JALAN GOLONGAN YANG SELAMAT
Oleh
:
Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu(46 Bagian)
BAGIAN 13
HUKUM HANYA MILIK ALLAH SEMATA
Allah menciptakan makhluk dengan tujuan agar mereka beribadah kepadaNyasemata. Ia mengutus para rasulNya untuk mengajar manusia, lalu menurunkankitab-kitab kepada mereka, sehingga bisa memberikan hukum (putusan) yangbenar dan adil di antara manusia. Hukum tersebut tercermin dalam firman AllahTa'ala
,
dan dalam sabda Rasulullah . Hukum-hukum itu mengandung berbagaimasalah. Di antaranya ibadah,
mu'amalah
(pergaulan antar manusia),
aqa'id
(ke-percayaan),
tasyri'
(penetapan syari'at),
siyasah
(politik) dan berbagaipermasalahan manusia lainnya.
1.
Hukum dalam aqidah:
Yang pertama kali diserukan oleh para rasul adalah pelurusan aqidah sertamengajak manusia kepada tauhid.Nabi Yusuf misalnya, ketika berada di dalam penjara beliau me-nyerukedua temannya kepada tauhid, ketika keduanya menanyakan padanyatentang
ta'bir
(tafsir) mimpi. Sebelum nabi Yusuf menjawab pertanyaankeduanya, ia berkata:
"Hai kedua penghuni penjara, manakah yang lebih baik, tuhan-tuhan yangbermacam-macam itu ataukah Allah Yang Mahaesa lagi Mahaperkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah)nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allahtidak menurunkan suatu keterangan pun tentang nama-nama itu. Hukum(keputusan) itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."
(Yusuf: 39-40)
2.
Hukumdalam ibadah:
Kita wajib mengambil hukum-hukum ibadah, baik shalat, zakat, haji danlainnya dari Al-Qur'an dan hadits
shahih
, sebagai realisasi dari sabdaRasulullah :
"Shalatlah kalian sebagaimana kalian melihat aku shalat"
(Muttafaq alaih)
"Ambillah teladan dariku dalam tata cara ibadah (hajimu)."
(HR. Muslim)Dan merupakan penerapan dari ucapan para imam mujtahid, "Jika haditsitu
shahih
maka ia adalah madzhabku."Bila antara imam mujtahid terjadi perselisihan pendapat, kita tidak bolehfanatik terhadap perkataan seseorang di antara mereka, kecuali kepadayang memiliki dalil
shahih
yang bersumber dari Al-Qur'an dan As-Sunnah.
Leave a Comment