Welcome to Scribd, the world's digital library. Read, publish, and share books and documents. See more
Download
Standard view
Full view
of .
Look up keyword
Like this
0Activity
0 of .
Results for:
No results containing your search query
P. 1
0216-3128-2007-3-008.pdf.pdf

0216-3128-2007-3-008.pdf.pdf

Ratings: (0)|Views: 0|Likes:

More info:

Published by: Yesy Dian Permatasari on Oct 28, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2013

pdf

text

original

 
8
 
ISSN 0216 - 3128
 
Tri Harningsih, dkk.
 
Prosiding PPI - PDIPTN 2007Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATANYogyakarta, 10 Juli 2007
 
PENGARUH DEBIT AIR DAN TSS TERHADAP AKUMULASIAKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM
Tri Harningsih
 Mahasiswa S2 Kimia Lingkungan, UGM Yogyakarta
 
Muzakky, Agus Taftazani
PTAPB-BATAN Yogyakarta
 
ABSTRAK
PENGARUH DEBIT AIR DAN TSS TERHADAP AKUMULASI AKTIVITAS RADIONUKLIDA ALAM.
 
Telahdilakukan penelitian mengenai pengaruh debit air dan TSS dengan radionuklida alam di KaliCode,Yogyakarta. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh debit air dan TSS terhadapaktivitas radionuklida alam dalam sampel air dan sedimen di sepanjang sungai Code Yogyakarta. Pada penelitian ini radionuklida yang dipilih yaitu Ra-226, Pb-212, Ac-228, dan K-40 Pemilihan radionuklida iniberdasarkan komposisi sebaran gross gamma di sepanjang sungai Code. Pola sebaran gross gammadipengaruhi oleh debit air dan TSS, sehingga perlu dilakukan koreksi antara debit air dan TSS terhadapradionuklida supaya diperoleh data yang lebih signifikan bila dibandingkan pengolahan data tanpa koreksi.Pengambilan sampel air dan sedimen dilakukan pada waktu musim kemarau bulan Agustus 2006 di 11 titik lokasi dari Jembatan Boyong sampai Jembatan Pacar. Dari hasil pengamatan menunjukkan bahwa debit air berkisar antara 8-1070 L/dt dan TSS berkisar antara 2,81E-06 - 8,02E-04 mg/L. Hasil analisis menunjukkanbahwa akumulasi kandungan radionuklida di sampel air non koreksi debit untuk Ra-226 berkisar 0,302-2,861 Bq/L, Pb-212 berkisar 0,400-3,390 Bq/L, Ac-228 berkisar 0,222-2,675 Bq/L dan K-40 berkisar 0,780-9,178 Bq/L. Sedangkan untuk sampel air terkoreksi debit yaitu, Ra-226 berkisar 1,112-70,454 Bq/L, Pb-212berkisar 0,850-77,113 Bq/L, Ac-228 berkisar 0,7187-60,859 Bq/L dan K-40 berkisar 2,420-208,8 Bq/L.Sedangkan tingkat akumulasi di sedimen untuk Ra-226 berkisar 0,0012-0,0211 Bq/kg, Pb-212 berkisar 0,0017-0,0371 Bq/kg, Ac-228 berkisar 0,0021-0,0073 Bq/kg dan K-40 berkisar 0,0006-0,0084 Bq/kg.
 
