Lembaga Pengembangan Potensi Insani (LP2I) Bandung
3
Sambutan Pembina LP
2
I
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga dilimpahkankepada nabi kita Muhammad Rasulullah SAW.Dalam sebuah bukunya, Dr. Hamka menulis sebuah kisah seorang mahasiswa diToronto yang lulus dengan yudisium Cum Laude.Ketika sang mahasiswa itu diwisuda dan menerima ijazah dengan disaksikan oleh parahadirin civitas academica, saat itu pula ijazah yang diterima di tangannya dirobek langsungseraya berkata : “Mengapa saya robek ijazah ini? Karena saya malu,” jawabnya pula.“Betul saya mampu menjawab segala pertanyaan dari para penguji dengan sangatmudah sehingga mendapatkan hasil yang memuaskan. Tetapi saya sangat malu karena tidak mampu menjawab pertanyaan dari lubuk hati saya, padahal cuma tiga pertanyaan :
•
Pertama, saya ini berasal dari mana?
•
Kedua, saya ini akan menuju ke mana?
•
Ketiga, saya ini harus bagaimana?Tiga pertanyaan inilah yang hingga saat ini belum mampu saya jawab.”Kebingungan dan keresahan ternyata dialami oleh seorang intelek yang hidup dalamgelimang ilmu pengetahuan. Kebuntuan usaha untuk mencari jawaban membuat dia salahdalam tindakan. Masih untung yang jadi korban hanya selembar ijazah. Tetapi pada saattertentu sangat mungkin korban yang terjadi jauh lebih dahsyat dari itu ketika jawaban-jawabantersebut tidak ditemukan.Setitik harapan muncul dari lintasan pertanyaan dalam diri yang menunjukkan awal darikesadaran seseorang yang harus ditindaklanjuti dengan jawaban yang benar, memberi kepuasan,menenangkan hati serta menentramkan jiwa.Buku silabus mentoring ini menyajikan hidangan bagi para pelajar dan pemburu ilmuyang insya Allah cukup memberi jawaban bagi para pembacanya.Selamat mentoring.Wassalam.KH. Tajuddin Nur, LcPembina LP2I
Leave a Comment