Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
makalah hukum humaniter_prisca oktaviani samosir.pdf

makalah hukum humaniter_prisca oktaviani samosir.pdf

Ratings: (0)|Views: 243|Likes:
MAKAKAH : KONVENSI JENEWA II TENTANG PERBAIKAN KEADAAN ANGGOTA ANGKATAN PERANG DI LAUT YANG LUKA, SAKIT, DAN KORBAN KARAM DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL
MAKAKAH : KONVENSI JENEWA II TENTANG PERBAIKAN KEADAAN ANGGOTA ANGKATAN PERANG DI LAUT YANG LUKA, SAKIT, DAN KORBAN KARAM DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Prisca Oktaviani Samosir on Oct 25, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/24/2014

pdf

text

original

 
1
KONVENSI JENEWA II TENTANG PERBAIKAN KEADAAN ANGGOTAANGKATAN PERANG DI LAUT YANG LUKA, SAKIT, DAN KORBANKARAM DALAM HUKUM HUMANITER INTERNASIONAL(Makalah Hukum Humaniter Internasional)Oleh :PRISCA OKTAVIANI SAMOSIR (NPM. 1112011286)JURUSAN ILMU HUKUMFAKULTAS HUKUM UNIVERSITAS LAMPUNGBANDAR LAMPUNG2013
 
2
I.
 
PENDAHULUANA.
 
Latar Belakang
Istilah Hukum Humaniter Internasional merupakan terjemahan dari bahasainggris yaitu
 International Humanitarian Laws.
Istilah lain yang kadang-kadangdipakai ialah hukum sengketa bersenjata (
the law of armed conflict).
Sebelum perang dunia istilah yang lazimnya dipakai ialah hukum perang
(the law of war 
), juga dilingkungan angkatan bersenjata
(armed forces)
dibanyak negara biasanyadigunakan istilah hukum perang.
1
 Hal yang serupa dikemukakan oleh Arlina Permanasari dimmana IstilahHukum Humaniter atau lengkapnya disebut
international humanitarian lawapplicable in armed conflict 
 berawal dari istilah hukum
 
 perang (
laws of war 
),yang kemudian berkembang menjadi hukum sengketa
 
 bersenjata (
laws of armed conflict 
), yang akhirnya pada saat ini dikenal dengan istilah hukum humaniter.
2
 
Hukum Humaniter menurut Jean Pictet adalah “
 International  Humanitarian law in the wide sense is constitutional legal provision whether written and customary , ensur 
ing repect for individual and his well being”.
(Hukum Humaniter Internasional dalam arti luas adalah suatu ketentuan hukum baik tertulis maupun tidak tertulis yang memberikan rasa hormat kepada individumaupun kesejahteraannya).
3
Mochtar Kusumaatmadja mengemukakan bahwaHukum Humaniter adalah bagian dari hukum yang mengatur ketentuan-ketentuan perlindungan korban perang, berlainan dengan hukum perang yang mengatur  perang itu sendiri dan segala sesuatu yang menyangkut cara melakukan perang itusendiri.
4
 Dalam bukunya Pengantar Hukum Humaniter Arlina Permanasari jugamengemukakan bahwa hukum humaniter terdiri atas peraturan-peraturan perlindungan korban perang dan peraturan-peraturan tenang alat dan cara berperang. Sedangkan ketentuan ketentuan Hak Asasi Manusia dimaksudkanuntuk menjamin hak-hak dan kebebasan sipil, politik, ekonomi, sosial maupun budaya bagi setiap orang.
5
Sedangkan menurut Pranoto Iskandar dalam bukunyaHukum HAM Internasional: Sebuah Pengantar Kontekstual mengemukakan
1
H. Suwardi Martowirono, dalam Ria Wierma Putri,
 Hukum Humaniter Internasional,
Bandarlampung: Universitas Lampung, 2011, hal.1.
2
Arlina Permanasari dkk,
 Pengantar Hukum Humaniter,
Jakarta : ICRC, 1999, hal. 117.
3
Jean Pictet, dalam Ria Wierma Putri,
Op.Cit.,
hal.3.
4
Mochtar Kusumaatmadja,
 Hukum Internasional Humaniter dalam
 
 Pelaksanaan dan Penerapannya di Indonesia
, Bandung: Bina Cipta, 1980. hal.5.
 
