Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
18Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pola Komunikasi Sosial Masyarakat Islam Dan Kristen

Pola Komunikasi Sosial Masyarakat Islam Dan Kristen

Ratings: (0)|Views: 5,611|Likes:
Published by Yasir Jufri
Pola komunikasi antara masyarakat Islam dan Kristen diwarnai oleh berbagai bentuk pandangan, sikap dan perilaku komunikasi sesuai karakteristik yang ada pada masyarakat tersebut. Melalui proses mempersepsi, sikap dan tindakan-tindakan kedua kelompok masyarakat ini memunculkan dan menciptakan adanya pola komunikasi masyarakat tersebut sesuai ciri-ciri yang ada. Pola-pola komunikasi tersebut dapat ditemukan dalam bentuk komunikasi melalui kerjasama, konflik, persaingan, dominasi agama tertentu, peran tokoh agama, dan peran aparat pemerintahan. Terkait dengan itu semua, penelitian ini juga menemukan tiga tipe komunikator antaragama yang ada pada masyarakat Islam dan Kristen di Kelurahan Labuhbaru Timur dengan bentuk konstruksi tipologi komunikator eksklusifis, toleran dan pluralis.
Pola komunikasi antara masyarakat Islam dan Kristen diwarnai oleh berbagai bentuk pandangan, sikap dan perilaku komunikasi sesuai karakteristik yang ada pada masyarakat tersebut. Melalui proses mempersepsi, sikap dan tindakan-tindakan kedua kelompok masyarakat ini memunculkan dan menciptakan adanya pola komunikasi masyarakat tersebut sesuai ciri-ciri yang ada. Pola-pola komunikasi tersebut dapat ditemukan dalam bentuk komunikasi melalui kerjasama, konflik, persaingan, dominasi agama tertentu, peran tokoh agama, dan peran aparat pemerintahan. Terkait dengan itu semua, penelitian ini juga menemukan tiga tipe komunikator antaragama yang ada pada masyarakat Islam dan Kristen di Kelurahan Labuhbaru Timur dengan bentuk konstruksi tipologi komunikator eksklusifis, toleran dan pluralis.

More info:

Published by: Yasir Jufri on Jul 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, DOCX, TXT or read online from Scribd
See More
See less

01/13/2011

pdf

text

original

 
POLA KOMUNIKASI SOSIAL MASYARAKAT ISLAM DAN KRISTENDI KELURAHAN LABUHBARU TIMUR KOTA PEKANBARUOleh: Yasir, M.Si
1
 ABSTRAK 
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola komunikasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen di Kelurahan Labuhbaru Timur dan untuk mengetahui tipologi komunikatornya. Penelitian inmenggunakan metode kualitatif yaitu melalui tradisi studi kasus, jugadengan pendekatan interaksionisme simbolik. Teknik yang digunakanuntuk menjaring data adalah dengan menggunakan wawancaramendalam, observasi berperanserta, dan penggunaan dokumen. Proseskomunikasi antara masyarakat Islam dan Kristen memunculkan beberapa pola komunikasi. Pola komunikasi antaragama tersebut dalam bentuk hubungan kerjasama, persaingan, konflik, dominasi agama tertentu, perantokoh agama, dan peran pemerintah. Sedangkan tipe komunikatodikonstruksikan dalam tiga tipologi komunikator antaragama yaitkomunikator eksklusifis, toleran, dan pluralis.
Kata Kunci
:
agama, eksklusifis, toleran dan pluralis.
 
I. PENDAHULUAN1.1 Latarbelakang Masalah
Agama merupakan salah satu karakteristik sosial, sekaligussebagai faktor yang sangat penting dalam kaitan dengan komunikasiantarmanusia dan antarkelompok masyarakat. Agama juga merupakansalah satu ciri kehidupan sosial manusia yang universal, dalam artianbahwa semua pemeluk agama mempunyai cara berpikir dan pola perilakutersendiri. Oleh karena itu, permasalahan yang mendasar dariperbedaaan agama ini kemudian adalah bagaimana orang beragama ini
1
Penulis adalah Dosen Tetap Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Riau.
1
 
