Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more ➡
Download
Standard view
Full view
of .
Add note
Save to My Library
Sync to mobile
Look up keyword
Like this
2Activity
×
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Ntegrasi Laporan Demam Berdarah Dengue(Dbd)

Ntegrasi Laporan Demam Berdarah Dengue(Dbd)

Ratings: (0)|Views: 274|Likes:
Published by Johan Peusangan

More info:

Published by: Johan Peusangan on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See More
See less

04/01/2014

pdf

text

original

 
Ragil 
 
Saputra,
 
 Ahmad 
 
 Ashari
 
 Jurnal 
 
Masyarakat 
 
Informatika
, Volume 2, Nomor 3, ISSN 2086 4930 15
INTEGRASI LAPORAN DEMAM BERDARAH
 DENGUE
(DBD)MENGGUNAKAN TEKNOLOGI
WEB SERVICE
 Ragil Saputra
1)
, Ahmad Ashari
2)
 1.
 
Program Studi Teknik Informatika FMIPA Undip2.
 
Program Pasca Sarjana Ilmu Komputer FMIPA UGM
Abstrak
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is one of the infectious diseases that frequently leads to ExtraordinarySituation. The management of report is conducted by Health Community Center which subsequentlygives report to Health Office. A problem arising from the report management is the fact that the report isconducted manually, therefore, the data is less valid and is not processed as quickly as possible. Thequick and accurate data report system enables to lessen the risk of Dengue Hemorrhagic Fever. Due tothis fact, it is undeniable necessary to provide an integrated inter-system of Dengue Fever report. Thissystem includes an inter-system between one Health Community Center to another and to the system inHealth Office. The integration of inter-system report is able to be conducted by the use of web servicetechnology. Therefore, this research focuses on the development of Web Service based integrated systemon the report of Dengue Hemorrhagic Fever. Data exchange is conducted in XML form by the applicationof SOAP and WSDL technologies. Library NuSOAP is necessary to provide class soapClient and soapServer. In other words, it functions as the listener whose functions are to receive and to response atthe access demand toward web service. The result is web service based report system which has dualfunctions since the system has functions to be either server or client.
Key word :
web service, integration, SOAP, WSDL, DHF.
 
1.
 
Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi semakin pesat hingga saat ini dengan terus dikembangkanteknologi-teknologi yang mendukungnya. Salahsatu teknologi yang mendukung teknologiinformasi adalah komputasi terdistribusi(
distributed computing
) yang memungkinkandilakukan komputasi pada banyak mesin, danhasilnya dimanfaatkan oleh banyak mesin pula.Salah satu teknologi komputasi terdistribusiyang berkembang pesat saat ini adalah
webservice
. Konsep
web service
muncul untuk menjembatani sistem-sistem informasi yang adatanpa mempermasalahkan perbedaan platformyang digunakan oleh masing-masing sumber [8].
Web service
menyediakan standar komunikasi diantara berbagai aplikasi perangkatlunak yang berbeda-beda.
Web service
 menggunakan teknologi komunikasi sepertiSOAP (
Simple Object Application Protocol
),WSDL (
Web Service Description Language
) danXML (
eXtensible Markup Language
) yangdikirim melalui HTTP (
 Hypertext Transport Protocol
) [4]. Dengan penggunaan teknologitersebut,
web service
menawarkan kemudahanuntuk menjembatani pertukaran informasi yangdigunakan.
Web service
merupakan turunanaplikasi web dapat dibuat aplikasi modular yangdapat dipublikasikan, diletakkan, dandibangkitkan antar web [8].Dengan melihat keunggulan yang dimiliki
web service
tersebut, maka dalam penelitian inidiangkat topik mengenai penerapan
web service
  pada pelaporan kasus penyakit Demam Berdarah
 Dengue
(DBD) di Dinas Kesehatan KabupatenKaranganyar.Kabupaten Karanganyar merupakan daerahendemis DBD, ini terlihat dari survei lapanganoleh Dinkes Karanganyar terdapat limakecamatan yang termasuk paling rawan seranganDBD karena angka bebas jentiknya hanya rata-rata 60% [1]. Idealnya, angka bebas jentik yangaman yakni antara 90% hingga 95%. Dan angkakesakitan (
incidence rate
) di KabupatenKaranganyar masih cukup tinggi yaitu5,7/10.000 penduduk (5,7 per 10.000 penduduk).Menurut Standart Pelayanan Minimal (SPM)nasional dalam penanggulangan DBD angkakesakitannya tidak boleh lebih dari 2/10.000 penduduk [11]. Berdasarkan data tersebutmembuktikan bahwa penanggulangan DBD diKabupaten Karanganyar belum optimal. Salahsatu penyebabnya adalah dalam proses pelaporankejadian DBD.
 
