Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
42Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Dampak Bencana Tsunami Aceh Terhadap Ekonomi Aceh

Dampak Bencana Tsunami Aceh Terhadap Ekonomi Aceh

Ratings: (0)|Views: 7,051 |Likes:
Published by alchaidar

More info:

Published by: alchaidar on Jul 30, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/06/2013

pdf

text

original

 
ONFLIK 
E
KONOMI
 
ANTARA
P
EMERINTAH
A
CEH
 
DAN
P
EMERINTAH
P
USAT
 P
ASCA
P
ERJANJIAN
H
ELSINKI
 
DAN
UUPAA
PRIDAR 
, S.E., M.S
I
.
Pendahuluan
Keberhasilan gerakan mahasiswa dalam menuntut reformasi, menyebabkanmundurnya Soeharto dari kursi kepresidenan sekaligus mengakhiri kekuasa-an rezimOrde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun. Penguasa yang selama memerintah telahmembuat keseng-saraan rakyat dengan jalan menciptakan konspirasi keta-kutan dan masamengambang dalam sistem politiknya. Di antara butir kesepakatan yang dihasilkan dalam perundingan antara pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka diHelsinki, Finlandia, ada pemberian amnesti kepada anggota GAM berikut pemulihanhak-hak politik, ekonomi, dan sosial. Rakyat Aceh telah dibodohi dan dibodohkan secara politik sejak lama. Tentu hal ini tidak akan berlaku selamanya. Abraham Lincoln, presiden dan orang besar bangsa AS mengingatkan: "
 It is true that you may fool all the people some of the time; you may even fool some of the people all of the time; but youcannot fool all of the people all of the time
".Dulu, di bawah rezim Orde Baru Soeharto, kesengsaraan rakyat Aceh (dan juga didaerah-daerah lainnya di Indonesia) timbul karena tindakan korupsi, kolusi, dannepotisme yang dilakukan Soeharto beserta orang-orangnya, yang berakibat krisisekonomi yang ber-dampak pada rakyat.
Tricle down effect 
yang diterapkan sebagaistrategi pembangunan yang dilaksanakan dalam program PELITA (sejak tahun 1969)menekankan pada pertumbuhan ekonomi, tidak dapat mengatasi krisis dan gejolak yangterjadi. Kini, Pemerintahan Aceh di bawah Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar,mencanangkan sebuah konsep pembangunan baru bagi ekonomi Aceh. Sektor  perekonomian bagi Aceh adalah sektor yang sangat penting dalam tata sosial masyarakat,
1
 
sehingga sektor-sektor lainnya akan beranjak stabil, jika sektor ekonomi dapat distabilkandalam pembangunan Aceh ke depan, maka untuk itu langkahnya, ialah:
 Pertama
,Membangun kembali infrastruktur perekonomian di seluruh Aceh sehingga akhirnyaseluruh teritorial Aceh dapat menjadi satu kesatuan politik dan satu kesatuan ekonomi.
 Kedua
, Pemerintah Aceh akan memperlakukan pelaku ekonomi sebagai partner  pembangunan.
 Ketiga
, Pemerintah Aceh akan memberikan perhatian serius pada pengembangan ekonomi kerakyatan.
 Keempat 
, Pemerintah Aceh secara proaktif akanmengidentifikasi semua sumber ekonomi yang berbiaya tinggi untuk diatasi dan dicari jalan keluarnya.
 Kelima
, Pemerintah Aceh akan mendorong bangkitnya kembalisemangat kewirausahaan rakyat Aceh seperti yang pernah kita saksikan pada periode1940-an sampai dengan tahun 1980-an. Pengusaha Aceh harus dapat bangkit kembalimenjadi masyarakat ekonomi yang handal.
 Keenam
, Perdagangan Luar Negeri, terutamadengan Malaysia, Singapura, Thailand, India, dan lain-lain harus kembali digalakkan.
 Ketujuh
, Produksi agrobisnis tradisional masyarakat harus memperoleh pasar yang layak,yaitu dengan membuka pemasaran ke Luar Negeri.
 Kedelapan
, Di setiap kabupaten akandibangun kebun-kebun percobaan dan percontohan (
 pilot project 
) agar rakyat dapatmemperoleh penyuluhan dan dapat memperoleh bibit unggul sesuai dengan kondisi alamdi tempat itu. Dan
 Kesembilan
, Para mantan gerilyawan GAM dan korban konflik akandiperhatikan secara serius untuk memperoleh kehidupan ekonomi yang layak melalui peneyediaan modal dan lapangan kerja yang memadai.
1
Meskipun ini merupakan reformasi ekonomi, namun karena ini bersifat kebijakan(politik), maka ini merupakan sutau reformasi politik bagi Aceh. Reformasi politimerupakan langkah awal dalam kaitannya untuk memperbaiki krisis ekonomi yang berke-panjangan. Untuk itu hasil reformasi yang penting tersebut tidak dapat dilakukansendirian. Hal ini harus berbarengan dengan reformasi politik dan ekonomi. Untuk melaksana-kan reformasi bidang hukum, terlebih dahulu harus ada kemauan politik dari pemerintah. Ada tiga hal yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu materi perundang-undangan, aparatur yang manjalankan peraturan per-undang-undangan, dan budayahukum.Selama 32 tahun Orde Baru, perundang-undangan nasional dapat diibaratkanseperti benang kusut, tidak konsekuen menerapkan prinsip negara hukum. Untuk membenahinya dimulai dari konsep dan kemudian insti-tusinya. Tentang konsep, adalima hal yang harus diper-hatikan, yaitu selain tiga yang tadi disebutkan juga sarana/prasarana hukum dan HAM (hak asasi manusia). Reformasi ekonomi dan dan politik inilah yang mengakibatkan terjadinya konflik 
2
ekonomi antara Pemerintah Aceh danPemerintah Pusat di Jakarta. Tsunami telah membawa banyak duka dan perubahanfundamental bagi Aceh. Tsunami telah berlalu, konflik dan ketegangan telah berubahmenjadi damai, Irwandi Yusuf, serta masyarakat Aceh pada umumnya, kini sedang berbulan madu dalam menjalani rumah tangga demokrasi di Aceh. Bagi Irwandi Yusuf,
1
Lihat
Visi dan Misi Calon Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam
, Irwandy Yusuf dan Muhammad Nazar, Banda Aceh, 2006.
2
Konflik berasal dari kata kerja Latin
configere
yang berarti ‘saling memukul’. Secara sosiologis,konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salahsatu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
2
 