Keyword : gross gamma, debit, TSS 
 
ABSTRACT
CORRELATION WATER VELOCITY AND TSS WITH NATURAL RADIONUCLIDES ACTIVITY 
 .
 Correlation water velocity and TSS with natural radionuclides activity has been studied. For that purpose,the study is to correlation water velocity and TSS with radionuclides on water and sediment samples inalongside river Code Yogyakarta. This research selected radionuclides, for examples Ra-226, Pb-212, Ac-228, and K-40. Election of this radionuclides to spread over gamma gross composition alongside river of Code. Gamma gross influenced by water velocity and TSS, so that require to correct between water velocityand TSS to radionuclides. Sampling water and sediment conducted when dry season of August, 2006 at 11locations, start from Boyong Bridge until Pacar Bridge. Result of analysis showed that water velocity range from 8-1070 L/dt and TSS range from 2,81E-06 - 8,02E-04 mg/L. The accumulation of radionuclides inwater samples non correction water velocity for Ra-226: 0,302-2,861 Bq/L, Pb-212: 0,400-3,390 Bq/L, Ac-228: 0,0029-0,0047 Bq/L and K-40: 0,780-9,178 Bq/L. The accumulation of radionuclide in water samplescorrection water velocity for Ra-226: 1,112-70,454 Bq/L, Pb-212: 0,850-77,113 Bq/L, Ac-228: 0,7187-60,859 Bq/L and K-40: 2,420-208,8 Bq/L. While distribution of radionuclide in sediment for the Ra-226:0,0012-0,0211 Bq/kg, Pb-212: 0,0017-0,0371 Bq/kg, Ac-228: 0,0021-0,0073 Bq/kg and K-40: 0,0006-0,0084 Bq/kg.Keyword : gamma gross, water velocity, TSS 
 
PENDAHULUAN
ir sungai memegang peranan penting bagikehidupan manusia, baik digunakan sebagaisumber air minum, keperluan sehari-hari maupununtuk irigasi pertanian. Bila air yang digunakanuntuk air minum dan yang digunakan untuk irigasilahan pertanian banyak mengandung radionuklidaalam maka hal itu akan membahayakan makhluk hidup yang ada disekitarnya. Sehingga perludilakukan identifikasi kualitas lingkungan berupakajian radioaktivitas pada suatu ekosistem yang
A
 
Tri Harningsih, dkk.
 
ISSN 0216 - 3128
 
 9
 
Prosiding PPI - PDIPTN 2007Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATANYogyakarta, 10 Juli 2007
  berkaitan dengan paparan radiasi dan identifikasiserta pengukuran radioaktivitas radionuklidalingkungan dalam komponen penyusun ekosistemterutama ekosistem dengan sampel berupa sedimendan air Kali Code.Radioaktivitas menurut Beiser 
(1)
adalah pemancaran sinar-sinar radioaktif dari unsur radioaktif. Jenis radiasinya antara lain adalah sinar 
α
, sinar 
β
, sinar 
γ
, sinar 
χ
, radiasi neutron. Radiasiradioaktif yang berasal dari radionuklida alamdisebut radioaktivitas alam sedangkan radiasi yang berasal dari buatan manusia hasil inti disebutsebagai radioaktivitas buatan. Penelitian ini memilih pengaruh debit dan TSS pada akumulasi aktivitasradionuklida alam di Kali Code. Dipilihnya radio-nuklida karena dikategorikan termasuk radionuklidaalam yang berasal dari pelapukan batuan danmineral dan keberadaannya di sungai dapatmengganggu kehidupan ekosistem sungai Code jikakonsentrasinya melebihi ambang batas yaitu sebesar 1 Bq/L (KEPMENLH
