Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
35Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Rangkuman Fiqh Prioritas

Rangkuman Fiqh Prioritas

Ratings: (0)|Views: 2,196 |Likes:
Published by tomysgraha

More info:

Published by: tomysgraha on Jul 26, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/11/2013

pdf

text

original

 
Triana Agung
Rangkuman BukuFIKIH PRIORITASPenyusun : DR. Yusuf QardhawiDasar pemikiran Fikih Prioritas
 7. dan Allah telah meninggikan langit dan Dia meletakkan neraca (keadilan).8. supaya kamu jangan melampaui batas tentang neraca itu.9. dan Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu.Ayat Qur’an inilah yang menjadi dasar pemikiran bahwa nilai-nilai, hukum-hukum, amal-amal dan taklif (pembebanan) Allah mempunyai peringkat yang tegas dalam pandangan hukum Islam, tidak beradadalam satu urutan. Apa yang seharusnya didahulukan harus didahulukan dan yang akhir haruslahdiakhirkan, yang kecil tidak dibesar-besarkan, demikian pula yang urgen tidak diremehkan. Segalasesuatu harus diletakkan secara proposional dan wajar, tanpa harus berlebih-lebihan dan mengada-ada.Jika kita ikuti apa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah tentang jawaban atas suatu pertanyaan,maka akan kita temuai sejumlah ukuran untuk menjelaskan amal, nilai, dan pembebanan mana yangpaling utama, paling tinggi dan paling disukai oleh Allah; serta untuk menjelaskan posisi yang satudengan yang lain yang masing-masing memiliki tingkatan. Beberapa hadits di bawah ini menunjukkanperihal tingkatan-tingkatan itu.“Shalat jamaah melebihi shalat sendirian dengan duapuluh tujuh derajat.”(Hadits Muttafaq’alaih, dari Ibnu Umar)“Satu dirham melampaui seratus ribu dirham.”(Hadits ini dikatakan sahih menurut syarat yang dibuat Muslim)
Kekacauan Fikih PrioritasHampir di seluruh negeri yang sebagian besar penduduknya beragama Islam, bahkan di negeri Arab pun kitamenemukan berbagai kenyataan yang sungguh mengherankan. Yaitu, adanya kecenderungan mendahulukan hal-halyang terkait dengan masalah seni dan kemewahan materi daripada hal-hal yang terkait dengan masalah ilmu dan pendidikan. Banyak pula kita lihat di masyarakat orang-orang yang kosong dari cahaya ilmu dan petunjuk fikih.Mereka memukul rata berbagai amal tanpa mengadakan identifikasi jenis dan tingkatan amal tersebut. Ataumemberikan status hukum terhadap amal tersebut tidak sesuai dengan apa yang dikehendaki syariat. Berikutcontohnya :-Nama yang terkenal di masyarakat adalah artis, seniman, atlet bukanlah para ulama, pendidik, pemikir, atauda’I melainkan artis, seniman, atlet, dan lain-lain.-Dalam aspek keuangan, dikeluarkan sejumah besar dan keperluan olahraga, seni, media massa dan menjagastabilitas nasional.-Setiap tahun terdapat sejumlah besar ummat Islam menunaikan ibadah haji dan umroh. Dari keseluruhantidak sampai lebih dari 15% yang baru pertama kali berhaji. Mereka mudah sekali mengeluarkan uang bahkan membayari orang-orang miskin untuk berhaji. Namun jika diminta untuk mengeluarkan danatahunan yang sama untuk digunakan memerangi Yahudi di Palestina atau menangkal kristenisasi, merekamenolak.
-
Para pemuda yang awalnya mempelajari dan menjadi ahli di bidang-bidang umum (seperti kedokteran,teknik dan pertanian) meninggalkan pekerjaannya karena beranggapan bahwa mereka harus lebihmenyibukkan diri dalam urusan da’wah dan tablig. Padahal pekerjaan mereka yang terkait denganspesialisasinya merupakan fardhu kifayah. Mereka dapat menjadikan pekerjaannya sebagai ibadah dan jihad jika dilaksanakan secara sungguh-sungguh, niat yang benar, dan komitmen yang tinggi terhadaphukum-hukum Allah.
Rangkuman Buku Fikih PrioritasHalaman 1
 
