• Embed Doc
  • Readcast
  • Collections
  • CommentGo Back
Download
 
Hal. 1 dari 12 hal. Put. No. 16 P/HUM/Th.2009
PUTUSAN
No. 16 P/HUM/2009DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESAM A H K A M A H A G U N G
memeriksa dan mengadili perkara permohonan Hak Uji Materiil terhadap"
Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 15 Tahun 2009 tanggal 16 Maret2009 tentang Pedoman Teknis Penetapan dan Pengumuman HasilPemilihan Umum, Tatacara Penetapan Perolehan Kursi, PenetapanCalon Terpilih dan Penggantian Calon Terpilih Dalam Pemilihan UmumAnggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan Perwakilan Daerah, DewanPerwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan Dewan Perwakilan RakyatDaerah Kabupaten/Kota Tahun 2009
sebagaimana telah diubah dengan
Peraturan Komisi Pemilihan Umum No. 26 Tahun 2009 tanggal 14 April2009 tentang Perubahan Terhadap Peraturan Komisi Pemilihan UmumNo. 15 Tahun 2009 Tentang Pedoman Teknis Penetapan danPengumuman Hasil Pemilihan Umum, Tatacara Penetapan PerolehanKursi, Penetapan Calon Terpilih dan Penggantian Calon Terpilih DalamPemilihan Umum Anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Dewan PerwakilanDaerah, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi dan DewanPerwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota Tahun 2009
pada tingkatpertama dan terakhir telah mengambil putusan sebagai berikut dalamperkara :
Drs. RUSDI,
kewarganegaraan Indonesia, pekerjaan Swasta,bertempat tinggal di Bantur RT. 36 RW. 08, Dusun BanturTimur, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang,Jawa Timur;Selanjutnya disebut Pemohon;
m e l a w a nKOMISI PEMILIHAN UMUM
, berkedudukan di Jalan ImamBonjol No. 29, Jakarta Pusat;Selanjutnya disebut Termohon;
 
Hal. 2 dari 12 hal. Put. No. 16 P/HUM/Th.2009
Mahkamah Agung tersebut;Membaca surat-surat yang bersangkutan;
TENTANG DUDUK PERKARA :
Menimbang, bahwa Pemohon didalam surat permohonannyatertanggal 2 Juni 2009 yang diterima di Kepaniteraan Mahkamah Agung RIpada tanggal 9 Juni 2009 dan didaftar dibawah register No. 16 P/HUM/2009telah mengajukan permohonan Hak Uji Materiil dengan alasan-alasan padapokoknya atas dalil sebagai berikut :
Dasar Pengajuan Permohonan :I. Kewenangan Mahkamah Agung;
1. Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 5 Tahun 2004tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 14 Tahun 1985 tentangMahkamah Agung dalam Pasal 31 yang menyatakan :(1). Mahkamah Agung mempunyai wewenang menguji peraturanperundang-undangan dibawah undang-undang terhadap undang-undang;(2). Mahkamah Agung berwenang menyatakan tidak sah semuaperaturan perundang-undangan dari tingkat yang lebih rendahdaripada undang-undang atas alasan bertentangan denganperaturan perundang-undangan yang lebih tinggi;2. Bahwa oleh karena obyek dan materi permohonan pengujian materiilini adalah muatan dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum, makaberdasarkan landasan tersebut di atas, Mahkamah Agung RepublikIndonesia berwenang untuk melakukan pengujian materiil tersebut;
II. Kedudukan Hukum Pemohon;
Bahwa Pemohon sebagai seorang warga negara Indonesia yanghak-haknya dijamin dan dilindungi oleh UUD 1945;Bahwa sesuai dengan ketentuan Undang-Undang RepublikIndonesia No. 5 Tahun 2004 tentang Perubahan Atas Undang-UndangNo. 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung dalam Pasal 31A,permohonan pengujian peraturan perundang-undangan dibawah undang-undang terhadap undang-undang diajukan langsung oleh Pemohonkepada Mahkamah Agung yang hak konstitusinya diberikan/dijamin olehUUD 1945 dimana peraturan yang dimohonkan pengujian materiilberpotensi menimbulkan kerugian bagi peserta Pemilihan Umum;
 
Hal. 3 dari 12 hal. Put. No. 16 P/HUM/Th.2009
Bahwa sesuai dengan Peraturan Mahkamah Agung No. 01 Tahun2004 tentang Hak Uji Materiil Pasal 1 ayat (4) Pemohon Keberatan adalahkelompok masyarakat atau perorangan yang mengajukan permohonankeberatan kepada Mahkamah Agung atas berlakunya suatu peraturanperundang-undangan tingkat lebih rendah dari undang-undang;Bahwa Pemohon adalah perorangan dan saat ini menjadi calonAnggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Malang DAPIL V;
III. Alasan Permohonan Pengujian Materiil Terhadap Peraturan KomisiPemilihan Umum;
Bahwa materi muatan dari Peraturan Komisi Pemilihan Umum,Pemohon menduga bertentangan dengan Undang-Undang No. 10 Tahun2008 Pemilu Tahun 2009. Hal tersebut berpotensi terjadinya konflik yangdapat dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang akan mengambil keuntunganbaik dari unsur penyelenggara maupun peserta Pemilu;Bahwa adapun yang dimohonkan untuk diuji materiil adalahsebagai berikut :
1. Pasal 45 huruf b Peraturan Komisi Pemilihan Umum yangberbunyi :
“Apabila dalam penghitungan tersebut Partai Politik peserta PemiluAnggota DPRD Kabupaten/Kota tidak memperoleh sejumlah kursi,karena jumlah suara sah Partai Politik yang bersangkutan kurang dariangka BPP, maka suara sah Partai Politik tersebut dikategorikansebagai sisa suara Partai Politik yang akan diperhitungkan dalampenghitungan kursi Tahap Kedua”;
2. Pasal 46 ayat (2) huruf b Peraturan Komisi Pemilihan Umum yangberbunyi :
“Bagi Partai Politik yang tidak memperoleh kursi pada penghitunganTahap Pertama, suara sah yang diperoleh Partai Politik tersebutdikategorikan sebagai sisa suara sebagaimana dimaksud dalam Pasal45 huruf b”;Bahwa materi dalam Pasal 45 huruf b dan Pasal 46 ayat (2) huruf bpada Peraturan Komisi Pemilihan Umum tersebut bertentangan denganUndang-Undang No. 10 Tahun 2008 Pemilu Tahun 2009 dalam Pasal212 ayat (3) yang berbunyi :“Dalam hal masih terdapat sisa kursi setelah dialokasikan berdasarkanBPP DPRD, maka perolehan kursi Partai Politik Peserta Pemilu dilakukan
of 00

Leave a Comment

You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...
You must be to leave a comment.
Submit
Characters: ...