• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Hal. 1 dari 11 hal. Put. No. 18 P/HUM/Th.2009
PUTUSAN
No. 18 P/HUM/2009DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESAM A H K A M A H A G U N G
memeriksa dan mengadili perkara permohonan Hak Uji Materiil terhadap"
Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 15 Tahun 2009 tanggal 16 Maret2009 tentang Pedoman Teknis Penetapan dan Pengumuman HasilPemilihan Umum, Tatacara Penetapan Perolehan Kursi, PenetapanCalon Terpilih dan Penggantian Calon Terpilih Dalam Pemilihan UmumAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, DewanPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah Kabupaten/Kota Tahun 2009
" pada tingkat pertama dan terakhirtelah mengambil putusan sebagai berikut dalam perkara :
Drs. H. DEDY DJAMALUDDIN MALIK, M.Si.,
kewarganegara-an Indonesia, pekerjaan Anggota Dewan Perwakilan RakyatRepublik Indonesia (Tahun 2004-2009), bertempat tinggal diJalan Cisitu Indah VI No. 17, Kota Bandung, dalam hal inimemberikan kuasa kepada :1. DR. Efik Yusdiansyah, SH., MH., kewarganegaraanIndonesia, pekerjaan Advokat;2. Sholahuddin Harahap, SH., MH., kewarganegaraanIndonesia, pekerjaan Penasihat Hukum;3. Zulkarnain Salahuddin, kewarganegaraan Indonesia,pekerjaan Pengacara;ketiganya beralamat kantor pada Pusat Bantuan dan KonsultasiHukum (PBKH) LPPM Universitas Islam Bandung, JalanTamansari No. 24, Kota Bandung, berdasarkan Surat KuasaKhusus tanggal 10 Juni 2009;Selanjutnya disebut Pemohon;
m e l a w a nKOMISI PEMILIHAN UMUM
, berkedudukan di Jalan ImamBonjol No. 29, Jakarta Pusat;Selanjutnya disebut Termohon;
 
Hal. 2 dari 11 hal. Put. No. 18 P/HUM/Th.2009
Mahkamah Agung tersebut;Membaca surat-surat yang bersangkutan;
TENTANG DUDUK PERKARA :
Menimbang, bahwa Pemohon didalam surat permohonannyatertanggal 10 Juni 2009 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah Agung RIpada tanggal 11 Juni 2009 dan didaftar dibawah register No. 18 P/HUM/2009telah mengajukan permohonan Hak Uji Materiil dengan alasan-alasan padapokoknya atas dalil sebagai berikut :Bahwa Amandemen Ketiga UUD 1945 mengubah tentang kekuasaankehakiman, khusus tentang hak uji materiil ada dua badan yudisial yangberwenang menguji yaitu Mahkamah Agung Republik Indonesia (MARI) danMahkamah Konstitusi Republik Indonesia (MKRI). Kewenangan MARI hanyauntuk menguji peraturan perundang-undangan dibawah undang-undangsedangkan yang menguji undang-undang adalah MKRI;Bahwa Peraturan Komisi Pemilihan Umum (KPU) merupakanperaturan perundang-undangan, hal ini dapat dilihat dari ketentuan Pasal 7ayat (4) Undang-Undang (UU) No. 10 Tahun 2004 tentang PembentukanPeraturan Perundang-undangan. Ketentuan pasal tersebut menyatakanbahwa ada jenis peraturan perundang-undangan yang lain selain yangdisebutkan secara limitatif dalam Pasal 7 ayat (1) dan mempunyai kekuatanmengikat sepanjang diperintahkan oleh peraturan perundang-undangan yanglebih tinggi. Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 15 Tahun 2009 ini lahirkarena diperintahkan oleh Undang-Undang, tepatnya Undang-Undang No. 22Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Pemilihan Umum dan Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota Dewan PerwakilanRakyat (DPR), Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Dewan PerwakilanRakyat Daerah (DPRD). Karena Peraturan Komisi Pemilihan Umum lahir dariperintah Undang-Undang berarti kedudukannya berada dibawah Undang-Undang. Apalagi dengan merujuk pada unsur-unsur peraturan perundang-undangan yang terdiri dari :- keputusan tertulis yang bermakna bahwa harus ada tulisannya yangmemenuhi format baku tertentu;- dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang, yang kewenangannyadiperoleh secara atribusi atau delegasi;- berisi aturan tingkah laku berupa perintah, larangan, ijin, dan dispensasi;
 
Hal. 3 dari 11 hal. Put. No. 18 P/HUM/Th.2009
- bersifat mengikat umum.Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 15 Tahun 2009 memenuhi semuaunsur tersebut, sehingga dikatagorikan kedalam peraturan perundang-undangan. Konsekwensinya yang berwenang melakukan pengujian terhadapPeraturan Komisi Pemilihan Umum ini adalah Mahkamah Agung (lihat Pasal24-A ayat (1) UUD 1945);Bahwa Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 15 Tahun 2009ditetapkan tanggal 16 Maret 2009 berarti sampai saat diajukan keberatan inibelum berumur 180 hari kerja, sehingga masih dapat diajukan keberatanuntuk melakukan hak uji materiil ke Mahkamah Agung (lihat Pasal 1 angka 3Peraturan Mahkamah Agung No. 1 Tahun 2004 tentang Hak Uji Materiil);Bahwa Pasal 25 Peraturan Komisi Pemilihan Umum yangmenjabarkan ketentuan Pasal 205 ayat (5), ayat (6), dan ayat (7) Undang-Undang No. 10 Tahun 2008 tentang Pemilu Anggota Dewan PerwakilanRakyat, Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,ternyata penjabarannya malah menimbulkan pertentangan dengan yangdijabarkannya;Ketentuan Pasal 205 ayat (5) tersebut menyatakan :
“Dalam hal masih terdapat sisa kursi setelah dilakukan penghitungan tahap kedua, maka dilakukan penghitungan perolehan kursi tahap ketiga dengan cara sisa suara Partai Politik Peserta Pemilu dikumpulkan di provinsi untumenentukan BPP DPR yang baru di provinsi yang bersangkutan” 
;Selanjutnya ayat (6) menyatakan :
“BPP DPR yang baru di provinsi yang bersangkutan sebagaimana dimaksud pada ayat (5) ditetapkan dengan membagi jumlah sisa suara sah seluruh Partai Politik Peserta Pemilu dengan jumlah sisa kursi” 
;Ayat (7) menyatakan :
“Penetapan perolehan kursi Partai Politik Peserta Pemilu sebagaimana dimaksud pada ayat (5) dilakukan dengan carmemberikan kursi kepada partai politik yang mencapai BPP DPR yang baru di provinsi yang bersangkutan” 
;Sementara ketentuan Pasal 25 Peraturan Komisi Pemilihan Umummenjabarkannya menjadi :ayat (1) : Pengalokasian sisa kursi yang diperoleh Partai Politik PesertaPemilu Anggota DPR sebagaimana dimaksud dalam Pasal 24angka 7 dan angka 8, ditentukan sebagai berikut :a. Dialokasikan untuk daerah pemilihan yang masih memiliki sisakursi;
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...