Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
1Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Konsep Dasar Pendidikan Karakter

Konsep Dasar Pendidikan Karakter

Ratings: (0)|Views: 150|Likes:
Published by Heny Purnama Sari
Pendidikan karakter
Pendidikan karakter

More info:

Published by: Heny Purnama Sari on Oct 21, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

02/19/2014

pdf

text

original

 
1
KONSEP DASAR PENDIDIKAN KARAKTERDr. Marzuki, M.Ag.A.
 
Latar Belakang
Pendidikan karakter akhir-akhir ini semakin banyak diperbincangkan di tengah-tengah masyarakat Indonesia, terutama oleh kalangan akademisi. Sikap dan perilakumasyarakat dan bangsa Indonesia sekarang cenderung mengabaikan nilai-nilai luhuryang sudah lama dijunjung tinggi dan mengakar dalam sikap dan perilaku sehari-hari.Nilai-nilai karakter mulia, seperti kejujuran, kesantunan, kebersamaan, dan religius,sedikit demi sedikit mulai tergerus oleh budaya asing yang cenderung hedonistik,materialistik, dan individualistik, sehingga nilai-nilai karakter tersebut tidak lagidianggap penting jika bertentangan dengan tujuan yang ingin diperoleh.Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang memiliki peradaban yang mulia (baca:masyarakat madani) dan peduli dengan pendidikan bangsa, sudah seyogyanya kitaberupaya untuk menjadikan nilai-nilai karakter mulia itu tumbuh dan bersemi kembalimenyertai setiap sikap dan perilaku bangsa, mulai dari pemimpin tertinggi hinggarakyat jelata, sehingga bangsa ini memiliki kebanggaan dan diperhitungkaneksistensinya di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. Salah satu upaya ke arah itu adalahmelakukan pembinaan karakter di semua aspek kehidupan masyarakat, terutama melaluiinstitusi pendidikan.Membangun karakter bangsa membutuhkan waktu yang lama dan harus dilakukansecara berkesinambungan. Karakter yang melekat pada bangsa kita akhir-akhir inibukan begitu saja terjadi secara tiba-tiba, tetapi sudah melalui proses yang panjang.Potret kekerasan, kebrutalan, dan ketidakjujuran anak-anak bangsa yang ditampilkanoleh media baik cetak maupun elektronik sekarang ini sudah melewati proses panjang.Budaya seperti itu tidak hanya melanda rakyat umum yang kurang pendidikan, tetapisudah sampai pada masyarakat yang terdidik, seperti pelajar dan mahasiswa, bahkan juga melanda para elite bangsa ini.Pendidikan yang merupakan
agent of change
harus mampu melakukan perbaikankarakter bangsa kita. Karena itu, pendidikan kita perlu direkonstruksi ulang agar dapatmenghasilkan lulusan yang lebih berkualitas dan siap menghadapi “dunia” masa depanyang penuh dengan problema dan tantangan serta dapat menghasilkan lulusan yangmemiliki karakter mulia. Dengan kata lain, pendidikan harus mampu mengemban misi
 