5
Arlina Permanasari dkk,
Op.Cit.,
hal. 333.
 
3
 bahwa Hukum humaniter mengatur bagaimana berlaku dalam sebuah konflik  bersenjata sehingga tidak melaggar Hak Asasi Manusia (HAM) yang diatur dalamhukum HAM.
6
Hukum humaniter sendiri pada awalnya dan yang paling pentingdidasarkan pada harapan timbal balik kedua pihak yang berperang dan pada pengertian perilaku ksatria dan beradab.
7
 Tujuan utama hukum humaniter adalah memberikan perlindungan dan pertolongan kepada mereka yang menderita atau menjadi korban perang, baik mereka yang secara aktif turut serta dalam permusuhan maupun yang tidak turutserta dalam permusuhan.
8
 Sumber hukum humaniter internasional dalam bentuk perjanjianinternasional dibagi menjadi dua, yaitu sumber hukum humaniter utama dansumber-sumber hukum lain. Sumber hukum humaniter yang utama, terdiri darihukum Jenewa dan Hukum Den Haag.Konvensi Jenewa 1949 dibentuk di sebuah konperensi atas undangan pemerintah Swiss dan komite palang merah internasional (
 International Committee of the Red Cross
Untuk selanjutnya ICRC).
9
 Konperensi diplomatik yang diselenggarakan atas undangan DewanFederal Swiss di Jenewa pada tanggal 21 April sampai 12 Agustus 1949 berhasilmenerima empat Rancangan Konvensi yang diajukan oleh Komite InternasionalPalang Merah (International Committee of The Red Cross) menjadi Konvensi.Keempat Konvensi tersebut ialah : KJ untuk perbaikan keadaan yang luka dansakit dalam angkatan perang di medan pertempuran darat (selanjutnya disebut KJI Tahun 1949), KJ untuk perbaikan keadaan angkatan perang di laut yang luka,sakit dan korban karam (selanjutnya disebut KJ II Tahun 1949), KJ mengenai perlakuan tawanan perang (selanjutnya disebut KJ III Tahun 1949) dan KJmengenai perlindungan penduduk sipil di masa perang (selanjutnya disebut KJ IVTahun 1949).
10
 Dari judul Konvensi tersebut tampak bahwa KJ I, II, III Tahun 1949terutama berisi ketentuan-ketentuan yang menetapkan perlindungan bagi anggotaagkatan bersenjata yang menjadi korban perang. Adapun KJ IV Tahun 1949 berisitentang ketentuan-ketentuan yang menetapkan perlindungan bagi penduduk sipilyang menjadi korban perang.
6
Pranoto Iskandar,
 Hukum HAM Internasional: Sebuah Pengantar Kontekstual,
Cianjur: IMR Press, Hal. 189.
7
 
Cordula Droege, “Hak Asasi Manusia dan Hukum Humaniter”
 , International Review of The Red Cross
, Volume 90 Nomor 871 September 2008, Hal.3.
8
 
Haryomataram dalam Aryuni Yuliantiningsih, ”Agresi Israel terhada
 p Palestina Perspektif 
Hukum Humaniter Internasional, “Jurnal Dinamika Hukum”, Volume 9 Nomor 2 Mei 2009, hal.
112.
9
 
Stuart Walters Belt, dalam Hersapta Mulyono, “Prinsip Military Necessity dalam Hukum
Internasional Humaniter,
 Jurnal Hukum dan Pembangunan,
Volume 35 Nomor 2 April-Juni 2005,hal. 176.
10
Mochtar Kusumaatmadja dalam F.Sugeng Istanto,
 Perlindungan Penduduk Sipil dalam Perlawanan Rakyat Semesta dan Hukum,
Yogyakarta: Andi offset, 1992, hal.37.

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->