Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
109Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Notaris Ppat Peran Dan Fungsinya

Notaris Ppat Peran Dan Fungsinya

Ratings: (0)|Views: 14,861 |Likes:
Kumpulan Artikel, Tulisan, Makalah, UU, yang berhubungan dengan Jabatan Notaris dan PPAT. Yang sebagian besar diambil dari http://herman-notary.blogspot.com
Kumpulan Artikel, Tulisan, Makalah, UU, yang berhubungan dengan Jabatan Notaris dan PPAT. Yang sebagian besar diambil dari http://herman-notary.blogspot.com

More info:

Published by: Herman Adriansyah AL Tjakraningrat on Jul 31, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/15/2013

pdf

text

original

 
NOTARIS PPAT PERAN DAN FUNGSINYASelasa, 2009 Maret 17KEDUDUKAN HUKUM WARIS INDONESIA
(Materi Perkuliahan Teori dan Praktek Pendaftaran Tanah di MKN Univ. Sriwijaya Palembang)
Kedudukan dan Perlakuan Hukum terhadap tanah yang alas buktinya baruberupa Girik tidak dapat dilakukan peralihannya melalui akte van transportberupa akta AJB yang dibuat oleh/dihadapan PPAT, tepapi dapat dilakukandengan akta Pelepasan dan Penyerahan Hak atau akte Pengoperan Hak atauakte Pengikatan akan jual beli di hadapan Notaris. Untuk ketiga macam aktemana harus di sesuaikan dengan tindak lanjut perbuatan hukum mana yangdipilih. Jika Giriknya masih atas nama Pewaris, dimana di dalam premisse aktaharus dicantumkan bahwa tanah yang dialihak/dioperkan hak tersebut adalahtanah yang berasal dari hak waris. Hak Waris mana harus dibuktikan denganSurat Keterangan Hak Waris, yang dibuat/dikeluarkan oleh Pejabat yangberwenang (tergantung dengan penundukan hukum apa) di yang dipakaiSebagai penyegaran untuk mengingat kembali bahwa sejak Indonesia merdeka,pemerintah telah mengeluarkan PP No. 45 tahun 1957 tentang pembentukanMahkamah Syari’ah yang menetapkan salah satu wewenang Pengadilan Agamaadalah masalah kewarisan. Meskipun di Jawa dan Madura Pengadilan Agamatidak menyelesaikan masalah warisan, tetapi Pengadilan Agama mengeluarkan“Fatwa Waris” yang sangat dibutuhkan oleh para pencari keadilan.Pada tahun 1989, pemerintah menetapkan UU No. 7 tahun 1989 yakni UUPeradilan Agama (UUPA). Undang-Undang ini menetapkan wewenangPengadilan Agama untuk menyelesaikan hal-hal yang berhubungan denganwarisan atau faraid. UUPA telah diamandemen menjadi UU No. 3 tahun 2006.Kewenangan Peradilan Agama diperluas. Tidak hanya sebatas mengadilimasalah perkawinan, waris, wasiat, hibah, sedekah, wakaf orang Islam, tetapi juga bidang usaha ekonomi syari’ah.Namun demikian materi HWI tetap berada dalam buku II KHI yang berpayunghukum pada Inpres No. 1 tahun 1991.Dalam praktek pelaksanaan wewenang tersebut, saat ini menurut kami adabeberapa hal yang perlu dilengkapi dan disempurnakan, antara lain : 1. Materi HWI Mempelajari materi HWI hukumnya fardlu kifayah. Artinya jika sudah adasebagian orang yang mempelajarinya, maka gugurlah kewajiban yang lain.Namun melaksanakan HWI dalam membagi harta peninggalan adalah fardlu‘ain. Artinya setiap orang Islam wajib melaksanakan hukum waris Islam jika ia
Kumpulan Tulisan/Artikel dari http://herman-notary.blogsopt.com
1
 
