Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
BAB I

BAB I

Ratings: (0)|Views: 28|Likes:
Published by Popy Tria

More info:

Published by: Popy Tria on Oct 22, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/16/2014

pdf

text

original

 
1
BAB IPENDAHULUANI.1 Latar Belakang
Dalam bidang industri farmasi, perkembangan teknologi farmasisangat berperan aktif dalam peningkatan kualitas produksi obat-obatan. Hal ini banyak ditunjukan dengan banyaknya sediaan obat-obatan yang disesuaikandengan karakteristik dari zat aktif obat, kondisi pasien dan penigkatan kualitasobat dengan meminimalkan efek samping obat tanpa harus mengurangi ataumenggangu dari efek farmakologis zat aktif obat.Sekarang ini banyak bentuk sediaan obat yang kita jumpai dipasaran, baik sediaan padat maupun sedian cair. Salah satunya yaitu emulsi, Emulsiadalah suatu dispersi dimana fase terdispers terdiri dari bulatan-bulatan kecilzat cair yang terdistribusi ke seluruh pembawa yang tidak bercampur. Dalam batasan emulsi, fase terdispersi dianggap sebagai fase dalam dan mediumdispersi diangap sebagai fase luar atau fase continu (Ansel, 2008).Kestabilan dari kedua fasa pada emulsi dipengaruhi oleh surfaktan yang biasa disebut emulgator. Pemilihan emulgator merupakan komponen yang paling peting agar memperoleh emulsi yang stabil, semua emulgator bekerjadengan membentuk film (lapisan) di sekeliling butir-butir tetesan yangterdispersi dan film ini berfungsi agar mencegah terjadinya koalesen (Anief,1987).Secara farmasetik, proses emulsifikasi memungkinkan ahli farmasidapat membuat suatu pereparat yang stabil dan rata dari campuran dua cairanyang saling tidak bisa bercampur, Hal inilah, yang melatar belakangidilakukannya kegiatan praktikum emulsifikasi yaitu untuk mengetahui pembuatan emulsi dan melihat harga HLB butuh minyak yang digunakan untuk menstabilkan emulsi sehingga tidak akan terjadi koalesensi.
 
2
I.2Maksud dan Tujuan PercobaanI.2.1Maksud Percobaan
Mengetahui dan memahami cara pembuatan emulsi dan hal-halyang mempengaruhi kestabilan emulsi.
I.2.2Tujuan Percobaan
a.Menghitung jumlah emulgator golongan surfaktan yang digunakanuntuk pembuatan emulsi minyak parafin dalam air. b.Membuat emulsi menggunakan emulgator golongan surfaktan yaitutween 80 dan span 80.c.Mengevaluasi ketidakstabilan suatu emulsi minyak parafin dalamair.d.Menentukan HLB butuh minyak yang digunakan dalam pembuatanemulsi.
I.3Prinsip Percobaan
Pembuatan emulsi minyak dalam air dengan menggunakan variasi HLB butuh 12,13, dan 14 dan penentuan kestabilan yang didasarkan pada penampakan fisik dari emulsi misalnya perubahan volume, perubahan warnadan pemisahan fase terdispersi dalam jangka waktu tertentu pada kondisi yangdipaksakan (stress condition).
 
3
BAB IITINJAUAN PUSTAKAII.1Teori Umum
Emulsi adalah suatu dispers dimana fase terdispers terdiri dari bulatan- bulatan kecil zat cair yang terdistribusi ke seluruh pembawa yang tidak  bercampur. Dalam batasan emulsi, fase terdispers dianggap sebagai fase dalamdan medium dispersi sebagai fase luar atau fase kontinu. Emulsi yangmempunyai fase dalam minyak dan fase luar air disebut emulsi minyak dalamair atau M/A. Sebaliknya emulsi yang mempunyai fase dalam air dan fase luar minyak disebut air dalam minyak atau A/M (Ansel, 2008).Emulsi berasal dari kata “emulgo” yang artinya menyerupai susu, danwarna emulsi memang putih seperti susu. Pada abad XVII hanya dikenal emulsidari biji-bijian yang mengndung lemak, protein dan air. Emulsi semacam inidisebut
emulsi vera
atau
emulsi alam,
 protein bertindak sebagai emulgator daricampuran lemak atau minyak dengan air yang terdapat dalam biji-bijian( Syamsuni 2006).Emulsi dapat distabilkan dengan penambahan bahan pengemulsi yangdisebut
emulgator 
(
emulsyifing agent 
) atau
 surfaktan
, yang dapat mencegahkoalesensi, yaitu penyatuan tetesan kecil menjadi tetesan besar dan akhirnyamenjadi satu fase tunggal yang memisah. Surfaktan mestabilkan emulsi dengancara menempati antar permukaan tetesan dan fase eksternal, dan denganmembuat batas fisik disekeliling patikel yang berkoalesensi. Surfaktan jugamengurangi tegangan permukaan antar fase sehingga meningkatkan prosesemulsifikasi selama pencampuran (Syamsuni, 2006).Emulsi yang digunakan dalam farmasi adalah satu sediaan yang terdiri daridua cairan tidak bercampur, dimana yang satu terdispersi seluruhnya sebagaiglobula-globula terhadap yang lain. Walaupun umumnya kita berpikir bahwaemulsi merupakan bahan cair, emulsi dapat digunakan untuk pemakaian dalamdan luar serta dapat digunakan untuk sejumlah kepentingan yang berbeda(Jenkins, 1957).

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->