Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
1Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
Prinsip Dasar Kultur Tumbuhan.pdf

Prinsip Dasar Kultur Tumbuhan.pdf

Ratings: (0)|Views: 118 |Likes:
kultur tumbuhan
kultur tumbuhan

More info:

Published by: Ahmad Firdaus Zakaria on Oct 26, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

 
Pokok Bahasan I : PRINSIP DASAR, SEJARAH PERKEMBANGAN DANMANFAAT TEKNIK KULTUR JARINGANPendahuluan
Tumbuhan dialam bebas sangat bervariasi dan kompleks dalammelangsungkan siklus hidupnya. Untuk dapat mempertahankan generasinyatumbuhan harus memperbanyak diri baik secara vegetatip ataupun generatip.Perbanyakan generatip dimulai dari pertemuan antara gamet jantan dan gametbetina dari tanaman induk. Peleburan kedua gamet tersebut menghasilkansebuah sel yang disebut zygot, zygot selanjutnya tumbuh dan berkembangmenjadi tumbuhan utuh. Sel-sel vegetatip tumbuhan seperti yang terdapat padaakar, batang dan daun, secara alamiah juga mempunyai kemampuan yang miripdengan zygot, yaitu dapat berkembang menjadi tanaman utuh, sehinggakelangsungan generasinya tetap terjaga. Kemampuan sel-sel vegetatip selainzygot untuk berkembang menjadi tanaman utuh menjadi topik yang sangatmenarik perhatian para peneliti. Topik penelitian yang sangat menarik tersebutdapat dilaksanakan dengan menggunakan teknik kultur jaringan.
Tujuan Instruksional Khusus:
Setelah mengikuti kuliah ini diharapkan mahasiswa akan dapatmenjelaskan prinsip dasar, pengertian, sejarah perkembangan serta manfaatteknik kultur jaringan.
 
 
Subpokok Bahasan 1
:
PRINSIP DASAR DAN PENGERTIAN TEKNIKKULTUR JARINGAN.Pendahuluan
Salah satu pembeda sel tumbuhan dengan sel hewan adalah adanyadinding sel pada sel tumbuhan. Dinding sel tumbuhan selain berfungsi memberibentuk pada sel juga sebagai barier mekanik yang mengisolasi sel-sel denganlingkungan luarnya. Pada kenyataannya sel satu dengan lainnya yang menyusun jaringan, meskipun secara fisik dibatasi oleh membran plasma dan dinding sel,tidak terisolasi dan masih dapat berhubungan lewat plasmodesmata (symplast).Implikasi dari kenyataan tersebut adalah adanya kontinuitas sitoplasmatik, ataudengan kata lain, informasi genetik yang terdapat dan berawal dari zygot tentulahtersebar keseluruh sel-sel penyusun tubuh tumbuhan. Sel tumbuhan dengandemikian haruslah mengandung seluruh informasi yang diperlukan untuk tumbuh,berkembang, dan berkembang biak, sel demikian disebut totipoten.
Materi Subpokok Bahasan 1
Kultur jaringan adalah suatu metode untuk mengisolasi bagian-bagiantanaman seperti sel, jaringan atau organ serta menumbuhkannya secara
aseptis
(suci hama) didalam atau diatas suatu
medium budidaya
sehingga bagian-bagian tanaman tersebut dapat memperbanyak diri dan beregenerasi menjaditanaman lengkap kembali. Prinsip kultur jaringan terdapat pada teori sel yangdikemukakan oleh dua orang ahli Biologi dari Jerman, M.J. Schleiden dan T.Schwann. Secara implisit teori tersebut menyatakan bahwa sel tumbuhan bersifat
autonom
dan mempunyai
totipotensi.
Sel bersifat autonom artinya dapatmengatur rumah tangganya sendiri, disini yang dimaksud adalah dapatmelakukan metabolisme, tumbuh dan berkembang secara independen, jikadiisolasi dari jaringan induknya. Totipotensi diartikan sebagai kemampuan darisel
 
tumbuhan (baik sel somatic / vegetativ maupun sel gametik) untukberegenerasi menjadi tanaman lengkap kembali.
 
Disamping kultur jaringan, kita juga mengenal istilah kultur 
in vitro
tanaman, istilah ini muncul karena sel, kelompok sel atau organ tanamantersebut tumbuh, berkembang dan beregenerasi secara aseptis pada mediumdidalam wadah gelas (tabung) yang transparan. Istilah eksplan digunakan untuk
 
menyebutkan bagian kecil dari tanaman (sel, jaringan atau organ) yangdigunakan untuk memulai suatu kultur.
 
Eksplan yang digunakan didalam kultur jaringan harus yang masih muda(primordia), sel-selnya masih bersifat meristematis dan sudah mengalami prosesdiferensiasi. Sel-sel mesofil dan stomata pada daun, kambium, korteks dsbadalah bentuk-bentuk sel yang sudah mengalami diferensiasi. Pada primordiadaun misalnya, sel- sel yang sudah mengalami diferensiasi tersebut hanya perlumembelah satu atau dua kali saja kemudian berhenti (dorman) selanjutnya akanmembentang. Pembelahan sel-selnya juga sudah diprogram untuk menghasilkansel yang sama misalnya, sel-sel mesofil hanya akan membelah danmenghasilkan sel mesofil juga.
 
Dengan cara mengisolasi dari tanaman induknya, sel-sel pada eksplanyang tadinya dorman, dihadapkan pada kondisi stres. Kondisi ini akan mengubahpola metabolisme, sel akan memulai siklusnya yang baru, selanjutnya akantumbuh dan berkembang didalam kultur. Respon yang terlihat pertama kali yaituterbentuknya jaringan penutup luka, sel-selnya terus membelah, jikapembelahannya tidak terkendali akan membentuk massa sel yang tidakterorganisir atau disebut
kalus
. Pembelahan sel-sel yang tidak terkendalidisebabkan karena sel-sel tumbuhan, yang secara alamiahnya bersifat autotrof,dikondisikan menjadi heterotrof dengan cara memberikan nutrisi yang yangcukup kompleks didalam medium kultur. Sel-sel kalus ini berbeda dengan sel-seleksplannya, sel-sel menjadi tidak terdiferensiasi, proses ini disebut
dediferensiasi
(kembali kekeadaan tidak terdiferensiasi).
 
Pada proses dediferensiasi sel-sel pada eksplan, yang tadinya dalamkeadaan
quiescent
atau dorman, diinduksi untuk aktip kembali melakukanpembelahan. Induksi dediferensiasi dapat dilakukan dengan menambahkan zatpengatur tumbuh dari kelompok auksin kedalam medium kultur, auksin sintetikyang umum digunakan adalah 2,4-dichlorophenoxyacetic acid (2,4-D) dengankonsentrasi maksimum 2 mg/1. Auksin
 
substitusi seperti picloram (4-amino-3,5,6-trichloropyridine-2-carboxylic acid) dan dicamba (3,6-dichloro-
o
-anisic acid)sering digunakan untuk induksi dediferensiasi tanaman berkayu. Sel-sel akanterus membelah selama masih uipelihara didalam medium induksi. Zat-zatpengatur tumbuh tersebut diatas diketahui berfungsi sebagai
mutagenic agent.
Sel-sel yang dipelihara terlalu lama didalam medium induksi akan mengalami

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->