Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
54Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Skripsi Ilmu Politik Anto

Skripsi Ilmu Politik Anto

Ratings:

4.0

(1)
|Views: 3,169 |Likes:
Published by menjadi indonesia

More info:

Published by: menjadi indonesia on Jul 27, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/17/2013

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANA.LATAR BELAKANG
Demokrasi merupakan sebuah kata yang sering diungkapkan orang saat inidalam melihat sebuah sistem negara. Menurut Mahfud MD, ada dua alasandipilihnya demokrasi menjadi dasar dalam bernegara. Pertama, hampir diseluruhnegara di dunia ini telah menjadikan demokrasi sebagai asas yang fundamental;kedua, demokrasi sebagai asas kenegaraan yang esensial telah memberikan arah bagi peranan masyarakat untuk menyelenggarakan negara sebagai organisasitertingginya
1
. Konsepsi demokrasi lahir pada zaman yunani kuno dan dipraktikkandalam hidup bernegara antara abad ke-4 SM sampai abad ke 6 M. Secaraetimologis demokrasi terdiri dari dua kata yang berasal dari bahasa yunani yaitu
demos
yang berarti rakyat atau penduduk setempat dan
cratein
atau
cratos
yang berarti kekuasaan atau kedaulatan.Jadi
demos-cratein
atau
demos-cratos
adalah kekuasaan atau kedaulatanrakyat. Kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat, rakyat berkuasa, pemerintahan rakyat, dan kekuasaan oleh rakyat
2
.Perkembangan demokrasi di eropa kembali bergeliat pada masarenaissance, setelah terpuruk pada zaman pertengahan. Dua filsuf besar yakni,John Locke dan Montesquieu masing-masing dari Inggris dan Prancis telah
1 Dalam A. Ubaidillah dkk,
 Pendidikan Kewargaan Demokrasi, HAM & Masyarakat Madani
(Jakarta: IAIN Jakarta Press) 2000 hal 161.2 Dalam A. Ubaidillah dkk,
 Ibid.
, hal 169.
 
memberikan sumbangan yang besar bagi gagasan demokrasi. John Locke (1632-1704) mengemukakan bahwa hak-hak politik rakyat mencakup hak atas hidup,kebebasan, dan hak memilih (live, liberal, property)
3
. Montesquieu (1689-1744) mengungkapkan sistem pokok yangmenurutnya dapat menjamin hak-hak politik tersebut melalui “trias politica”,yakni suatu sistem pemisahan kekuasaan dalam negara dengan membaginya kedalam kekuasaan legislatif, eksekutif, yudikatif yang masing-masing harusdipegang oleh organ sendiri yang merdeka, artinya secara prinsip kiranya semuakekuasaan itu tidak boleh dipegang hanya seorang saja
4
.Konsepsi demokrasi menurut Abraham Lincoln pada pidatonya tahun 1863adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat
.
Robert A. Dahlmengatakan bahwa negara yang menerapkan demokrasi adalah (1)menyelenggarakan pemilihan yang terbuka dan bebas, (2) mengembangkan polakehidupan yang kompetitif, (3) memberikan perlindungan kebebasan kepadamasyarakat
5
.Joseph Schumpeter mengatakan bahwa esensi demokrasi adalahmekanisme kompetitif memilih pemimpin melalui kontestasi mendapatkan suararakyat
6
.Menurut Sidney Hook, demokrasi adalah bentuk pemerintahan dimanakeputusan-keputusan pemerintah yang penting secara langsung atau tidalangsung didasarkan pada kesepakatan mayoritas yang diberikan secara bebas darirakyat dewasa
7
.
3 Dalam Noer, Deliar,
 Pemikiran Politik Di Negeri Barat 
(Bandung:Mizan) 1997,hal 1174 Dalam Noer, Deliar,
 Ibid.
, hal 135.5 Dalam Effendy, Bahtiar,
Teologi Baru Politik Islam
(Yogyakarta: Galang Press)2001, hal 1066 Dalam A. Ubaidillah dkk,
op. cit 
. hal 162.7 Dalam A. Ubaidillah dkk,
 Ibid.
, hlm 162.
 
3Perkembangan demokrasi di Indonesia dapat dibagi dalam dua tahapanyaitu pra kemerdekaan dan pasca kemerdekaan. Seperti dikemukakan JimlyAsshiddiqie, pada pra kemerdekaan telah tumbuh praktik yang dapat dikaitkandengan gagasan demokrasi di wilayah nusantara terutama di daerah pedesaan
8
.Sementara itu perkembangan demokrasi pada pasca kemerdekaanmengalami pasang surut dari masa ke masa. Perkembangan demokrasi diIndonesia dapat dilihat dari empat periode yaitu, a. Periode 1945-1959, b. Periode1959-1965, c. Periode 1965-1998, d. Periode 1998- sampai sekarang. Melihatrentang waktu perkembangan demokrasi di Indonesia yang cukup panjang, maka penulis memfokuskan pada periode 1945-1959
9
. Pada periode 1945-1959 inidisebut juga dengan demokrasi parlementer. Periode ini juga dapat dikatakansebagai demokrasi liberal di Indonesia.Momentum perkembangan demokrasi liberal, di tandai dengan keluarnyaMaklumat No. X pada 3 November 1945 yang ditandatangani oleh Moh. Hatta.Dalam maklumat ini dinyatakan perlunya berdirinya partai-partai politik sebagai bagian dari demokrasi, serta rencana pemerintah menyelenggarakan pemilu padaJanuari 1946. Maklumat No. X berdampak sangat luas, melegitimasi partai-partai politik yang telah terbentuk sebelumnya dan mendorong terus lahirnya partai- partai politik baru.Pada tahun 1953 Kabinet Wilopo berhasil menyelesaikan regulasi pemiludengan ditetapkannya UU No. 7 tahun 1953 pemilu. Pemilu multipartai secaranasional disepakati dilaksanakan pada 29 September 1955 (untuk pemilhan
8 Dalam A. Ubaidillah dkk,
 Ibid.
, hlm 176.9 Dalam A. Ubaidillah dkk,
 Ibid.
, hlm 177.

Activity (54)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Bios Cell liked this
Ridwan Rachid liked this
Zammo Irusuke liked this
Sandi Prans liked this
Hanifuddin Malik liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->