• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Daftar Isi : 1. Konferensi Lintas Dimensi.................................................................... 2. Ziarah KeMakam Tuhan....................................................................... 3.Sanggupkah Tuhan Menerima Musibah ............................................. 4.Ketika Tuhan Menikahi Pelacur........................................................... 5. Derita Al-Quran ………………………………………………………………………….. 6. Umat-Umat Proselitis ………………………………………………………………… 7.Lukisan Cinta dari Denmark ………………………………………………………. 8. Dikejar-kejar Surga, DitolakNeraka …………………………………………… 9. Tuhan-Tuhan Yang Mencari Tuhan ……………………………………………… 10.Perempuan-Perempuan Yang Ingin Diperkosa …………………………… 11. Membebaskan Tuhan dariPenjara ……………………………………………. 12. Liburan Jibril Ke Bumi ………………………………………………………………..13. Kucit Menggugat ……………………………………………………………………….. 14. Revolusi Mata Hati …………………………………………………………………….. 15. Keluarga Pelangi ……………………………………………………………………….. 16.Rhapsody Seorang Bidadari ……………………………………………………….. 17. Ketika Hawa Tidak MencintaiAdam …………………………………………… 18. Istri Keempat Seorang Kiai ………………………………………………………… 19.Kembalikan Senyumku ……………………………………………………………… 20. Dejavu All Over Again …………………………………………………………………. 21. Kartini, Pelacur Kelas Teri ………………………………………………………….. 22.Anjing Dan Kucing (bag.1) …………………………………………………………. 23. Anjing Dan Kucing (bag.2) ………………………………………………………….. 24. Menyerah Pada Sang Cinta ………………………………………………………… 25.Cintamu Terlalu Muda …………………………………………………………………1 7 12 15 19 22 25 28 32 36 39 42 46 51 61 66 69 75 77 79 83 86 89 92 96
 
Konferensi Lintas Dimensi Butiran2 halus berwarna putih menyapa rambutku yang takteratur diterjang angin pergantian musim, langit sedang gembira menurunkan manik2putihnya untuk dinikmati makhluk2 bumi. Salju yang telah membelai bumi sudah mulaimengeras, membuatku harus berhati2 karena licinnya jalan. Minus 1 derajat tadikulihat, dan malam ini akan semakin dingin nampaknya. Aku sangat lelah setelahseharian bekerja, sehingga jalan setapak menuju ke rumah pun rasanya sangatpanjang. Masih juga kulihat tetangga2ku saling melempar salju sambil tertawagembira, aku pun ingin bergabung, tapi rasanya malas juga, dingin nampaknyamerayuku untuk segera menyambut hangatnya kamarku. Kubuka pintu kamarku,kunyalakan lampu, hhmmm ada surat, dibungkus amplop berwarna biru dengan tulisandi pojoknya "Very Confidential". Tergesa2 kubuka surat itu, tak biasanya akumenerima surat dengan tulisan very confidential, pasti ada sesuatu yang sangatpenting di dalam surat itu. "Anak muda, malam ini jam 12.00 tengah malam, kutunggukamu di Meeting Point kita seperti biasanya. Awas kalau tidak datang. Tertanda,Tuhan" tuhan, ah dia lagi. Not in the right time, seenaknya saja dia bikinundangan tanpa konfirmasi dulu. Padahal dia pasti tahu kalau aku hari ini sangatcapek, karena habis kuliah aku langsung kerja hingga malam. Pake intimidasi lagi,pake awas2an. Kurang ajar memang dia, dari dulu selalu begitu. Walaupun aku jugakurang ajar sebenarnya, kalau mau ketemu dia juga seenak perutku, kapanpun akumau. tuhan : "Ehem...ehemmmm...anak muda, matahari, dan bumi.....kalian kuundangdalam pertemuan ini untuk kumintai pendapat tentang konstelasi tata surya kaliansaat ini, aku hanya agak prihatin, koq akhir2 ini aku sering dapat laporan dariJibril kalau ada semacam keresahan global. Semakin banyak yang menggunakan namakuuntuk hal2 yang tidak baik. Semakin banyak yang mempertanyakan dan meragukankeberadaanku, bahkan