mendefinisikan atau mengkomunikasikan diri mereka di tengah agama-agama yang lain.Di tengah-tengah perbedaan agama tersebut, masyarakatdihadapkan kepada berbagai perbedaan tanda atau simbol, seperti gerejadengan salib, mesjid dengan bulan-bintang, dan lain sebagainya. Tatkalamelihat beragam tanda atau simbol-simbol rumah ibadah tersebut tersiratmakna, masyarakat sedang dan akan terus berkomunikasi antaragama.Simbolisasi rumah ibadah ini merupakan pesan dalam komunikasiantaragama, yang pastinya akan dimaknai berbeda oleh masing-masinganggota masyarakat tersebut dikarenakan perbedaan agama yangdipeluk.Eksistensi agama, termasuk supra-struktur agama yang terdiri daripesan-pesan berwujud simbol, citra, kepercayaan, dan nilai-nilainya yangspesifik, selalu diinterpretasikan manusia secara berbeda sesuaikehidupan masyarakat. Oleh karena agama juga mengandung komponenritual, maka sebagian agama tergolong dalam struktur sosial bahkanbudaya suatu masyarakat. Agama tidak hanya dipandang sebagai acararitual bersifat rohani yang berurusan dengan akhirat semata, tetapimemasuki area struktur sosial dan budaya para pemeluknya. Tegasnya,ada hubungan yang erat antara agama dengan struktur sosial dan budayapemeluk agama tersebut. Sehingga antara masyarakat yang satu denganyang lain tidak bisa menghindari untuk berinteraksi di antara mereka.Keberadaan berbagai fenomena komunikasi antaragama antaramasyarakat Islam dan Kristen di kota ini khususnya di RW–06 & 07 danumumnya di Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payung SekakiPekanbaru mencerminkan kompleksitas keagamaan masyarakat.Kompleksitas tersebut bisa digambarkan sebagaimana berikut ini;
Pertama
, umumnya masyarakat cenderung memiliki prasangka buruk,antara pemeluk agama Kristen dengan Islam begitu pula sebaliknya.
Kedua
, adanya beberapa isu penyebaran agama yang sering diistilahkandengan istilah ”Kristenisasi” dan “Islamisasiyang ada di kalanganmereka.
Ketiga
, dalam berinteraksi sering ditemui bahwa masyarakatIslam dan Kristen memiliki sikap dan perilaku tertutup, saling curiga,streotip, saling tidak percaya, dan terkadang terjadi konflik-konflik latenserta sikap berkomunikasi yang konfrontatif.
Keempat 
, antara keduapenganut agama ini sering terdapat perasaan cemas, takut dan benciantara pemeluk agama yang satu dengan yang lain.
Kelima
, dalamperilaku keseharian, sering terjadi bentuk kesenjangan dan pengambilan jarak dalam pergaulan sosial antara agama Islam dan Kristen.
2
 
Selain itu, kompleksitas fenomena dalam proses komunikasiantaragama masyarakat di atas sebenarnya terlihat juga melalui beberapafaktor interen umat penganut suatu agama dan eksteren pemeluk agamaitu sendiri. Fenomena di atas tidak bisa dipungkiri keberadaannya dalamkehidupan dan aktifitas maupun perilaku komunikasi antaragama yangdilakukan masyarakat di Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan PayungSekaki Pekanbaru. Problematika yang begitu rupa tentang kehidupanantaragama dalam masyarakat seperti di atas menyimpan sejumlah gejalayang kerap kali susah ditebak.
1.2 Tujuan dan Manfaat Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka penelitian inimempunyai beberapa tujuan yaitu:
1.
Untuk mengetahui pola komunikasi sosial antara masyarakat Islamdan Kristen di Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payung SekakiKota Pekanbaru.
2.
Untuk mengetahui tipologi komunikator antaragama baik masyarakatIslam maupun Kristen di Kelurahan Labuhbaru Timur Pekanbaru.Penelitian ini diharapkan bermanfaat sebagai sumbangan berupatemuan-temuan yang dapat menjadi titik awal bagi penelitian komunikasi,lebih khusus bagi pengembangan kajian komunikasi antaragama. Selainitu, penelitian ini berguna sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagipara tokoh agama maupun pemerintah dalam proses pengambilankeputusan, penetapan strategi, kebijakan, dan tindakan komunikasikhususnya berkenaan dengan komunikasi antaragama.
II. KERANGKA PEMIKIRAN
Penelitian ini memfokuskan pada permasalahan komunikasiantaragama. Komunikasi antaragama ini dimaksudkan pada komunikasiantara kelompok agama yang berbeda. Penggunaan istilah “komunikasiantaragama” diambil dari Andrik Purwasito (2003:153) dan juga Alo Liliweri(2001:257). Dalam penelitian ini, penulis mengkaji penelitian komunikasiantaragama dalam perspektif komunikasi antarbudaya. Hal ini untukmempermudah bahwa agama merupakan salah satu faktor pembeda danciri dalam kebudayaan. Sementara, peneliti sendiri beranggapan bahwaagama merupakan pememberi nyawa kepada kebudayaan, yangkeberadaan keduanya sulit dipisahkan.
3

Activity (18)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Agus Rustandi liked this
Agus Rustandi liked this
Retri Cintya liked this
christian7491 liked this
rosyodi liked this
karteen liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->