Lalu apa saja empat bulan suci tersebut? Dari Abu Bakroh, Nabi
shallallahu ‘alaihiwa sallam
bersabda,ٌتَِلاََُ ٌةَثََث ، ٌمُرُح ٌةَعَبَْأ َهِْ ، اًرْهَش َرََ َْثا ُةَسلا ، َضَْاَو ِتاََسلا َقََخ َمَْي َِِئَْهَ َاَدَْا ِدَ َُزلا
ََْعَشَو ىََُج َنَْب ىِلا َرَُ َُجََو ، ُمرَُْلاَو ِةِْلا وُذَو َِدْعَْلا وُذ
“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit danbumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram(suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqo’dah, Dzulhijjah dan Muharram.(Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhor yang terletak antara Jumadil (akhir) danSya’ban.”
(HR. Bukhari no. 3197 dan Muslim no. 1679)Jadi empat bulan suci yang dimaksud adalah (1) Dzulqo’dah; (2) Dzulhijjah; (3)Muharram; dan (4) Rajab.
Di Balik Bulan Haram
Lalu kenapa bulan-bulan tersebut disebut bulan haram? Al Qodhi Abu Ya’la
rahimahullah
mengatakan, “Dinamakan bulan haram karena dua makna.
Pertama
, pada bulan tersebut diharamkan berbagai pembunuhan. Orang-orangJahiliyyah pun meyakini demikian.
Kedua
, pada bulan tersebut larangan untuk melakukan perbuatan haram lebihditekankan daripada bulan yang lainnya karena mulianya bulan tersebut. Demikian pula pada saat itu sangatlah baik untuk melakukan amalan ketaatan.” (Lihat
Zaadul Maysir
, tafsir surat At Taubah ayat 36)Karena pada saat itu adalah waktu sangat baik untuk melakukan amalan ketaatan,sampai-sampai para salaf sangat suka untuk melakukan puasa pada bulan haram.Sufyan Ats Tsauri mengatakan, “Pada bulan-bulan haram, aku sangat senang berpuasadi dalamnya.” (
Latho-if Al Ma’arif
, 214)Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mengkhususkan empat bulan tersebut sebagai bulanharam, dianggap sebagai bulan suci, melakukan maksiat pada bulan tersebut dosanyaakan lebih besar, dan amalan sholeh yang dilakukan akan menuai pahala yang lebih banyak.” (
Latho-if Al Ma’arif
, 207)
Bulan Haram Mana yang Lebih Utama?
Para ulama berselisih pendapat tentang manakah di antara bulan-bulan haram tersebutyang lebih utama. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulanRajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah. Namun An Nawawi (salah satu ulama besar Syafi’iyah) dan ulama Syafi’iyah lainnyamelemahkan pendapat ini. Ada yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Muharram, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Al Hasan Al Bashri dan pendapat ini dikuatkan oleh An Nawawi. Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Dzulhijjah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Jubair dan lainnya, juga dinilai kuat oleh Ibnu Rajab dalam
Latho-if Al Ma’arif
(hal. 203).
Leave a Comment