Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
37Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Perencanaan dan Implementasi Kebijakan Komunikasi Penertiban Pedagang Kaki Lima

Perencanaan dan Implementasi Kebijakan Komunikasi Penertiban Pedagang Kaki Lima

Ratings: (0)|Views: 3,552 |Likes:
Published by Yasir Jufri
Pemerintah seharusnya mengevaluasi perencanaan dan implementasi kebijakan komunikasi dalam penertiban PKL. Setiap kebijakan semestinya mempertimbangkan kebutuhan para PKL sebagai target utama perubahan yang diinginkan dalam penertiban. Pemerintah harus menunjukkan ketegasan dan konsisten terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dengan melaksanakan secara berkelanjutan.Kebijakan komunikasi akan lebih efektif apabila melibatkan secara aktif semua komponen masyarakat dalam setiap merumuskan kebijakan, seperti para tokoh masyarakat dan para akademisi serta organisasi masyarakat lainnya.
Pemerintah seharusnya mengevaluasi perencanaan dan implementasi kebijakan komunikasi dalam penertiban PKL. Setiap kebijakan semestinya mempertimbangkan kebutuhan para PKL sebagai target utama perubahan yang diinginkan dalam penertiban. Pemerintah harus menunjukkan ketegasan dan konsisten terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibuat dengan melaksanakan secara berkelanjutan.Kebijakan komunikasi akan lebih efektif apabila melibatkan secara aktif semua komponen masyarakat dalam setiap merumuskan kebijakan, seperti para tokoh masyarakat dan para akademisi serta organisasi masyarakat lainnya.

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: Yasir Jufri on Jul 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/05/2013

pdf

text

original

 
PERENCANAAN DAN IMPLEMENTASI KEBIJAKANKOMUNIKASI PENERTIBAN PEDAGANG KAKILIMA OLEH PEMERINTAH KOTA PEKANBARU Yasir 
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu PolitikUniversitas Riau, Pekanbaru 29293Yasir_jm@yahoo.com
 ABSTRAK 
The aim of this research is to analyze the communication policy  planning by Pekanbaru Govement in controlling sidewalk traders. Thisresearch was held by using qualitatif method through a case study. Thetechniques of collecting data of this research were by using depth interview, participant observation, and documentation. The planning of communication policy by the goverment in Pekanbaru has several weaknesses. Of courses it determined the ways of goverment how to socialize to the sidewalks traders(PKL). The communication policy planning to control the trades used several ways such as giving some letters, creating integrated team, making routineoperation by patrol cars and building new markets. The govermencommunication policy was based on the regulation number 5, 2002 and alsothe “Program K3”. In fact, the regulation is not implemented well by thegoverment. Therefore, the traders (PKL) will always come back to thesidewalk or road to sell their goods again.
Key words
: communication planning, policy, sidewalk traders and market.
PENDAHULUAN
Keberadaan pedagang kaki lima (PKL) merupakan fenomena sosialyang dapat ditemukan di kota-kota besar di Indonesia. Hampir tiap hari di
1
 
media massa, baik cetak maupun elektronik, memuat berita mengenaipenggusuran atau penertiban PKL. Pedagang berkepentingan untuk mencarinafkah, namun di sisi lain pemerintah menertibkan dan memperindah tataruang kota. Pada sisi yang lain, investor baik secara mandiri maupunberkerjasama dengan pemerintah, membangun pasar-pasar modern, secaratidak langsung menggusur pasar tradisional dan pedagang kecil.Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memiliki kebijakan menjadikanKota Pekanbaru yang bersih dan tertib sesuai dengan program yang dimilikiyaitu K-3 (Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban). Berpijak pada program K-3 tersebut Pemerintah Kota Pekanbaru berusaha memembuat kebijakan danmelakukan komunikasi untuk menertibkan keberadaan pedagang kaki lima.Pemerintah berusaha menyadarkan PKL melalui sosialisasi dengan caramenawarkan lokasi penampungan di pasar tertentu yang dibangun sebagaitempat alternatif. Namun kenyataannya para PKL masih enggan untukmenempati pasar-pasar alternatif tersebut.Peraturan Daerah (Perda) Kota Pekanbaru Nomor 7 Tahun 2001 telahmengatur bahwa Dinas Pasar Kota Pekanbaru mempunyai tugas pokok yaitumembantu walikota dalam melaksanakan kebijaksanaan walikota dalambidang pengelolaan pasar. Dinas ini juga mempunyai kewenangan tentangpenataan dan pembinaan pedagang kaki lima. Salah satu penataan danpembinaan pedagang kaki lima yang dilakukan Dinas Pasar Kota Pekanbaruadalah melakukan penertiban pedagang kaki lima yang melakukan aktivitasusahanya menggunakan badan jalan, dimana aktivitas ini menggangguketertiban umum.Sebagai contoh, pelaksanaan kegiatan komunikasi yang sudahdilakukan Sub-Dinas Penertiban dan Kebersihan adalah menyosialisasikan
2
 
kepada para PKL dengan cara mengeluarkan Surat Edaran Nomor:250/511.2/DP-III/07). Surat edaran ini mempertegas surat keputusanWalikota Pekanbaru No. 31 tahun 2007 tanggal 2 Februari 2007 tentangpenertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) se-Kota Pekanbaru. Surat tersebutditujukan kepada para pedagang di areal Pasar Agus Salim, Simpang AhmadYani, Simpang Sudirman dan sekitarnya. Dimana poin-poinnya adalah: 1)Bahwa batas waktu yang telah ditentukan untuk menggelar dagangan hanyasampai dengan pukul 07.00 WIB; 2) Bagi pedagang yang tertangkap tanganketika menggelar dagangan di atas pukul 07.00 WIB terhitung sejak tanggal10 Maret 2007 akan diambil tindakan penertiban oleh petugas untuk diprosessesuai dengan hukum yang berlaku.Kebijakan komunikasi sudah dilakukan oleh pemerintah KotaPekanbaru untuk PKL, namun kenyatannya belum berhasil maksimal. Initerlihat banyaknya para pedagang kaki lima yang belum mau pindah kelokasi pasar yang telah disediakan pemerintah. Perencanaan kebijakankomunikasi pemerintah dalam penertiban PKL sepertinya belum memberikansolusi yang tepat. Ini tampak dari kebijakan penertiban PKL denganmembangun pasar alternatif yang masih belum didukung dengan sarana danprasarana yang layak, harga sewa los dan kios tinggi, disamping belumadanya pemerataan penertiban PKL.Budiharsono (2003:3) menjelaskan bahwa kebijakan komunikasidipandang sebagai perangkat norma-norma sosial “yang ditegakkan untukmemberi arah perilaku sistem komunikasi”. Kebijakan komunikasi harusmemperhatikan faktor demografi atau kependudukan dengan segalaakibatnya pada strategi pembangunan yang berbeda-beda. Kebijakankomunikasi harus membangun sumber yang diperlukan untuk kebutuhan
3

Activity (37)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Tuan Rhasya liked this
Yasir Jufri liked this
Annisa Justicia liked this
auliat_1 liked this
Isti Ono liked this
Wa Wan liked this
Gusdika Tamba liked this
Andi Zul liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->