Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Save to My Library
Look up keyword
Like this
2Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
korelasi tata jenjang.docx

korelasi tata jenjang.docx

Ratings: (0)|Views: 1,340|Likes:
Published by Noviana Fitri
Korelasi adalah metode untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan dua peubah atau lebih yang digambarkan oleh besarnya koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah koefisien yang menggambarkan tingkat keeratan hubungan antar dua perubah atau lebih. Besaran dari koefisien korelasi tidak menggambarkan hubungan sebab akibat antara dua perubah atau lebih, tetapi semata-mata menggambarkan keterkaitan linier antar perubah. (Mattjik & Sumertajaya, 2000).
Korelasi adalah salah satu tekhnik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman. Selain kedua teknik tersebut, terdapat pula teknik-teknik korelasi lain, seperti Kendal, Chi-Square, Phi Coefficient, Goodman-Kruskal, Somer, dan Wilson.
Korelasi berarti hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik ini kerap kali menjadi pusat perhatian para ahli-ahli penyelidik, misalnya hubungan antara permintaan dan penawaran, hubungan antara keadaan lingkungan dengan sifat pribadi, hubungan antara kemelaratan dan kejahatan dan sebagainya. .Jika ada korelasi antara dua variabel atau gejala, misalnya antara kemelaratan dan kejahatan, biasanya orang segera menarik kesimpulan bahwa antara dua variabel/gejala itu terdapat hubungan sebab akibat. Kesimpulan semacam itu kerap kali tidak benar, sebab sungguhpun semua rangkaian sebab akibat mesti menunjukkan korelasi, tetapi tidak semua korelasi menunjukkan sebab akibat. Misalnya antara tinggi badan dan berat badan terdapat korelasi yang meyakinkan. Akan tetapi itu tidak berarti bahwa berat badan menjadi sebab dari tinggi badan atau tinggi badan mengakibatkan berat badan. Dalam hal semacam ini harus diketahui faktor lain yang menjadi sebab dari gejala kedua variabel yang muncul beriringan.
Korelasi adalah metode untuk mengetahui tingkat keeratan hubungan dua peubah atau lebih yang digambarkan oleh besarnya koefisien korelasi. Koefisien korelasi adalah koefisien yang menggambarkan tingkat keeratan hubungan antar dua perubah atau lebih. Besaran dari koefisien korelasi tidak menggambarkan hubungan sebab akibat antara dua perubah atau lebih, tetapi semata-mata menggambarkan keterkaitan linier antar perubah. (Mattjik & Sumertajaya, 2000).
Korelasi adalah salah satu tekhnik yang digunakan untuk mencari hubungan antara dua variabel atau lebih yang sifatnya kuantitatif. Korelasi merupakan teknik analisis yang termasuk dalam salah satu teknik pengukuran asosiasi / hubungan (measures of association). Pengukuran asosiasi merupakan istilah umum yang mengacu pada sekelompok teknik dalam statistik bivariat yang digunakan untuk mengukur kekuatan hubungan antara dua variabel. Diantara sekian banyak teknik-teknik pengukuran asosiasi, terdapat dua teknik korelasi yang sangat populer sampai sekarang, yaitu Korelasi Pearson Product Moment dan Korelasi Rank Spearman. Selain kedua teknik tersebut, terdapat pula teknik-teknik korelasi lain, seperti Kendal, Chi-Square, Phi Coefficient, Goodman-Kruskal, Somer, dan Wilson.
Korelasi berarti hubungan timbal balik. Hubungan timbal balik ini kerap kali menjadi pusat perhatian para ahli-ahli penyelidik, misalnya hubungan antara permintaan dan penawaran, hubungan antara keadaan lingkungan dengan sifat pribadi, hubungan antara kemelaratan dan kejahatan dan sebagainya. .Jika ada korelasi antara dua variabel atau gejala, misalnya antara kemelaratan dan kejahatan, biasanya orang segera menarik kesimpulan bahwa antara dua variabel/gejala itu terdapat hubungan sebab akibat. Kesimpulan semacam itu kerap kali tidak benar, sebab sungguhpun semua rangkaian sebab akibat mesti menunjukkan korelasi, tetapi tidak semua korelasi menunjukkan sebab akibat. Misalnya antara tinggi badan dan berat badan terdapat korelasi yang meyakinkan. Akan tetapi itu tidak berarti bahwa berat badan menjadi sebab dari tinggi badan atau tinggi badan mengakibatkan berat badan. Dalam hal semacam ini harus diketahui faktor lain yang menjadi sebab dari gejala kedua variabel yang muncul beriringan.