Triana Agung
Sementara di sisi lain, sektor pendidikan, kesehatan, keagamaan dan bantuan-bantuan pokok mengeluh karenakekurangan dana dan diharuskan melakukan penghematan. Padahal yang sebenarnya terjadi adalah “disini terjadi penghematan dan disana terjadi pemborosan”. Hal ini persis dengan apa yang pernah diungkapkan Ibnu Muqaffa’,“Aku tidak pernah melihat suatu pemborosan kecuali di pihak yang lain terdapat hak yang diabaikan.”Diantara hal-hal yang terjadi pada ummat Islam di zaman kemunduran ini yaitu:1.Mengabaikan fardhu kifayah yang berkaitan dengan masalah ummat, seperti mendalami ilmu, industri, peperangan
2.
Mengabaikan sebagian fardhu ‘ain, kurang memberikan perhatian pada hal seperti kewajiban
amar ma’ruf nahi munkar 
.
3.
Lebih memperhatikan sebagian rukun-rukun daripada sebagian yang lain. Misalnya ada yang lebihmemperhatikan puasa dan bermalas-malasan dalam sholat.
4.
Memperhatikan sebagian ibadah sunnah (misalnya berzikir, bertasbih) lebih banyak daripada ibadah wajib(misalnya membantu para yatim dan orang miskin, mengasihani yang lemah, melawan kezaliman sosialdan politik)Hubungan Fikih Prioritas dengan Fikih-fikih LainnyaA.Hubungan Fikih Prioritas dengan Fikih PerbandinganPokok-pokok studi fikih perbandingan yaitu:
1.
Perbandingan antara hal-hal yang baik/
mashaalih
atau hal
-
hal yang bermanfaat/
manaafi’ 
atau kebaikan-kebaikan yang disyariatkan—antars satu dengan yang lain.
2.
Perbandingan antara hal-hal yang merusak/
mafaasid 
atau yang berbahaya/
mudhar 
atau kejahatan-kejahatanyang dilarang antara satu dengan yang lain.
3.
Perbandingan antara
mashaalih
dan
mafaasid 
atau maslahat-maslahat dan kerusakan-kerusakan jikakeduanya muncul dalam waktu yang sama.Fikih perbandingan juga fikih prioritas mengharuskan kita untuk:
-
Mendahulukan
dharuuriyyat 
(sesuatu yang tanpa keberadaannya ia mati) daripada
haajiyat 
(sesuatu yangtanpa ada selainnya mungkin bisa hidup), apalagi
tahsiinat 
/
al-kamaaliyyat 
(sesuatu yang dapat menghiasikehidupan bahkan memperindahnya)
-
Mendahulukan
haajiyat 
daripada
tahsiinat 
dan
mukammilat 
.
 Adh-dharuuriyyat 
juga berjenjang. Menurut para ulama ada lima: agama, jiwa, keturunan, akal, harta dankehormatan.Perbandingan antara
maslahat 
yang satu dengan lainnya terdiri atas:
-
Mendahulukan
maslahat 
yang diyakini kebenarannya daripada
maslahat 
yang diragukan atau masih dikira-kira kebenarannya.
-
Mendahulukan
maslahat 
yang besar daripada
maslahat 
yang kecil.
-
Mendahulukan
maslahat 
social daripada
maslahat 
individual
-
Mendahulukan
maslahat 
yang banyak daripada
maslahat 
yang sedikit.
-
Mendahulukan
maslahat 
yang kekal daripada
maslahat 
yang bersifat sementara atau terputus-putus.
-
Mendahulukan
maslahat 
yang esensial dan substansial daripada
maslahat 
struktural dan pinggiran.
-
Mendahulukan
maslahat mustaqbaliyyah
(futuristis=berkenaan dengan masa depan) yang kokoh daripada
maslahat 
temporal yang lemah.Adapun untuk perbandingan antara
mafaasid 
para fuqaha menetapkan sejumlah kaidah yang sesuai dengan hokum-hukumnya yang paling penting, antara lain:-Tidak boleh membahayakan diri sendiri dan tidak boleh membahayakan (mudharat) orang lain.-Kerusakan itu dihilangkan sedapat mungkin.-Kerusakan itu tidak dihilangkan dengan menimbulkan kerusakan sejenisnya atau lebih besar darinya.-Dijalankan diantara dua kerusakan yang paling ringan dan diantara dua kejahatan yang paling kecil.-Kerusakan/gangguan yang lebih rendah dipertahankan untuk mencegah kerusakan yang lebih tinggi.
Rangkuman Buku Fikih PrioritasHalaman 2
 