2pembentukan karakter (
character building
) sehingga para peserta didik dan paralulusannya dapat berpartisipasi dalam mengisi pembangunan di masa-masa mendatangtanpa meninggalkan nilai-nilai karakter mulia.Salah satu upaya untuk mewujudkan pendidikan seperti di atas, para peserta didik (siswa dan mahasiswa) harus dibekali dengan pendidikan khusus yang membawa misipokok dalam pembinaan karakter mulia. Pendidikan seperti ini dapat memberi arahkepada para peserta didik setelah menerima berbagai ilmu maupun pengetahuan dalambidang studi (jurusan) masing-masing, sehingga mereka dapat mengamalkannya ditengah-tengah masyarakat dengan tetap berpatokan pada nilai-nilai kebenaran dankebaikan yang universal.Arah dan tujuan pendidikan nasional kita, seperti diamanatkan oleh UUD 1945,adalah peningkatan iman dan takwa serta pembinaan akhlak mulia para peserta didik yang dalam hal ini adalah seluruh warga negara yang mengikuti proses pendidikan diIndonesia. Amanat konstitusi kita ini dengan tegas memberikan perhatian yang besarakan pentingnya pendidikan karakter (akhlak mulia) dalam setiap proses pendidikandalam membantu membumikan nilai-nilai agama dan kebangsaan melalui ilmupengetahuan dan teknologi yang diajarkan kepada seluruh peserta didik. Keluarnyaundang-undang tentang sistem pendidikan nasional (sisdiknas), yakni UU no. 20 tahun2003, menegaskan kembali fungsi dan tujuan pendidikan nasional kita. Pada pasal 3 UUini ditegaskan, pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan danmembentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangkamencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yangdemokratis serta bertanggung jawab.Misi besar pendidikan nasional seperti di atas menuntut semua pelaksanapendidikan di memiliki kepedulian yang tinggi akan masalah moral atau karakter.Upaya yang bisa dilakukan untuk pembinaan karakter peserta didik di antaranya adalahdengan memaksimalkan fungsi mata pelajaran (mata kuliah) yang sarat dengan materipendidikan karakter (akhlak/nilai) seperti Pendidikan Agama dan PendidikanKewarganegaraan. Di samping itu, guru atau dosen harus merancang setiap prosespembelajaran di kelas dengan mengintegrasikan pendidikan karakter di dalamnya.
 
3Untuk mendukung proses pembinaan karakter di kelas perlu juga dibangun budayasekolah atau kampus yang dapat membawa peserta didik melakukan proses pembiasaandalam membangun karakter mulia.
B. Pengertian Karakter dan Pendidikan Karakter
Secara etimologis, kata karakter (Inggris:
character 
) berasal dari bahasa Yunani(
Greek 
), yaitu
charassein
yang berarti
“to engrave”
(Ryan and Bohlin, 1999: 5). Kata
“to engrave”
bisa diterjemahkan mengukir, melukis, memahatkan, atau menggoreskan(Echols dan Shadily, 1987: 214). Dalam
Kamus Bahasa Indonesia
kata “karakter”diartikan dengan tabiat, sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakanseseorang dengan yang lain, dan watak. Karakter juga bisa berarti huruf, angka, ruang,simbul khusus yang dapat dimunculkan pada layar dengan papan ketik (Pusat BahasaDepdiknas, 2008: 682). Orang berkarakter berarti orang yang berkepribadian,berperilaku, bersifat, bertabiat, atau berwatak. Dengan makna seperti ini berarti karakteridentik dengan kepribadian atau akhlak. Kepribadian merupakan ciri atau karakteristik atau sifat khas dari diri seseorang yang bersumber dari bentukan-bentukan yangditerima dari lingkungan, misalnya keluarga pada masa kecil, dan juga bawaan sejak lahir (Koesoema, 2007: 80).Secara terminologis, makna karakter dikemukakan oleh Thomas Lickona.Menurutnya karakter adalah “
 A reliable inner disposition to respond to situations in amorally good way.”
Selanjutnya Lickona menambahkan, “
Character so conceived hasthree interrelated parts: moral knowing, moral feeling, and moral behavior”
(Lickona,1991: 51). Menurut Lickona, karakter mulia (
good character 
) meliputi pengetahuantentang kebaikan, lalu menimbulkan komitmen (niat) terhadap kebaikan, dan akhirnyabenar-benar melakukan kebaikan. Dengan kata lain, karakter mengacu kepadaserangkaian pengetahuan (
cognitives
), sikap (
attitides
), dan motivasi (
motivations
), sertaperilaku (
behaviors
) dan keterampilan (
skills
).Dari pengertian di atas dapat dipahami bahwa karakter identik dengan akhlak,sehingga karakter merupakan nilai-nilai perilaku manusia yang universal yang meliputiseluruh aktivitas manusia, baik dalam rangka berhubungan dengan Tuhannya, dengandirinya, dengan sesama manusia, maupun dengan lingkungannya, yang terwujud dalampikiran, sikap, perasaan, perkataan, dan perbuatan berdasarkan norma-norma agama,

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->