Integrasi
 
Laporan
 
Demam
 
Berdarah
 
Dengue
 
(DBD)
 
Menggunakan
 
Teknologi
 
Web
 
Service
 
16
 
 Jurnal 
 
Masyarakat 
 
Informatika
, Volume 2, Nomor 3, ISSN 2086 – 4930
 
Berdasarkan uraian permasalahan tersebut,maka dapat disusun rumusan masalah yang akandibahas dalam penelitian ini adalah :a.
 
Merancang Sistem Pelaporan DemamBedarah Dengue pada tiap-tiap Puskesmasuntuk melakukan proses pencatatan danSistem Integrasi Data Laporan DemamBedarah Dengue Dinkes untuk menerimalaporan dari tiap-tiap puskesmas, b.
 
Bagaimana mengintegrasikan sistem-sistem pada Puskesmas dan Dinkes yang masing-masing memiliki sistem dan basis datakedalam sistem terintegrasi menggunakan
web service
.Hasil yang diperoleh penelitian ini adalahmengimplementasikan teknologi
web service
  pada pencatatan dan pelaporan kasus DemamBerdarah
 Dengue
(DBD) di Dinas KesehatanKabupaten Karanganyar.
2.
 
Tinjauan Pustaka2.1.
Web Service
 
Terdapat beberapa pengertian tentang
webservice
,
web service
adalah antarmuka yangmendeskripsikan sekumpulan operasi yang dapatdiakses dalam sebuah jaringan melalui pesanXML yang telah distandartkan [6]. W3Cmendefinisikan
web service
sebagai sebuahsistem perangkat lunak yang dirancang untuk mendukung inter operasi mesin ke mesin disebuah jaringan.
Web service
merupakankomponen perangkat lunak 
loosely coupled 
,dapat diguna ulang, membungkus fungsionalitasdiskret, didistribusikan, dan diakses secara programatik melalui protokol internet standart[10].Dari berbagai definisi tersebut dapatdisimpulkan bahwa
web service
merupakan
middleware
internet yang memungkinkan berbagai sistem untuk saling berkomunikasitanpa terpengaruh pada
 platform
.
Web service
 membungkus operasi-operasi ke dalam sebuahantarmuka yang ditulis dalam notasi XML.Antarmuka ini menyembunyikan detilimplementasi dari layanan. Pertukaran informasiyang terjadi dalam
web service
jugamenggunakan pesan dalam format XML.
Web service
dibangun dari tiga komponenutama, yaitu
service provider 
,
service registry
,dan
service requestor 
. Komponen-komponentersebut saling berinteraksi melalui komponen
web service
, yang berupa deskripsi danimplementasi layanan. Terdapat tiga macamoperasi yang memungkinkan komponen-komponen tersebut untuk dapat saling berinteraksi, yaitu
 publish
,
 find 
, dan
bind 
.Keterkaitan antara peran, operasi, dan komponen
web service
dapat dilihat pada Gambar 1.Gambar 1. Komponen web service [6]
2.2. SOAP
SOAP (
Simple Object Acces Protocol
) adalah
merupakan
protokol untuk pertukaran informasidengan desentralisasi dan terdistribusi [2].SOAP merupakan gabungan antara HTTPdengan XML karena SOAP umumnyamenggunakan protokol HTTP sebagai sarana
transport 
datanya dan data akan dipertukarkanditulis dalam format XML. SOAP mengatur  bagaimana
request 
dan
response
dari suatu
service
bekerja.
2.3.
 