2
).Distribusi radionuklida di alam bebasmelingkupi sistem antara partikel sedimen denganfase air. Sistem tersebut dapat terjadi permukaan air-sedimen dan ruang antar pori diantara sedimen.Faktor yang mempengaruhi terjadinya distribusiradionuklida didalam sistem perairan sungai yaitudebit air sungai dan banyaknya konsentrasi padatantersuspensi (TSS).Untuk analisis radionuklida yang terdapat diair dan sedimen, digunakan metode SpektrometriGamma. Metode ini dapat diterapkan untuk analisisradionuklida dalam beberapa cuplikan darilingkungan perairan. Dengan ditemukannya tingkatakumulasi radionuklida di air dan sedimen, makadapat diketahui tingkat pencemaran yang terjadi dilingkungan Kali Code yang berada di sekitar kotaYogyakarta, dan data yang diperoleh merupakandata pendukung bagi usaha untuk mengurangi pencemaran lingkungan di sepanjang Kali CodeYogyakarta.
TEORI
Pada musim kemarau dari tahun 2003-2006debit Kali Code dari hulu hingga hilir cenderungmengalami kenaikan debit. Gejala kenaikan iniwajar karena di sepanjang sungai Code terdapat beberapa masukan air (
inlet channels
) dari beberapasumber seperti irigasi sawah, anak sungai, air  permukaan (
runoff 
), limbah kota, industri, rumahsakit, kolam ikan, dan sebagainya. Akibatnyamuncul kesulitan dalam membandingkan secaralangsung data aktivitas radionuklida satu lokasidengan lokasi lain di dalam sampel air sungai Code.Oleh karena itu diperlukan suatu langkah koreksiaktivitas radionuklida yang dapat digunakan untuk menyamakan aktivitas disetiap titik pengambilansampel dengan persamaan sebagai berikut:12.][][
QQ X  X 
air sed 
=
(1) Notasi
Q
1 dan
Q
2, masing-masing adalah pengukuran debit (l/menit) di lokasi pengambilansample ke 1 (Boyong) dan pengukuran debit padalokasi berikutnya. Jadi dengan dilakukannyakoreksi aktivitas radionuklida dengan debit di pada persamaan diatas, berarti sebelum pembuatan kurva perlu dikoreksi dengan
Q
2/
Q
1.Menurut Fardiaz
3
, Total Suspended Solid/TSS merupakan padatan tersuspensi yangmenyebabkan air sungai menjadi keruh dan tidak dapat mengendap secara langsung. Padatantersuspensi terdiri dari partikel-partikel yang ukuranmaupun beratnya lebih kecil daripada sedimen,misalnya tanah liat, bahan-bahan organik tertentu,sel-sel mikroorganisme, dan lain sebagainya. Air  buangan dari industri mengandung jumlah padatantersuspensi dalam jumlah bervariasi tergantung dari jenis industrinya. Adanya padatan tersuspensi yang berlebihan dalam suatu perairan dapat mengurangi penetrasi sinar/cahaya matahari ke dalam air sehingga mempengaruhi regenerasi oksigen secarafotosintesis.
TATA KERJA
 Bahan dan Alat Penelitian
1.
 
