P. 1
Sistem Dan Prosedur Belanja Daerah

Sistem Dan Prosedur Belanja Daerah

Ratings: (0)|Views: 617|Likes:

More info:

Published by: Vidia Alif Agrimahera on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/14/2013

pdf

text

original

 
ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah
1
A.PENDAHULUAN1.Deskripsi Singkat
Sejakditerbitkannya Undang-undang No.17 tahun 2003 tentang KeuanganNegara, terjadi reformasi dalam pengelolaan keuangan Negara.Hal iniditindaklanjuti dengan adanya reformasi dalam pengelolaan keuangan daerahdenganditerbitkannya Peraturan Menteri Dalam Negeri No.13 tahun 2006tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah.Diantara proses dan prosedur yang dilakukan perubahan adalah prosedur pencairan anggaran belanja daerah. Pada modul ini dibahas hal-hal yang terkaitdengan pencairan anggaran daerah diantaranya adalahpejabat pengelolakeuangan daerah, mekanisme pengeluaran daerah, mekanisme pengeluarandengan Uang Persediaan, mekanisme Pengeluaran dengan pembayaranlangsung, aspek perpajakan dalam belanja daerah, danmekanisme penerbitanSP2D
2.Prasyarat Kompetensi
Sebelum mempelajari modul ini, peserta diklat harus memiliki prasyaratpengetahuan tentang reformasi pengelolaan keuangan daerah, perencanaan danpenganggaran daerah. Hal ini diperlukan mengingat mekanisme pencairananggaran daerah harus didasari dengan pengetahuan yang baik tentangmekanisme baru dalam pengelolaan anggaran belanja daerah.
3.Standar Komptensidan Kompetensi Dasar 
Standar kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh peserta diklat setelahmempelajari modul ini antara lain :a.Mampu melaksanakan tugas sebagai pengelola keuangan daerah padaSKPDb.Mempu melaksanakan tugas dalam rangka belanja daerahSetelah mempelajari modul ini, kompetensi dasar yang diharapkan dimiliki olehpeserta diklat adalaha.Peserta mampumemahami pejabat pengelola keuangan daerah dalammekanisme belanja daerah
 
ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah
2b.Peserta mampumemahami mekanisme belanja daerahc.Peserta mampu memahami mekanisme belanja daerah dengan uangpersediaand.Peserta mampu memahami mekanisme belanja daerahdengan pembayaranlangsunge.Peserta mampu memahami aspek perpajakan dalam belanja daerahf.Peserta mampu memahami mekanisme penerbitan SP2D
4.Relevansi Modul
Siklus Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dimulai dari perencanaan,penganggaran, pelaksanaan,pemeriksaan dan pertanggungjawaban. Dalamtahap pelaksanaan terdiri dari pelaksanaan pendapatan daerah dan pengeluarandaerah.Modul ini membahas tentang pencairan anggaran belanja daerah yangmerupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam tahap pelaksanaan anggaran.
 
ModulSistem dan Prosedur Belanja Daerah
3
KEGIATAN BELAJAR 1 :PELAKSANAAN APBD
1.a. Uraian dan Contoh
1.a.1.GambaranUmum Pelaksanaan APBD
Penyelenggaraan fungsi pemerintahan daerah akan terlaksana secara optimalapabila penyelenggaraan urusan pemerintahan diikuti dengan pemberian sumber-sumber penerimaan yang cukup kepada daerah. Semua sumber keuangan yangmelekat pada setiap urusan pemerintah yang diserahkan kepada daerah menjadisumber keuangan daerah.Di dalam Undang-Undang Nomor 17 tahun 2003 tentang Keuangan Negara,ditegaskan bahwa kekuasaan pengelolaan keuangan negara adalah sebagai bagiandari kekuasaan pemerintahan dan kekuasaan pengelolaan keuangan negara daripresiden sebagian diserahkan kepada gubernur/bupati/walikota selaku kepalapemerintah daerah untuk mengelola keuangan daerah dan mewakili pemerintahdaerah dalam kepemilikan kekayaan daerah yang dipisahkan. Implikasi ketentuanini gubernur/bupati/walikota bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan daerahsebagai bagian dari kekuasaan pemerintahan daerah. Dalam melaksanakankekuasaannya, sesuai pasal 156Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentangPemerintahan Daerah Undang-Undang Nomor 32 tahun 2004 tentangPemerintahan Daerahmaka kepala daerah melimpahkan sebagian atau seluruhkekuasaannya yang berupa perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporandan pertanggungjawaban, serta pengawasan keuangan daerah kepada parapejabat perangkat daerah. Pelimpahan sebagian atau seluruh kekuasaan tersebutdidasarkan pada prinsip pemisahan kewenangan antara yang memerintahkan,menguji, dan yang menerima/mengeluarkan uang.Penyelenggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah diIndikator 
1.
Menjelaskan Gambaran umum pelaksaaan APBD
2.
Menjelaskan Struktur APBD
3.
Menjelaskan landasan hukum Pelaksanaan APBD

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->