More info:

Categories:Business/Law
Published by: Noviana Fitri on Oct 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2014

pdf

text

original

 
 
MAKALAH STATISTIKA EKONOMITEKNIK KORELASI TATA JENJANG
Disususun oleh :1.
 
Fatma Widiastuti N. 7211412099 11.Sofrotul Nikhmah 72114120952.
 
Edi Purnomo 7211412116 12. Dinda Arma 72114123.
 
 Nicco D. Firmansyah 7211412123 13. Evi Oktaviana 72114120884.
 
Dicky Aryanto 7211412087 14. Rizky Arve D. 72114120705.
 
Suci Astuti 7211412120 15. Ernawati 72114120986.
 
Fitri Rofiqoh 7211412079 16. Laeli Zuhriyah 72114121177.
 
Eni Fatmawati 7211412106 17. Adnan Suyoto 72114120948.
 
 Nurfiani Putri A. 7211412091 18. Kurnia Intan K. 72114120929.
 
Bastian Dwi SBB 7211412112 19. Putri W. 721141208610.
 
 Niken Putri PS 7211412111 20. Annisa S.A.F. 7211412081
FAKULTAS EKONOMIUNIVERSITAS NEGERI SEMARANG2013
 
 
KATA PENGANTAR 
Puji syukur kehadirat Allah swt karena dengan rahmat-Nya kami dapat
menyelesaikan makalah yang berjudul “TEKNIK KORELASI TATA JENJANG”
dengan baik. Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah StatistikaEkonomi. Ucapan terima kasih kepada Bapak Muhsin selaku dosen mata kuliahStatistika Ekonomi.Kami berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekaliankhususnya menambah wawasan tentang statistika teknik korelasi tata jenjang.Kami menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan. Oleh karena itu, kami senantiasa mengharap kritik dan saranyang membangun dari pembaca.Semarang, 28 September 2013Penyusun
 
PENDAHULUANLatar Belakang Masalah:
Salah satu cabang ilmu matematika adalah statistik yang sangat diperlukandalam suatu kegiatan penelitian ilmiah serta dalam menyelesaikan berbagaimasalah dalam kehidupan sehari-hari, seperti permasalahan pemerintah yangdewasa ini sering dikejutkan dengan berbagai masalah di luar duagaan, misalnya: bencana alam, melambungnya harga minyak dunia, kekacauan politik, dll. Untuk itu, permasalahan tersebut harus segera diatasi agar tercapai kehidupan yangseimbang, dengan mengambil keputusan serta langkah yang tepat.Usaha-usaha yang dilakukan dalam rangka pengambilan keputusan dan penentuan kebijakan perlu didukung oleh hasil penelitian yang akurat. Agar  penelitian menghasilkan kesimpulan yang akurat, perlu didukung oleh data sertaanalisis yang tepat.Pada kenyataannya, antara permasalahan yang satu dengan lainnyaadakalanya saling berhubungan dan saling mempengaruhi. Suatu kejadian baik  positif maupun negatif selalu dipengaruhi oleh sebab terjadinya. Suatu kejadianatau permasalahan itu adakalanya dipengaruhi oleh satu faktor, dan adakalanyadipengaruhi oleh beberapa faktor (variabel). Dalam ilmu statistik, Hartono(004:68) menyebutkan bahwa beberapa hubungan antara dua variabel atau lebihdisebut korelasi (
correlation
). Hubungan antara dua variabel disebut korelasi bivariat (
bivariate correlation
), sedangkan hubungan lebih dari dua variabeldisebut korelasi multivariat (
multivariate correlation
). Untuk itu dalam makalahini akan membahas beberapa masalah yang berkaitan dengan korelasi, khususnyakorelasi tata jenjang.

Activity (2)

You've already reviewed this. Edit your review.
1 thousand reads
1 hundred reads

You're Reading a Free Preview

Download
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->