WSDL
WSDL (
Web Service Description Language
)adalah merupakan sebuah bahasa berbasis XMLyang digunakan untuk mendefinisikan
webservice
dan menggambarkan bagaimana carauntuk mengakses
web service
tersebut [3].Fungsi utama WSDL dalam
web service
adalahuntuk mengotomasi mekasnisme komunikasi
business-to-business
dalam
web service
melalui protokol internet. Dengan menggunakan WSDL
client 
dapat memanfaatkan fungsi-fungsi publik yang disediakan oleh server [8].
 
Ragil 
 
Saputra,
 
 Ahmad 
 
 Ashari
 
 Jurnal 
 
Masyarakat 
 
Informatika
, Volume 2, Nomor 3, ISSN 2086 4930 17
2.4.
 
PHP NuSOAP
 NuSOAP adalah sebuah kumpulan
class-class
PHP yang memungkinkan user untuk mengirim dan menerima pesan SOAP melalui protokol HTTP [9]. NuSOAP merupakan
toolkit web service
berbasis komponen. NuSOAPmemiliki beberapa
class
yang menyediakan
method 
seperti serialisasi variabel dan pemaketan
SOAP-Envelope
. Interaksi
webservice
dilakukan dengan
class client 
yangdisebut dengan
class soapClient 
dan
classserver 
yang disebut dengan
class soapServer 
.
Class-class
ini mengizinkan
user 
untuk melakukan proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan SOAP dengan bantuan beberapa
class-class
pendukung lainnya untuk melengkapi proses tersebut.
3.
 
Analisa Dan Rancangan
Sistem
web service
pelaporan DemamBerdarah Dengue (DBD) yang di bangunmerupakan sistem pelaporan yang menggunakan
web service
, yang melibatkan sistem DinasKesehatan dan seluruh sistem DBD Puskesmasdi wilayah kabupaten Karanganyar. Adapunanalisa kebutuhan sistem antara lain [7]:a.
 
Dibutuhkan satu layanan
web service
yangterdiri dari dua bagian. Bagian yang pertamamerupakan
web service
 
server 
di tiap unit puskesmas. Setiap
web service server 
  berfungsi sebagai
 provider 
data dari masing-masing puskesmas. Bagian kedua merupakan
web service
klien yang akan mengambil datauntuk diintegrasikan. Dalam hal ini dinkessebagai klien untuk merequest laporankejadian. Serta berlaku sebaliknya, dinaskesehatan menjadi server yang menyediakaninfo/berita yang dapat diakses seluruh sistem puskesmas yang terhubung, b.
 
Dibutuhkan layanan sebuah sistem integrasidata laporan DBD pada dinas kesehatanuntuk menginformasikan atau menampilkandata maupun laporan dari masing-masing puskesmas, serta penyampaian informasi daridinas kesehatan keseluruh puskesmas.
3.1. Arsitektur Sistem
Pada penelitian ini dibuat sebuah rancanganmodel arsitektur sistem pelaporan DBD berbasis
web service
. Pengembangan aplikasi sistem berbasis model
n-tier 
karena model tersebutmenggunakan
web service
sebagai mediakomunikasi pada database pada masing-masing puskesmas dan dinkes. Model rancanganarsitektur umum dapat disajikan pada Gambar 2.Pada model tersebut dapat dilakukan penambahan sistem puskesmas sampai dengan N buah. Gambar 2. Arsitektur sistem

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->