mendefinisikan atau mengkomunikasikan diri mereka di tengah agama-agama yang lain.Di tengah-tengah perbedaan agama tersebut, masyarakatdihadapkan kepada berbagai perbedaan tanda atau simbol, seperti gerejadengan salib, mesjid dengan bulan-bintang, dan lain sebagainya. Tatkalamelihat beragam tanda atau simbol-simbol rumah ibadah tersebut tersiratmakna, masyarakat sedang dan akan terus berkomunikasi antaragama.Simbolisasi rumah ibadah ini merupakan pesan dalam komunikasiantaragama, yang pastinya akan dimaknai berbeda oleh masing-masinganggota masyarakat tersebut dikarenakan perbedaan agama yangdipeluk.Eksistensi agama, termasuk supra-struktur agama yang terdiri daripesan-pesan berwujud simbol, citra, kepercayaan, dan nilai-nilainya yangspesifik, selalu diinterpretasikan manusia secara berbeda sesuaikehidupan masyarakat. Oleh karena agama juga mengandung komponenritual, maka sebagian agama tergolong dalam struktur sosial bahkanbudaya suatu masyarakat. Agama tidak hanya dipandang sebagai acararitual bersifat rohani yang berurusan dengan akhirat semata, tetapimemasuki area struktur sosial dan budaya para pemeluknya. Tegasnya,ada hubungan yang erat antara agama dengan struktur sosial dan budayapemeluk agama tersebut. Sehingga antara masyarakat yang satu denganyang lain tidak bisa menghindari untuk berinteraksi di antara mereka.Keberadaan berbagai fenomena komunikasi antaragama antaramasyarakat Islam dan Kristen di kota ini khususnya di RW–06 & 07 danumumnya di Kelurahan Labuhbaru Timur Kecamatan Payung SekakiPekanbaru mencerminkan kompleksitas keagamaan masyarakat.Kompleksitas tersebut bisa digambarkan sebagaimana berikut ini;
Pertama
, umumnya masyarakat cenderung memiliki prasangka buruk,antara pemeluk agama Kristen dengan Islam begitu pula sebaliknya.
Kedua
, adanya beberapa isu penyebaran agama yang sering diistilahkandengan istilah ”Kristenisasi” dan “Islamisasi” yang ada di kalanganmereka.
Ketiga
, dalam berinteraksi sering ditemui bahwa masyarakatIslam dan Kristen memiliki sikap dan perilaku tertutup, saling curiga,streotip, saling tidak percaya, dan terkadang terjadi konflik-konflik latenserta sikap berkomunikasi yang konfrontatif.
Keempat
, antara keduapenganut agama ini sering terdapat perasaan cemas, takut dan benciantara pemeluk agama yang satu dengan yang lain.
Kelima
, dalamperilaku keseharian, sering terjadi bentuk kesenjangan dan pengambilan jarak dalam pergaulan sosial antara agama Islam dan Kristen.
2
Leave a Comment
1.Bagaimana orang kristen menilai agama islam? 2.sejauh mana orang kristen menerapkan agama nya dalam kehidupannya? tolong dijawab yaaa pak