sekalipun aceh telah tenang dan damai, perjuangan untuk membangun bangsa Acehmasih belum sampai pada cita-cita yang diharapkan. Oleh karena itu, ia ketika itu bersiapsedia untuk maju sebagai kandidat Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam periode 2007 – 2012, dan dengan sangat mengejutkan, ia menjadi pemenang mutlak dalam pesta demokrasi terbesar, teraman dan paling demokratis yang pernah terjadidalam sejarah Indonesia.
3
Kemenangan ini menjadi titik awal konflik kepentinganekonomi dan politik antara Aceh dan Pemerintah Pusat.Kelemahan pemerintah pusat yang terutama adalah karena krisis ekonomi yangtidak kunjung berakhir paska berakhirnya pemerintahan Orde Baru dan berjalannya eraReformasi dilihat sebagai peluang bagi daerah untuk menyampaikan tuntut-an perubahandalam hubungan pusat dan daerah ke arah yang dinilai lebih menguntungkan daerah.Sejak akhir 1998, terjadi unjuk rasa di Irian Jaya yang menginginkan berdirinya negaraPapua, sedemikian pula Riau yang me-nuntut hal yang sama. Sementara itu Timor Timur memilih untuk berpisah dari negara Indonesia dan membentuk pemerintahan sendiri.Aceh dalam hal ini juga menuntut hal otonomi seluas-luasnya, termasuk pemberlakuansis-tem syariat Islam (Qanun).
Pemberlakuan Hukum Syariah Islam
Hukum adalah bagian penting dari sistem politik suatu negara atau daerah. Sebagai bagian dari negara Republik Indonesia, Aceh memiliki kekhasan sendiri, yaitu dengan berlakunya undang-undang hukum syariat (Qanun). Hal ini tidak dapat dilepaskan darilatar belakang masyarakat Aceh yang seratus persen menganut agama Islam dengandilandasi latar belakang masa lalu sebagai tempat berdirinya kerajaan-kerajaan Islam pertama dan penting di Nusantara.Dalam
Sejarah Melayu
dapat diketahui bahwa di masa lalu kerajaan Malaka
 
sebagai kerajaan Melayu Islam meng-gunakan pedoman hukum, yaitu hukum QanunMelaka (atau Undang-Undang Melaka) yang banyak dipengaruhi hukum yang berlaku diSamudera Pasai.
4
Sebagai kerajaan Islam, hukum Islam pun turut memasuki hukumnegara. Proses ini tidak pernah sepenuhnya meninggalkan hukum adat. Pada umumnya,semua kerajaan Islam di Asia Teng-gara cenderung memakai hukum Safi’iyah yangdominan dalam hal hukum perdagangan dan perorangan. Undang-Undang Melaka inicenderung menggunakan alternatif hukum adat yang lebih ringan dalam masalah sanksi.Pemberlakuan hukum positif berlandaskan Islam yang dikehendaki rakyat dan elit politik Aceh ditindak- lanjuti dengan berlakunya Qanun atau hukum syariah. Setelahdiberlakukannya hukum syariah, bagi para pelaku yang melanggar hukum syariat
3
Bahkan, Kofi Annan, ketua PBB pun mengucapkan selamat atas keberhasilan pelaksanaandemokrasi yang sangat kolosal di Aceh.
4
Abu Hasan Sham, “Ikatan Aceh-Tanah Melayu Hubungan Kerajaan Islam Malaka dengan KerajaanIslam Samudera Pasai” dalam Hasjmi, (ed).,
Sejarah Masuk …, op.cit.
, hlm. 383.
3

Activity (42)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
Azul Grana liked this
Sary Aiy liked this
Sana Damarhita liked this
Nurkholis Majid liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->