tetap melakukannya demikesetiaan hamba pada Paduka Yang Mulia. Lihatlah diri hamba Paduka, yang cantikmolek, biru menarik, indah menawan. Dalam tata surya hambalah yang tercantik danterindah Paduka. Manusia2 itu pula yang mau merusak keelokan hamba, tapi hambabersabar. Karena apapun yang Paduka berikan kepada hamba, hamba yakin itulah yangterbaik buat hamba." Aku tersenyum2, mau tertawa tapi gak tega, narsis juga bumiini, bisa2nya pamer di depan tuhan. Dalam kegelapan pembicaraan ini, terus terangaku masih agak kebingungan, aku tak bisa melihat apa2. Otakku berpikir keras daritadi, ada rasa takut juga, gila...yang datang dalam pembicaraan ini matahari, wahwah bisa hancur berkeping2 diriku ini, mungkin tidak hancur, lenyap tanpa bekasbahkan. Helium dan hydrogen dalam tungku fusi dan fisi yang mampu menggeletarkanruang dan waktu, aku jadi merinding membayangkannya. tuhan : "Anak muda, kamujangan diam saja. Tenang..tenang...aku tahu apa yang kamu takutkan. Dimensi panasmatahari sudah kuredam, jadi jangan takut. Hayo..gimana pendapat kamu..?" aku : "Aku sebenarnya ngantuk sekali, lagi2 kau undang aku untuk hal2 nggak bermutu kayagini. Lain kali lihat sikon dong tuhan, jangan main sikat aja. Apa badanintelijenmu nggak cukup untuk memberi laporan komprehensif tentang konstelasi tatasurya..?"tuhan : " Dasar anak muda pemalas, aku tidak minta banyak waktumu. Kau makhlukku,tapi menyembahku hanyalah kewajiban sukarela buatmu. Kuundang kalian sebagaipenyeimbang atas laporan badan intelijenku, karena kau tahu sendiri, sumber primerlebih kupercayai daripada sumber sekunder." Tiba2 kepalaku seperti terbentursesuatu, atau lebih tepatnya seperti ditampar. Sakit juga...... aku : " Heh,berani2nya menampar dalam gelap. Siapa tadi..?" tuhan : " Aku...anak muda tolol.Ganjaran atas kemalasanmu." aku : " Lagi2 kau sering menghukum tanpa sebab,mengadili tanpa membuktikan bersalah. Tapi baiklah, aku akan menjawabpertanyaanmu. Kuakui memang ada keresahan global itu, penyalahgunaan namamu,keraguan atas eksistensimu, dan pencarian ambisius akan "blue chip" semestamu.Tapi kukira penyebabnya juga dirimu sendiri koq, kejadian2 itu hanyalah "trippleeffect" atas kediktatoran dan keegoanmu. Kalau engkau tidak bersembunyi dibalikjubah semesta, mereka mungkin akan lebih santun dalam hidup." tuhan : " Aku maubersembunyi atau tidak, itu hak prerogatifku anak muda. Akulah penguasa tunggalsemesta. Akulah tuhan segala tuhan. Akulah tuhan 2
Leave a Comment