Welcome to Scribd. Sign in or start your free trial to enjoy unlimited e-books, audiobooks & documents.Find out more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Pidana Denda Dalam Persfektif Penitensier Kelompok

Pidana Denda Dalam Persfektif Penitensier Kelompok

Ratings: (0)|Views: 52|Likes:
Published by Therisya Karmila
menjelaskan secara terperinci mengenai pidana denda, kalo pada dapet tugas minimal 15 halaman bisa jadi recomended :D
menjelaskan secara terperinci mengenai pidana denda, kalo pada dapet tugas minimal 15 halaman bisa jadi recomended :D

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Therisya Karmila on Oct 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/22/2014

pdf

text

original

 
TUGAS PENITENSIER 
PIDANA DENDA DALAM PERSFEKTIF PENITENSIER 
OLEH:-THERISYA KARMILA (1103005101)-ADHYAKSA MAHASENA(1103005102)-SISCA ANGGRENI(1103005108)-AUDHYTA VIRANTY(1103005096)-GALANG WIDURA P. (1103005120)-AWATARA PUTRA(1103005118)
FAKULTAS HUKUMUNIVERSITAS UDAYANADENPASAR 2013
 
BAB IPENDAHULUAN1.1Latar Belakang
Dewasa ini masalah hukum pidana banyak dibicarakan dan menjadi sorotan, baik dalam teori maupun dalam praktek dan bahkan ada usaha untuk menyusun Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nasional. Usaha tersebutadalah bertujuan untuk mengatasi berbagai kelemahan dan kekurangan yangada dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana yang berlaku sekarang. KitabUndang-undang Hukum Pidana Nasional yang masih berlaku sekarangmerupakan peninggalan zaman penjajahan, yang dalam kenyataannya masihdipakai sampai sekarang ini. Suatu kenyataan bahwa banyak pengaturan yangterdapat dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana Nasional yang sudahtidak sesuai lagi dengan jiwa dan semangat Pancasila dan Undang-undangDasar 1945 maupun dengan situasi dan kondisi masyarakat saat ini.Keberadaan hukum merupakan suatu kebutuhan masyarakat, baik kebutuhanmasyarakat secara individual maupun dalam berintraksi dengan orang laindalam pergaulannya. Hukum bahkan dibutuhkan dalam pergaulan yangsederhana sampai pergaulan yang luas antar bangsa, karena hukumlah yangmenjadi landasan aturan permainan dalam tata kehidupan.
1
Pada saat ini budaya dan iptek mengalami perkembangan yang sangat pesat,seiring dengan itu perilaku manusia didalam hidup bermasyarakat dan bernegara justru semakin kompleks. Perilaku yang demikian apabila
1
Hasim Purba,
Suatu Pedoman Memahami Ilmu Hukum,
Cahaya Ilmu, Medan, 2006, halaman2.
 
dipandang dari segi hukum tentunya ada perilaku yang sesuai dengan normadan adapula yang tidak sesuai dengan norma. Perilaku yang sesuai dengannorma tentunya tidak ada masalah, akan tetapi terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan norma yang biasanya menimbulkan permasalahan dibidanghukum atau penyelewengan terhadap norma yang telah disepakati. Perilakuyang tidak sesuai dengan norma yang berlaku, biasanya oleh masyarakat dicapsebagai suatu pelanggaran dan bahkan suatu kejahatan. Kejahatan dalamkehidupan manusia merupakan gejala sosial yang akan selalu dihadapi olehsetiap manusia, masyarakat bahkan negara. Kenyataan telah membuktikan bahwa kejahatan dan pelanggaran hanya dapat dicegah dan dikurangi, tetapisulit untuk diberantas secara tuntas. Antisipasi atas kejahatan dan pelanggarantersebut diantaranya dengan memfungsikan instrumen hukum pidana secaraefektif dan tepat melalui penegakan hukum (
law enforcement 
).
2
Pemidanaan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari hukum pidana,sehingga bukan merupakan hukum pidana apabila suatu peraturan hanyamengatur norma tanpa diikuti dengan ancaman pidana. Ancaman pidana yangdijatuhkan pada pelaku pidana meskipun bukan yang terutama akan tetapi sifatdari pada pidana merupakan suatu penderitaan. Pidana yang dijatuhkan bagi pelaku tindak pidana yang merupakan sifat derita yang harus dijalani,walaupun demikian sanksi pidana bukanlah semata-mata bertujuan untuk memberikan rasa derita. Selanjutnya diutarakan bahwa pemidanaan tidak dimaksudkan untuk menderitakan dan tidak diperkenankan merendahkanmartabat manusia.
3
Setiap penjatuhan pemidanaan pada pelaku tindak pidana itu mempunyaitujuan. Aspek yang perlu diperhatikan apabila pemidanaan ingin ditinjausecara tepat untuk mencapai tujuan pemidanaan yaitu aspek peninjauan.Aspek peninjauan perlu dibedakan kedalam tiga tarap aspek peninjauan, yakni
2
Bambang Waluyo,
 Pidana dan Pemidanaan
, Sinar Grafika, Jakarta, 2000, halaman 2.
3
E.Utrech,
 Rangkaian Sari Kuliah Hukum Pidama II,
Universitas, Bandung, 1965, halaman,342.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->