semakin banyak pula yang sama sekali tak percayakeberadaanku. Mulai ada pula yang mencari "theory of everything". Terus terang akutersinggung mendengar laporan Jibril, kehebatan dan keagunganku sebagai tuhanterhina, dan aku lebih tersinggung lagi, karena yang menghinakan hanyalah makhlukjelek macam kalian." matahari : " Sabar...sabar... Yang Mulia. Yang melakukan itucuma binatang yang mengaku manusia itu Yang Mulia. Hamba, Matahari.., akan selalumengagungkan Paduka. Hamba masih setia mengemban tugas menghidupi tata surya.Walau terus terang, tugas yang Paduka limpahkan kepada hamba sebenarnya tugas yangamat membosankan. Tapi percayalah, hamba akan selalu menjunjung tinggi arasyPaduka."1
 
bumi : "Iya...iya...hamba juga setuju pada pendapat Matahari Paduka Yang Mulia.Hanya manusia saja yang merusak tatanan kosmos Paduka, hamba pun merasa malusebenarnya dihinggapi tubuh hamba oleh manusia. Tapi ya bagaimana lagi, itu sudahmenjadi tugas hamba. Walaupun hamba jijik, tapi hamba tetap melakukannya demikesetiaan hamba pada Paduka Yang Mulia. Lihatlah diri hamba Paduka, yang cantikmolek, biru menarik, indah menawan. Dalam tata surya hambalah yang tercantik danterindah Paduka. Manusia2 itu pula yang mau merusak keelokan hamba, tapi hambabersabar. Karena apapun yang Paduka berikan kepada hamba, hamba yakin itulah yangterbaik buat hamba." Aku tersenyum2, mau tertawa tapi gak tega, narsis juga bumiini, bisa2nya pamer di depan tuhan. Dalam kegelapan pembicaraan ini, terus terangaku masih agak kebingungan, aku tak bisa melihat apa2. Otakku berpikir keras daritadi, ada rasa takut juga, gila...yang datang dalam pembicaraan ini matahari, wahwah bisa hancur berkeping2 diriku ini, mungkin tidak hancur, lenyap tanpa bekasbahkan. Helium dan hydrogen dalam tungku fusi dan fisi yang mampu menggeletarkanruang dan waktu, aku jadi merinding membayangkannya. tuhan : "Anak muda, kamujangan diam saja. Tenang..tenang...aku tahu apa yang kamu takutkan. Dimensi panasmatahari sudah kuredam, jadi jangan takut. Hayo..gimana pendapat kamu..?" aku : "Aku sebenarnya ngantuk sekali, lagi2 kau undang aku untuk hal2 nggak bermutu kayagini. Lain kali lihat sikon dong tuhan, jangan main sikat aja. Apa badanintelijenmu nggak cukup untuk memberi laporan komprehensif tentang konstelasi tatasurya..?"tuhan : " Dasar anak muda pemalas, aku tidak minta banyak waktumu. Kau makhlukku,tapi menyembahku hanyalah kewajiban sukarela buatmu. Kuundang kalian sebagaipenyeimbang atas laporan badan intelijenku, karena kau tahu sendiri, sumber primerlebih kupercayai daripada sumber sekunder." Tiba2 kepalaku seperti terbentursesuatu, atau lebih tepatnya seperti ditampar. Sakit juga...... aku : " Heh,berani2nya menampar dalam gelap. Siapa tadi..?" tuhan : " Aku...anak muda tolol.Ganjaran atas kemalasanmu." aku : " Lagi2 kau sering menghukum tanpa sebab,mengadili tanpa membuktikan bersalah. Tapi baiklah, aku akan menjawabpertanyaanmu. Kuakui memang ada keresahan global itu, penyalahgunaan namamu,keraguan atas eksistensimu, dan pencarian ambisius akan "blue chip" semestamu.Tapi kukira penyebabnya juga dirimu sendiri koq, kejadian2 itu hanyalah "trippleeffect" atas kediktatoran dan keegoanmu. Kalau engkau tidak bersembunyi dibalikjubah semesta, mereka mungkin akan lebih santun dalam hidup." tuhan : " Aku maubersembunyi atau tidak, itu hak prerogatifku anak muda. Akulah penguasa tunggalsemesta. Akulah tuhan segala tuhan. Akulah tuhan 2
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...