Sampel air dan endapan sungai Code yangdiambil di bulan Agustus 2006, masing- masingsebanyak 10 liter/lokasi untuk air dan 2kg/lokasi untuk sedimen.2.
 
Standar sumber radioisotop
152
Eu.3.
 
Aseton teknis, HNO
3
, aquades, kertas saringmikro ukuran 0,45 µm, buatan “MilliporeCorporation, Bedford, Massachusetts, U.S.A.4.
 
Alat-alat instrumentasi yaitu: timbangan analitik,Spektrometer Gamma (
γ
) dengan Detektor Ge(Li).5.
 
Alat-alat pendukung yaitu: jerigen, cawan porselin, kompor listrik, labu ukur 1 L, gelas piala 250 mL, botol plastik, alat penumbuk, alatgrinding, ayakan 100 mesh, stop watch, vial polietilen.
 
10
 
ISSN 0216 - 3128
 
Tri Harningsih, dkk.
 
Prosiding PPI - PDIPTN 2007Pustek Akselerator dan Proses Bahan - BATANYogyakarta, 10 Juli 2007
 
Cara Kerja
Preparasi sampel air
. Preparasi sampel air dilakukan pada masing-masing lokasi sampling. Halini dilakukan untuk mencegah sampel terkonta-minasi dengan bahan atau peralatan lain. Sampel air dalam jerigen diambil 1 liter untuk disaringkotorannya dengan kertas saring sehingga kotoranyang terdapat didalamnya terbuang. Air sungaihasil penyaringan sebanyak 1 liter tersebutkemudian dipekatkan 50 kali sehingga volumemenjadi 20 mL dan dari sampel tersebut.Selanjutnya sampel dalam vial dianalisis denganmenggunakan Spektrometer-
γ
(t = 7200 detik).
Preparasi sampel sedimen
. Sampel sedimendibersihkan terlebih dahulu dari kotoran-kotoran,kemudian diangin-anginkan selama kurang lebihseminggu. Kemudian ditumbuk sampai halus danlolos 100 mesh. Ditimbang 100 gram sampelsedimen, dimasukkan dalam vial kemudiandianalisis dengan alat Spektrometer-
γ
selama 7200detik.
Pengukuran debit air dan padatan tersuspensi(TSS)
. Pengukuran debit air dilakukan di tengahsungai Code memakai alat pengukur debit currentmeter. Selanjutnya dengan menggunakan alat “TH-02 current meter”, debit sungai di ukur melaluikecepatan airnya (rpm). Kemudian di ukur kedalaman dan lebar sungai, selanjutnya denganmenggunakan rumus tertentu data di transfer menggunakan perangkat lunak excel menjadi debit.Penentuan TSS dilakukan dengan mengambilsebanyak 1 liter air sungai Code disaring dengankertas saring mikro 0,45 µm dengan alat corongyang dilengkapi alat vakum. Hasil endapan dikeringkan diatas oven pada suhu 105
o
C, danselanjutnya ditimbang hingga berat konstan sertadihitung harga TSS.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengamatan yang telah dilakukan secarakualitatif dari lokasi 1 hingga 11, ternyata diketahui bahwa di sampel air dan sedimen sungai Codemengandung radionuklida Ra-226, Pb-212, Ac-228,dan K-40. Dari hasil perhitungan dapat dilihat padaTabel dan grafik pada Gambar.Data-data diatas menunjukkan, bahwaaktivitas radionuklida Ra-226, Pb-212, Ac-228, danK-40 di sepanjang aliran sungai Code cukup beragam /fluktuatif baik yang terdapat di sampel air maupun sedimen. Perlu diketahui bahwa aktivitasradionuklida di air sungai sangat dipengaruhi olehdebit, maka dilakukan koreksi aktivitas radionuklidaterhadap debit. Tingginya debit akan dapatmempengaruhi distribusi radionuklida dari air kesedimen. Selain itu waktu pengambilan sampel yangdilakukan pada musim kemarau, sehingga secaralangsung mempengaruhi distribusi radionuklida dariair ke sedimen. Semakin kecil debit makakemungkinan radionuklida yang terlarut di dalamsedimen akan semakin besar. Dari hasil pengukurandebit pada musim kemarau, diperoleh dataditunjukkan pada Gambar.
 
0.0002.0004.0006.0008.00010.0001 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Lokasi Sampling
   A   k   t   i  v   i   t  a  s   R  a   d   i  o  n  u   k   l   i   d  a ,   B  q   /   L
Ra-226 Pb-212 Ac-228 K-40
 
Gambar 1.
 
Profil radionuklida di sampel air sungai Code
.Keterangan :1. Turgo 2. Boyong 3. Ngentak 4. R. Utara 5. Sardjito 6. Tukangan7. Tungkak 8. Karangkajen 9. R. Selatan10. Ngoto 11. Pacar 
0.00000.00500.01000.01500.02000.02500.03000.03500.04001 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11
Lokasi Sampling
   A   k   t   i  v   i   t  a  s   R  a   d   i  o  n  u   k   l   i   d  a ,   B  q   /   k
Ra-226 Pb-212 Ac-228 K-40
 
Gambar 2.
Profil radionuklida di sampel sedi-men sungai Code
.
Debit Sungai Code
875288957810708223636295361820500100015001 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11Lokasi sampling
   D  e   b   i   t ,   L   /   d  e   t
 
Gambar 3.
 
Profil debit di sepanjang sungai Code
.Dari Gambar 3, dapat diperlihatkan profildebit di setiap titik sampling di sepanjang sungaiCode tersebut tidak selalu sama, dan cenderungmengalami kenaikan dari titik ke 1 hingga di titik ke11. Gejala tersebut karena perbedaan karakteristik 

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->