membagi waris. Tidak gugur kewajibannya sehingga ia melaksanakansebagaimana yang diperintahkan Allah(Qs.4:13-14).Dalam mempelajari hukum waris Islam, kendala yang umum dihadapi adalah :a. Orang merasa sulit mempelajarinya karena melibatkan beberapa ilmu lain,seperti : matematika, akuntansi, bahasa, penilaian atau penaksiran harta,pertanahan, dll. b. Sebagaimana ilmu-ilmu yang lain, jika HWI ini tidak senantiasa dipakai akancepat lupa dan hilang. Sementara peristiwa kematian jarang terjadi. c. Persentase pembagian harta dalam HWI sangat tergantung keberadaan ahliwaris saat pewaris meninggal. Oleh karena itu, diperlukan metode untukmemahami siapa-siapa ahli waris yang berhak mendapat harta peninggalan danberapa bagian masing-masing ahli waris.d. Beberapa mazhab dalam Islam memiliki perbedaan dalam menetapkan ahliwaris, menghitung dan membagi harta peninggalan pewaris.e. Tidak semua orang yang mati meninggalkan harta yang patut menjadi urusanpenting. Beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi masalah di atas antara lain :a. Di Indonesia, pemerintah telah menetapkan KHI dengan dasar Inpres/1991.Dalam perkembangannya, saat ini buku I KHI (tentang perkawinan) telahdiundang-undangkan (UU No.1/1974), buku III KHI (tentang wakaf) telahdiundang-undangkan (UU No.40/2006). Sudah selayaknya buku II KHI (tentangwaris) juga dibuat Undang-Undang.b. Telah dikembangkannya metode gambar sebagai salah satu alternatif caramemahami siapa saja ahli waris yang berhak mendapat pembagian hartapeninggalan. c. Kami telah mengembangkan software waris Islam, yang dapat menetapkanahli waris yang berhak, persentase bagian ahli waris, sekaligus menghitungnya jika diketahui jumlah harta peninggalan pewaris. Solusi di atas perlu disosialisasikan baik melalui seminar, pelatihan, maupunworkshop. Selain itu diperlukan sharing diantara pejabat teras di lingkungannotaris (INI), Departemen Agama dan Departemen Hukum dan HAM.2. Keterangan Waris 
Kumpulan Tulisan/Artikel dari http://herman-notary.blogsopt.com
2
 
Surat keterangan waris bagi penduduk asli Indonesia yang dibuat oleh para ahliwaris dan diketahui oleh RT/RW, lurah dan camat didasarkan pada suratMendagri Dirjen Agraria Kep. Direktorat P.T u.b. Kepala Pembinaan Hukum (R.Supanji) No. Djt/12/63/69 (20-12-1969). Surat edaran Dirjen ini dapat dikatakankurang tepat, dikarenakan dalam isi surat tersebut dikatakan bahwa “Pendudukasli ‘bagaimana berlaku’ hukum adat”. Padahal pribumi yang Islam tidak tundukpada hukum adat, melainkan hukum Islam.Kemudian apabila dicermati dengan teliti, akan ditemukan bahwa :a. Format keterangan waris yang diketahui oleh RT/RW, lurah, camat ini tidakmemiliki standart. Bentuknya bermacam-macam.b. Data-data yang terdapat dalam keterangan waris kurang akurat. Tidakterdapat data yang berkaitan dengan wasiat. Padahal wasiat adalah hal yangumum ada di masyarakat.c. Demikian pula dari sisi kebenarannya, keterangan waris masih dipertanyakanotentitasnya. Seringkali apa yang tertulis dalam keterangan waris berbedadengan kenyataan sebenarnya, seperti : tidak seluruh ahli waris tercantum dalamketerangan waris, bahkan ahli waris tidak menandatanginya di hadapan lurahdan camat yang bersangkutan.Oleh karena itu, sudah saatnya pemerintah mengeluarkan peraturan setingkatPeraturan Pemerintah yang mengatur tentang pengurusan keterangan warisseperti halnya notaris membuat keterangan waris untuk warga keturunanTionghoa dan orang barat. 3. Keputusan atau Ketetapan Tentang Ahli Waris di Pengadilan Agama Berdasarkan pasal 49 UUPA yang telah diamandemen menjadi UU No.3 tahun2006, mekanisme keputusan atau ketetapan di Pengadilan Agama adalahsebagai berikut : a. Sengketa/contensius. Apabila terjadi sengketa diantara ahli waris, yangbersangkutan datang ke Pengadilan Agama mengajukan perkaranya. PengadilanAgama akan menetapkan putusan yang memiliki kekuatan hukum mengikatberbagai pihak untuk tunduk pada keputusan tersebut. b. Tanpa sengketa/voluntair. Untuk menghindari terjadinya sengketa dalampembagian harta peninggalan, ahli waris membagi secara damai dan datang kePengadilan Agama memohon penetapan. Pengadilan Agama akanmengeluarkan ketetapan berupa Permohonan Penetapan Pembagian HartaPeninggalan/P3HP (psl 49 dan 107 UUPA). P3HP yang dikeluarkan PengadilanAgama menurut penulis memiliki beberapa kekurangan, antara lain :
Kumpulan Tulisan/Artikel dari http://herman-notary.blogsopt.com
3

Activity (109)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 hundred reads
1 thousand reads
ciklan101 liked this
progzone liked this
YoSunaryo liked this
Hanik Puji Utami liked this
Trie Wahyuni liked this
Josep Kristian added this note
baguss
Gama Mashitoh liked this

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->