Triana Agung
-Gangguan yang khusus dipertahankan untuk mencegah gangguan yang umum.Jika antara
mashaalih
dan
mafaasid 
 bertemu dalam satu perkara haruslah diadakan perbandingan antara keduanya.Jika mafsadat lebih besar daripada manfaat dan maslahat yang muncul secara bersamaan, maka wajib dicegahkarena banyaknya mafsadat yang ditimbulkan. Dasarnya adalah firman Allah di Qur’an Surat al-Baqarah ayat 219,yang artinya:“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah: ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar daripada manfaatnya…..’”Kaidah-kaidah terpenting dalam hal ini adalah mencegah mafsadat didahulukan daripada mendapatkan maslahat.Kaidah ini disempurnakan oleh kaidah yang lebih penting seperti:-Mafsadat yang kecil dimaklum demi kemaslahatan yang besar -Mafsadat yang muncul sesaat dibiarkan demi maslahat yang kekal-Mafsadat yang pasti tidak ditinggalkan demi mafsadat yang disangsikan.Kemaslahatan ada tiga macam : mubah, sunnah dan wajib.Kemafsadatan ada dua macam: makruh/yang dibenci dan haramB.Hubungan Fikih Prioritas dengan Fikih Maqaashid/TujuanDiantara manfaat dan kebaikan memahami agama Allah adalah bahwa kita dapat mengetahui maksud Allahmemberi pembebanan kepada manusia. Dengan demikian kita berusaha merealisasikan maksud tersebut sehinggakita tidak memberatkan diri kita maupun orang lain untuk mengerjakan ibadah yang tidak ada hubungannya dengantujuan syariat. Berkaitan dengan ini, kiranya perlu diperhatikan hal-hal seperti di bawah ini:-Keharusan zakat fitrah berupa makanan di setiap kawasan di zaman sekarang
-
Berebut melempar jumroh sebelum tergelincirnya matahari meskipun hal itu mengakibatkan jalanan penuhsesak sampai membawa kematian karena seorang terinjak-injak.C.Hubungan Fikih Prioritas dengan Fikih NushushHubungan fikih prioritas ini lebih banyak terhadap nash-nash Sunnah Nabi, sebab didalamnya terdapat hal-hal yangmenyebabkan orang yang memahaminya berbeda-beda, jumlahnya lebih banyak. Hal itu disebabkan As-Sunnahmemberikan perincian masalah, dan terdiri dari cabang-cabang masalah serta penerapannya.Prioritas Kualitas daripada KuantitasDiantara prioritas penting menurut syariat adalah mendahulukan kualitas dan jenis daripada kuantitas dan bentuk.Ukuan syariat bukanlah jumlah yang banyak dan besarnya bentuk, akan tetapi kualitas dan tatacara yang ditempuhdalam beribadah. Kuantitas adalah seluruh pengungkapan yang menggunakan ukuran-ukuran materiil semata-mata,seperti tentang jumlah, cakupan luas, bentuk, timbangan, lamanya waktu dan lain-lain.Al-Qur’an mencela kelompok mayoritas jika para anggotanya terdiri dari orang-orang yang tidak berakal, tidak  berilmu, tidak beriman, atau tidak bersyukur (QS. 29:63, 7:187, 11:17, 2:143, 6:116) dan memuji kelompok minoritas yang beriman, bekerja dan bersyukur (QS. 34:13, 8:26,11:116). Atas dasar inilah tidak terlalu pentinguntuk memperbanyak jumlah manusia, tetapi yang terpenting adalah memperbanyak jumlah orang mukmin yangsaleh. Hal ini diperkuat pula dengan beberapa kejadian berikut ini:-Tentara Thalut memperoleh kemenangan, padahal mereka jauh lebih sedikit daripada jumlah tentara Jalutyang demikian besar (QS. 2:249, 2:251)
-
Rasulullah dan sahabatnya memperoleh kemenangan dalam peperang Badar, padahal mereka jauh lebihsedikit daripada jumlah orang-orang musyrik (QS. 3:123, 8:26)Seseorang itu dinilai karena ilmu yang ada di kepalanya, karena iman di dalam dadanya dan sejauh mana kebaikandan kesungguhan (esensi dan proses) amal yang dikerjakannya. Dalam hal agama dan ibadah, arti amal yang paling baik adalah amal yang paling ikhlas dan paling benar (menurut as-Sunnah) dilakukan (Abu Ali al-Fudhail IbnuIyadh). Adapun baik/ihsan dalam hal keduniaan adalah tercapainya suatu amal pada tingkat professional yang
Rangkuman Buku Fikih PrioritasHalaman 3

Activity (35)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Rahmat Arifuddin liked this
Ayuna Shin Hyun liked this
Maia Farizie liked this
Dwi Wahloyo liked this
Risma Riris liked this
gakjel liked this
Alwan Suhaily added this note
wwww

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->